Fri. Jul 19th, 2024

7 Exoplanet yang Ditemukan Para Ilmuwan Sepanjang 2023

By admin Jun15,2024 #Exoplanet #tata surya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Para ilmuwan terus melakukan penelitian untuk mengumpulkan informasi tentang tata surya. Salah satunya adalah keberadaan exoplanet atau planet ekstrasurya.

Melansir laman luar angkasa kami, Kamis (4 April 2024), exoplanet tengah dipertimbangkan sebagai alternatif rumah baru bagi umat manusia di masa depan. Apalagi kondisi bumi sudah tidak layak huni.

Namun sejauh ini, tidak ada lokasi yang memiliki akses terhadap teknologi transportasi, dan tidak ada tempat di dekat Bumi. Namun para ilmuwan terus mencari planet ini untuk menjaga harapan tetap hidup dan memajukan pengetahuan.

Berikut daftar exoplanet yang ditemukan ilmuwan sepanjang tahun 2023.

1.Planet HD149026b

Pada awal tahun 2023, para ilmuwan menemukan unsur berat berupa karbon dan oksigen di atmosfer HD149026b, sebuah planet ekstrasurya yang jauh dari Bumi. Elemen ini diamati oleh James Webb Space Telescope (JWST).

Penemuan planet yang lebih dikenal dengan nama Smertrios ini mengejutkan para astronom. Pasalnya, sebagian besar planet gas raksasa di tata surya kita, seperti Jupiter dan Saturnus, hanya memiliki hidrogen dan helium di atmosfernya.

Aturan umumnya adalah semakin besar suatu planet, semakin sedikit unsur berat yang ada di atmosfernya.

2. Tata surya terdiri dari enam planet

Para ilmuwan telah menemukan tata surya dengan enam planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya. Jarak orbitnya sangat dekat sehingga sebanding dengan jarak Merkurius dan Matahari.

Para astronom percaya bahwa sistem planet tidak berubah selama lebih dari satu miliar tahun karena planet-planet mengorbit dalam resonansi matematis yang hampir sempurna.

 

3. Planet yang mengorbit bintang katai

Sebuah planet ekstrasurya masif bernama LHS 3154 b, berukuran 13 kali Bumi, telah ditemukan mengorbit bintang katai yang sangat dingin. Planet ini berukuran mirip dengan Neptunus dan bintangnya sembilan kali lebih kecil dari Matahari.

Rasio massa antara dunia seukuran Neptunus dan bintang induknya yang berjarak 51 tahun cahaya adalah 100 kali lebih besar dibandingkan rasio massa antara Bumi dan Matahari.

4. Kembaran Merkurius

Pengamatan menggunakan Instrumen Inframerah Tengah (MIRI) JWST menunjukkan bahwa dua planet bagian dalam sistem planet Trappist kemungkinan besar tidak memiliki atmosfer. TRAPPIST-1b mungkin merupakan batuan normal tanpa atmosfer yang sangat panas, dengan suhu permukaan mencapai 232 derajat Celsius (450 derajat Fahrenheit).

Hasilnya menghasilkan penemuan serupa tiga bulan kemudian untuk planet berikutnya dalam sistem, TRAPPIST-1c. Para astronom percaya bahwa kurangnya atmosfer di planet ini disebabkan oleh aktivitas kekerasan dari bintang asalnya.

5. Neptunus Mini

Para ilmuwan juga berhasil menemukan kembaran Neptunus pada tahun 2023. Planet kecil ini diberi nama Gliese 1214 b dan diketahui bahwa planet tersebut dikelilingi oleh lapisan kabut atau awan yang tebal.

Gliese 1214 b awalnya sulit diamati karena atmosfernya yang memantulkan cahaya. Namun, para peneliti yakin planet tersebut mungkin mengandung uap air dalam jumlah besar.

Planet yang berjarak 48 tahun cahaya ini mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, sehingga kecil kemungkinannya ada lautan di permukaannya. Neptunus mini ini lebih kecil dari Neptunus tetapi lebih besar dari Bumi.

 

6. Planet cermin

Para astronom telah mengidentifikasi sebuah planet ekstrasurya bernama LTT9779 b. Menariknya, planet ini memantulkan 80% cahaya yang jatuh pada bintang induknya.

Sebagai perbandingan, Bumi memantulkan 30% sinar matahari. Terletak 264 tahun cahaya dari Bumi, planet super panas ini sangat reflektif karena tingginya proporsi logam di atmosfernya.

Planet ini lima kali lebih besar dari Bumi, sehingga mendapat gelar “cermin kosmik terbesar yang pernah ditemukan”.

7. Planet sistem bintang biner

Sistem bintang biner adalah dua bintang yang mengorbit satu sama lain. Ini adalah fenomena umum di luar angkasa.

Sangat kecil kemungkinannya sistem ini berisi planet. Hal ini karena bintang biner cenderung menggerakkan cakram pembentuk planetnya pada tahap awal sistem planetnya.

Hanya satu sistem bintang biner yang menampung banyak planet yang diketahui. Pada awal tahun 2023, para ilmuwan menemukan sistem multi-planet lain yang mengorbit sepasang bintang.

Para astronom meneliti sistem biner TOI-1338, yang terletak sekitar 1.320 tahun cahaya dari Bumi. Mereka menemukan planet sirkumbiner bernama TOI-1338b yang mengorbit pasangan bintang TOI-1338.

Upaya untuk mengukur massa planet gagal, namun mereka menemukan planet lain.

(Tiffany)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *