Fri. Jul 19th, 2024

Argentina Tuduh Venezuela Putus Aliran Listrik ke Kedutaannya Pasca Pertemuan dengan Pemimpin Oposisi

matthewgenovesesongstudies.com, BUENOS AIRES – Argentina pada Selasa (26/3/2024) menuduh Venezuela memutus aliran listrik ke kedutaan besarnya di Caracas setelah misi diplomatik bertemu dengan para pemimpin oposisi di negara tersebut. Insiden ini merupakan tanda terbaru memburuknya hubungan antara pemerintah kedua negara Amerika Selatan yang secara ideologis berseberangan.

Kantor Presiden Argentina Javier Maile mengatakan dalam pernyataannya pada Senin (25/3) bahwa pemadaman listrik di kedutaan merupakan tindakan yang disengaja untuk membahayakan keselamatan personel diplomatik Argentina dan warga negara Venezuela yang dilindungi.

Menurut pernyataan yang sama, diplomat Argentina mengundang para pemimpin oposisi Venezuela ke misi tersebut karena kekhawatiran akan pelecehan dan pelecehan terhadap tokoh politik di Venezuela dan memburuknya situasi kelembagaan. Demikian dilansir CNN, Kamis (28/3)

Ketegangan antara Buenos Aires dan Caracas meningkat setelah presiden sosialis Venezuela Nicolas Maduro mengkritik kemenangan Maylay dalam pemilu November lalu dan mengklaim kelompok sayap kanan neo-Nazi telah memenangkan kekuasaan di Argentina.

Oposisi Venezuela menuduh pemerintahan Maduro menindas para pemimpin dan menghalangi kampanye yang bebas dan adil dalam pemilu Venezuela pada 28 Juli.

Maduro, yang memerintah Venezuela sejak kematian mentornya Hugo Chavez pada tahun 2013, mengumumkan pada 17 Maret bahwa ia akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan enam tahun berikutnya. Belum jelas apakah ia akan memberikan tantangan nyata.

Di bawah pemerintahan Maduro, Venezuela mengalami hiperinflasi dan keruntuhan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang diperburuk oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sektor minyak dan gas penting Venezuela pada tahun 2017.

AS mencabut beberapa tindakan hukuman terhadap Caracas pada akhir tahun 2023, tetapi menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap perusahaan pertambangan milik negara Venezuela pada bulan Januari setelah Maria Corina Machado dilarang beroperasi.

Kolombia dan Brazil mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa yang menyatakan keprihatinan mengenai kemampuan oposisi untuk bersaing secara adil dalam pemilihan presiden Venezuela mendatang.

Maduro sendiri mengkritik pemerintah asing yang mencoba mencampuri urusan dalam negeri Venezuela pada hari Selasa.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *