Mon. Jul 15th, 2024

55 Siswa Indonesia Ikut Program Pertukaran Pelajar KL-YES ke AS, Ini Hal Menariknya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Sebanyak 55 pelajar Indonesia menyelesaikan program pertukaran pelajar selama 10 bulan di Amerika Serikat (AS) melalui Kennedy Lugar Youth Exchange and Study Programs (KL-YES).

Penjabat Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Jason Rebholz mengatakan ini adalah kesempatan untuk saling memahami dan memperkuat hubungan kedua negara.

“Jadi dengan program seperti ini, masyarakat Indonesia bisa lebih memahami Amerika Serikat dan Amerika bisa lebih memahami Indonesia,” kata Jason pada acara yang mendatangkan kembali 55 mahasiswa dari 20 cabang Bina Antar Budaya di Gren Hotel Alia, Tengah. Jakarta pada Senin (10/04/2024).

“Kami berharap hubungan yang terjalin melalui program semacam ini dapat membantu kami tumbuh sebagai mitra dan persahabatan antara kedua negara,” tambahnya.

Program YES merupakan program beasiswa komprehensif yang ditawarkan oleh pemerintah AS untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat Amerika Serikat dan masyarakat negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Kerjasama Amerika dan Indonesia melalui program YES yang terus berlanjut hingga saat ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2003.

“Kami atas nama Kedutaan Besar Amerika Serikat sangat bersyukur, program ini telah berjalan selama 21 tahun untuk membawa generasi muda Indonesia ke Amerika Serikat untuk mendapatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi (SMA). katanya.

Selain itu, Jason menambahkan, mahasiswa program YES banyak yang menduduki posisi penting di masyarakat di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.

“Sampai saat ini, terdapat sekitar 1.600 pelajar Indonesia yang belajar di AS melalui program YES, dan lulusan kami menduduki posisi yang sangat penting baik di pemerintahan Indonesia maupun bersama kami di Kedutaan Besar AS,” jelasnya.

 

 

 

Program YES tidak terbatas pada siswa SMA saja, namun masih banyak program yang ditawarkan pemerintah AS untuk mempererat hubungan dengan Indonesia.

“Kami juga memiliki program untuk mahasiswa tingkat perguruan tinggi, mahasiswa pascasarjana, mahasiswa doktoral, mahasiswa pascasarjana, dan berbagai jenis program bagi WNI untuk belajar dan bekerja di Amerika Serikat untuk program pertukaran jangka pendek,” kata Jason.

Apalagi hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika telah berlangsung selama 75 tahun pada tahun ini, program ini merupakan salah satu program yang dibanggakan oleh Amerika Serikat.

“Namun saat kita merayakan ulang tahun ke-75 Amerika Serikat dan Indonesia tahun ini, kami ingin merayakan segala sesuatu yang dapat kita lakukan bersama sebagai mitra. Jadi kami bangga dapat bermitra dengan generasi muda yang luar biasa ini untuk merayakan ulang tahun Anda yang ke-75 bersama-sama pada tahun ini. tahun,” jelasnya. Jason.

 

 

 

 

Adapun manfaat dari program ini, program YES tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia saja, namun kedua negara.

“Saya pikir program ini sangat berguna bagi Amerika. Ketika saya berbicara tentang Indonesia, saya berbicara tentang Indonesia sebagai negara penting yang tidak banyak diketahui orang Amerika karena jarak negara kita yang cukup jauh.

Ia juga menjelaskan, “Jadi, bagi banyak orang Amerika, mereka belum pernah berkesempatan mengunjungi Indonesia atau bertemu dengan orang Indonesia, program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat kedua negara untuk saling memahami.”

Selain itu, program tersebut merupakan cara pemerintah Amerika Serikat untuk memperkenalkan budayanya kepada generasi muda Indonesia yang sebagian besar berusia di bawah 30 tahun.

“Indonesia adalah negara yang banyak generasi mudanya, lebih dari separuh penduduknya berusia di bawah 30 tahun. Jadi menurut kami sangat penting bagi generasi muda untuk memahami budaya Amerika Serikat,” tambah Jason.

Dalam pelaksanaannya, dua mahasiswa Indonesia yang berhasil mengikuti program ini yaitu Miftah Farid dari Pontianak dan Yang Ababil Putri dari Palembang mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti program YES. Mereka merasa beruntung karena bisa merasakan langsung hidup bersama orang-orang yang berbeda budaya dan adat istiadat di Amerika Serikat.

“Saya bersyukur dengan adanya program ini karena saya bisa merasakan langsung bagaimana rasanya hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat serta belajar di sekolah-sekolah negeri di sana dan belajar tentang budaya yang berbeda-beda,” jelas Miftah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada program YES dan Intercultural Development atas kesempatan menimba pengalaman,” tambah Putri.

Selain itu, mereka juga merasakan perbedaan di sana, seperti cuaca yang sangat dingin, berbeda dengan di Indonesia.

“Suhu terdingin yang pernah ada adalah -20C, saya dari negara tropis jadi kaget,” kata Putri.

“Karena saljunya banyak, bahkan sekolah pun tutup, tapi karena saya tidak merasakan saljunya, saya mendapat kesempatan menikmati salju di sana,” tambah Putri.

Selain itu, mereka mendapat kesempatan untuk memilih kelas yang mereka inginkan. Ini bisa menjadi kesempatan untuk memperdalam ilmu Anda.

“Jadi sebisa mungkin saya mengambil mata kuliah yang belum pernah saya ambil di Indonesia, seperti teater, media sosial, dan lain-lain,” jelas Miftah.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *