Tue. Jul 16th, 2024

Anak Buah Erick Thohir Tegaskan Tak Ada Perintah BUMN Borong Dolar AS

matthewgenovesesongstudies.com, Staf Khusus Menteri BUMN di Jakarta, Aria Sinulina menegaskan, tidak ada perintah bagi perusahaan pelat merah untuk membeli dolar Amerika Serikat (AS). Menyusul melemahnya nilai tukar rupee terhadap dolar AS yang terus berlanjut.

Sebelumnya, Menteri BUMN Eric Tohir mengimbau para pimpinan BUMN membahas dampak konflik yang berkembang di Timur Tengah. Kemudian pertimbangkan dampak melemahnya nilai tukar rupee. Saya tegaskan, Pak Eric tidak pernah memerintahkan BUMN membeli dolar. Hal ini wajar, kata Aria kepada wartawan, Jumat (19/4/2024).

Eric menegaskan, dirinya tidak meminta para bos BUMN membeli dolar. Aria juga memiliki kebijakan Kementerian Perekonomian dan Keuangan BUMN. Sindir Menko Erlanga.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto mengatakan perlunya penghematan penggunaan dolar AS. Menko Erlanga meminta pemanfaatan Pendapatan Devisa (DHE) bisa difasilitasi.

Menurut Aria, kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip Eric Tohir.

“Sebenarnya setahu saya Pak Eric, Pak Erlanga, dan Pak Suhasil setuju dengan apa yang disampaikan kementerian saya. Jadi tidak benar Pak Eric memanggil BUMN untuk membeli dolar, harusnya diselesaikan,” jelas Aria Sinulina.

 

Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Eric Tohir mewanti-wanti seluruh direksi BUMN agar mewaspadai dampak perang Iran dan Israel terhadap badan usaha milik negara (BUMN).

“Iya, bukan surat yang saya buat di tanda kutip. Iya, tapi WA untuk mengingatkan beberapa hal kepada direksi semua. Tentunya dalam dinamika global saat ini, dimana dollar AS kemungkinan besar akan menguat, kita harus memprediksi apa yang akan terjadi 5 bulan ke depan. akan menjadi. “Dolar jadi Apakah akan tetap baru? Apakah akan ada stabilitas? Lalu makanannya bisa apa, ”ujarnya di Kementerian BUMN, Rabu (17/4/2024). ).

Oleh karena itu, Eric mengaku, banyak direksi yang meminta untuk melihat beban operasional (OPEX) atau belanja modal (CAPEX).

Saya sudah minta banyak direksi untuk melihat opex, capex, tentunya kan? Lalu dia harus membayar utangnya, atau bisa ada rencana aksi korporasi,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, Eric meminta para pimpinan BUMN melakukan stress test terhadap masing-masing perusahaan untuk menilai kondisinya saat ini.

“Iya, itu juga termasuk stress test, artinya mengecek keadaan masing-masing perusahaan dalam dinamika hari ini. Bukan hanya dollar, supply chain, macam-macam. Makanya saya kirim WA-nya, bukan suratnya.” dia berkata.

Menteri BUMN menegaskan, pesan tersebut sudah disampaikannya kepada seluruh pimpinan BUMN. Lebih lanjut dia memerintahkan direksi untuk menyampaikan laporan kinerja kepada masing-masing BUMN dalam satu hingga dua minggu ke depan.

“Saya minta semua, semua direktur pelaksana, semua direktur keuangan, untuk mengingatkan Anda tentang risiko bisnis dan mencoba menyiapkan laporannya dalam satu atau dua minggu,” tutupnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *