Tue. Jul 23rd, 2024

Alasan Produsen Mobil Tolak Keras Kebijakan Tarif Uni Eropa pada Mobil China

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Uni Eropa (UE) akan segera merampungkan rencananya menangani mobil listrik China pada pekan ini. Pasalnya, besarnya subsidi yang diberikan pemerintah China untuk menurunkan harga mobil listrik secara signifikan akan mendistorsi pasar, yang juga berdampak pada industri mobil Eropa.

Namun yang mengejutkan, dengan alasan regulator ini, produsen mobil Eropa justru mulai menyampaikan hal ini kepada UE. Jadi apa alasan sebenarnya?

Singkatnya, produsen mobil Eropa sangat bergantung pada Tiongkok untuk penjualan mereka. Tiongkok saat ini merupakan pasar mobil terbesar, menyumbang sepertiga dari penjualan mobil global.

Pada Maret 2024, penjualan mobil di Tiongkok menyumbang 33 persen dari total penjualan kendaraan bulanan di dunia sebesar 8,15 juta. Data tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dihimpun CarNewsChina.

Persentase ini tidak berfluktuasi liar, bahkan stabil jika melihat tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2016 hingga 2018, pasar Tiongkok menyumbang 30 persen terhadap penjualan mobil global. Sementara itu, akan meningkat menjadi 33 persen pada tahun 2022.

Dan di pasar ini juga Volkswagen memegang peranan penting sebagai salah satu pemimpin pasar. HSBC, salah satu grup perbankan terbesar di dunia yang berbasis di London, juga memperkirakan bahwa gabungan produsen mobil Jerman menghasilkan setidaknya 20-23 persen penjualan kendaraan mereka di negara berjilbab bambu tersebut.

Selain itu, Tiongkok juga merupakan pusat manufaktur penting bagi banyak produsen mobil Eropa. Sebut saja Volkswagen, BMW, Mercedes-Benz, Tesla, Citroen, Volvo dan masih banyak lainnya. Faktanya, Volvo kini berada di bawah payung perusahaan China Geely Automobile.

Mobil seperti BMW iX3, Citroen C5

Dalam hal ini, manajemen BMW, Mercedes dan Volkswagen memperingatkan terhadap penerapan kebijakan bea cukai di UE.

Langkah kebijakan UE ini masih dalam proses ratifikasi, menyusul langkah serupa yang sebelumnya disetujui oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Bulan lalu AS menaikkan tarif empat kali lipat pada mobil listrik Tiongkok dari 25 persen menjadi 100 persen.

Ketika berita mengenai peraturan UE ini muncul dan persetujuannya semakin dekat, Kamar Dagang Tiongkok untuk UE memperingatkan bahwa negara tersebut sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif mobil impor jika bea masuk UE ditingkatkan. Ini berarti UE berisiko mendapat pembalasan dari Beijing.

Dalam hal ini, UE menghadapi berbagai kritik. Didorong oleh kekhawatiran akan dampak masuknya mobil listrik murah asal Negeri Tirai Bambu tersebut terhadap industri dalam negeri, UE melakukan hal yang paling sederhana, yaitu dengan mengenakan tarif. Seharusnya juga diberikan kepada produsen mobil Eropa dibandingkan dukungan yang dilakukan Tiongkok.

CEO BMW Oliver Zips mengatakan kepada investor bahwa dia tidak percaya industri mobil Eropa memerlukan proteksionisme, terutama dari UE, dan bahwa “Anda dapat merugikan diri sendiri dengan cepat” dengan terlibat dalam perang dagang.

Ketua VW Oliver Blume juga berhati-hati mengenai tarif tersebut, dengan mengatakan risiko pembalasan dari Beijing “berpotensi berbahaya”.

Dan kepala Stellantis, Carlos Tavares, juga menggambarkan potensi tarif pada kendaraan listrik Tiongkok sebagai “jebakan besar bagi negara-negara yang melakukan hal ini”.

Namun, tergantung pada niatnya, tindakan yang diambil oleh UE kemungkinan besar tidak akan sedrastis yang diambil oleh AS. Saat ini, ada bea masuk 10 persen terhadap mobil yang diimpor dari luar UE. Analis memperkirakan kendaraan listrik Tiongkok akan mengalami kenaikan tarif lebih lanjut pada kisaran 10-25 persen.

Matthias Schmidt dari Schmidt Automotive Research mengatakan kepada BBC News, “Jika UE mengenakan tarif lebih dari 25 persen, hal itu akan lebih bertujuan untuk menyamakan kedudukan dan mengurangi keunggulan biaya sebesar 30 persen dari pabrikan Tiongkok.”

Ia mengatakan bahwa respons UE akan lebih tepat dalam hal ini.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *