Tue. Jul 16th, 2024

15 BBTUD Gas Bumi Hasil Regasifikasi Diserap Sektor Industri

By admin Jul11,2024 #gas #Gas Bumi #industri #lng #PGN

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT PGN Tbk telah mendaftarkan permohonan gas bumi hasil regasifikasi LNG sebesar 15 BBTUD pada Mei 2024. Di luar layanan pipa gas, terlihat bahwa mereka menjangkau seluruh sektor pelanggan, termasuk industri, yang belum memiliki jaringan infrastruktur atau pipa. Layanan gas.

Direktur Penjualan dan Operasi Ratih ST Prihatini mengatakan PGN telah mendapat tambahan pasokan gas hasil regasifikasi LNG mulai Mei 2024. Minat pasar terhadap LNG sangat baik terbukti dengan penyerapan awal sebesar 15 Bbtu oleh industri dan akan terus tumbuh. . terhadap permintaan yang ada. PGN dapat mendistribusikan pasokan gas hasil regasifikasi kepada pelanggan eksisting dan pelanggan baru. “Kami berharap masuknya PGN ke era LNG menjadi salah satu solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri di masa depan.” Apalagi kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan berarti layanan distribusi LNG ini memiliki keunggulan berpotensi memenuhi kebutuhan antar pulau,” kata Ratih, Kamis (30/5/2024).

Melalui layanan LNG, PGN juga berniat untuk terus mendukung pertumbuhan industri dan komersial dimana kebutuhan gas untuk operasionalnya cukup besar. LNG menarik bagi industri dan retail, jika terdapat kebutuhan gas industri yang tidak dapat disuplai melalui gas pipa.

Komitmen PGN adalah terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi sektor industri agar industri terus berkembang dan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional, kata Ratih.

Menurut Ratih, komitmen perluasan penggunaan gas bumi ke wilayah baru harus diwujudkan, terutama di wilayah yang belum memiliki jaringan infrastruktur atau layanan pipa gas.

“PGN memahami kondisi geografis Indonesia, sehingga harus ada model penyaluran gas bumi yang lain, terutama di luar pipa. Jadi sangat mungkin untuk menjaga stabilitas dan keandalan pasokan LNG,” kata Ratih.

 

Lanjutnya, FSRU Lampung juga sudah lama beroperasi untuk memenuhi kebutuhan LNG dan gas hasil regasifikasi LNG FSRU Lampung disalurkan ke sektor ketenagalistrikan. Volume penyerahan LNG FSRU Lampung selama Januari-April 2024 sebesar 70.075 M³ pada 13 Februari 2024, 134.006 M³ pada 12 Maret 2024 dan 133.990 M³ pada 18 April 2024.

Kemudian, atas kerja sama seluruh pemangku kepentingan dan dalam rangka HUT PGN ke-59 pada tanggal 13 Mei 2024, FSRU Lampung mulai menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG ke industri yang kondisi permintaannya semakin meningkat.

Gas FSRU Lampung dapat diandalkan dan mampu menangani permintaan. Dengan terintegrasinya infrastruktur pipa transportasi Sumatera Selatan Jawa Timur (SSWJ), pengolahan LNG di FSRU Lampung terus berkembang memenuhi kebutuhan pelanggan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, rata-rata pengiriman LNG FSRU Lampung sebesar 54,07 BBTUD dan pada bulan Januari hingga April 2024, rata-rata pengiriman LNG FSRU Lampung sebesar 56,03 BBTUD.

 

“PGN menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG dari infrastruktur FSRU Lampung yang terintegrasi ke dalam pipa Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ). Ketika kondisi pasokan berubah, FSRU Lampung dan FSRU Jawa Barat menjadi tulang punggung stabilitas layanan dan memperlancar pasokan LNG. poin,” jelas Ratih. .

Untuk memperkuat layanan LNG ke depan, PGN akan menambah fasilitas LNG dengan membangun infrastruktur hub yang direncanakan di beberapa titik antara lain Aceh, Arun dan Bontong.

“Sebagai subholding Pertamina Gas, PGN berupaya semaksimal mungkin mengelola dan mengoptimalkan LNG dengan baik. “Selain melengkapi ketersediaan dan keterjangkauan energi dalam negeri, LNG merupakan sumber energi berkelanjutan dan ramah lingkungan pada masa transisi menuju target net zero emisi tahun 2060,” tutup Ratih.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *