Fri. Jul 19th, 2024

Aviary Park, Pusat Konservasi Berbasis Edukasi dan Entertainment yang Cocok Jadi Destinasi Wisata Keluarga

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pusat Konservasi Aviary Park dibuka untuk umum pada Jumat, 22 Maret 2024. Saat ini merupakan ruang hijau di pusat kota Tangsel, pusat konservasi ini memiliki lima kebun binatang kecil. Ekosistem.

Kelima ekosistem tersebut antara lain gurun sabana, hutan hujan, rawa, dan danau. Setiap ekosistem memiliki hewan unik seperti burung, mamalia, termasuk kuda, ikan, kambing, pigmi, keledai, dan reptil. Oleh karena itu, Aviary Park bisa menjadi destinasi wisata berbasis edukasi pilihan yang terletak tidak jauh dari ibu kota.

Direktur PT Aviary Jaya Lestasi Michael Sumompouw mengatakan, pusat konservasi di Jl Bintaro Creative District no. 15 Bintaro Jaya menawarkan pengalaman mendalam yang menggabungkan hiburan dan pendidikan untuk keluarga yang berfokus pada alam, burung, dan hewan eksotis.

“Konsep konsepnya, pertama kita lihat gurun pasir, lalu gurun pasir, kalau hujan deras jadi savana, terus savana, kalau hujan deras jadi hutan hujan,” kata Michael Sumompouw lirih. peluncuran Pusat Konservasi Aviary Park di Bintaro Jumat (22/3). 

 

Pengunjung akan dapat berinteraksi langsung dengan satwa dari berbagai ekosistem di Aviary Park, kata Michael. Ia percaya bahwa tidak semua hewan harus dikurung.

“Ini adalah wisata keluarga sekaligus wisata sekolah karena kami juga melihat bahwa Tangsel memang merupakan pusat yang ada sekolah-sekolah disekitarnya, sehingga kami merasa tempat seperti itu benar-benar bisa memberikan Edukasi, karena kami juga berharap tidak semua, ujarnya. , “tidak semua hewan dikurung.”

Rupanya, ke depannya ia berharap bisa melepasliarkan satwa-satwa suaka tersebut ke alam liar.

“Kami juga berharap bisa melepasliarkan hewan-hewan di sini yang belum ditangkap masyarakat di sana. Memang butuh waktu dan butuh edukasi, tapi itu tujuan kami, harapan kami.”

 

Hadir dalam soft opening Aviary Park, Wali Kota Tangsel Benyamin mengaku senang dengan dibukanya pusat konservasi tersebut. Menurutnya, dengan adanya destinasi wisata baru ini, warga Tangsel tidak perlu lagi jauh-jauh untuk melihat satwa tersebut.

Harapan saya jadi destinasi wisata masyarakat Tangsel apalagi jangan jauh-jauh. Sekarang ke Bintaro saja kita akan melihat banyak satwa, kata Benyamin.

Seluas 5,9 hektar, Aviary Park juga memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, serta upaya perbaikan ekosistem dengan menanam 10.000 hingga 50.000 pohon. Pusat Konservasi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan konservasi keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *