Mon. Jul 15th, 2024

BEI Paparkan Tujuan Penerapan Papan Pemantauan Khusus

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Diantaranya Badan Pemantau Khusus (PPK) Tahap II dengan metode perdagangan full call Auction (FCA) yang menarik perhatian sejak digelar pada 25 Maret 2024, jelas Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak. Tujuan penggunaan papan pemantauan khusus ini.

Manajer Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, berdasarkan aturan bursa nomor I-X tentang penempatan daftar efek pada papan pemantau khusus, terdapat 11 tata cara penempatan saham perusahaan yang tercatat pada papan khusus.

Proses-proses tersebut tidak hanya terkait dengan situasi awal/keuangan tetapi hal-hal lain, termasuk pembayaran biaya dan pemenuhan persyaratan untuk tetap tercatat di bursa untuk mendapatkan kebebasan beredar dan jumlah pemegang saham, kata Newman kepada wartawan. Jumat (4/5/2024).

Menurutnya, ada banyak tujuan penggunaan dashboard khusus. Tujuan ini mencakup peningkatan perlindungan pemilik dengan menempatkan unit yang memenuhi kriteria tertentu pada papan listing terpisah. “Sehingga investor memiliki informasi yang cukup sebelum berinvestasi,” ujarnya.

Selain itu, tingkatkan likuiditas perdagangan dan perdagangan terutama saham-saham dengan frekuensi perdagangan rendah dan harga saham di Rp 50. Kemudian kurangi volatilitas dengan menggunakan resistensi otomatis kecil. Selain itu, penerapan praktik terbaik dan standar umum juga hadir dalam perubahan lainnya.

Newman menambahkan, penerapan dewan pengawasan khusus ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada investor untuk melakukan transaksi sebelum saham tersebut ditangguhkan dan ditarik. Selain itu, dashboard khusus ini juga menambah transparansi terkait status emiten.

“Mengurangi manipulasi harga dan penemuan harga paling cocok untuk saham-saham yang likuiditasnya rendah dengan menjual secara periodik call lelang,” tambahnya.

11 nilai saham yang termasuk dalam tabel pencarian dasar meliputi:

1. Rata-rata harga saham selama enam bulan terakhir di pasar reguler dan/atau pasar lelang berkala reguler lebih rendah dari Rp51,00;

2. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit mendapat opini keamanan;

3. Tidak ada pendapatan yang dicatat atau tidak ada perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir yang diaudit dan/atau laporan keuangan interim dibandingkan dengan laporan keuangan yang diposting;

4. Perusahaan pertambangan mineral dan batubara yang sampai dengan tahun keempat sejak tercatat di bursa belum memperoleh pendapatan dari kegiatan utamanya;

5. Terdapat saldo negatif pada laporan keuangan akhir;

6. Tidak memenuhi persyaratan untuk tetap tercatat di bursa efek sebagaimana diatur dalam peraturan nomor I-A dan I-V (masyarakat umum);

7. Memiliki likuiditas rendah dengan rata-rata nilai perdagangan harian kurang dari Rp5.000.000,00 dan rata-rata volume perdagangan harian kurang dari 10.000 lembar saham selama enam bulan terakhir di pasar reguler dan/atau pasar lelang berkala reguler;

8. Perusahaan terdaftar dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), pailit, atau likuidasi;

9. Anak perusahaan yang mempunyai pendapatan tinggi, atau permohonan PKPU, pailit atau pembatalan rencana;

.

11. Ketentuan tambahan ditetapkan bursa setelah mendapat persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan.

 

BEI melakukan pengawasan putaran kedua dengan metode pengumpulan panggilan yang komprehensif dari waktu ke waktu sesuai dengan undang-undang nomor I-X tentang Penempatan Efek pada papan pemantau khusus serta nomor pemberitahuan Peng-00001/BEI.PB1/03 -2024 bulan Maret. 20 2024.

Papan pemantau khusus merupakan papan pencatatan bagi perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan BEI. Penyelenggaraan Badan Pemantau Khusus Tahap II (Lelang Panggilan Berkala Penuh) merupakan lanjutan dari Badan Pemantau Khusus tahap pertama (Lelang Panggilan Hybrid) yang dilaksanakan mulai tanggal 12 Juni 2023.

Penerapan dewan pengawas khusus ini bertujuan untuk memberikan segmentasi penting dalam hal strategi investasi investor dan untuk meningkatkan kekayaan saham dalam beberapa hal sebagai upaya untuk meningkatkan perlindungan pemegang saham di pasar Indonesia. Dalam pelaksanaan lelang periodik penuh, seluruh saham yang masuk dalam daftar pantauan khusus dijual dalam lelang berkala yang terdiri atas lima kali lelang dalam satu hari.

Seperti disebutkan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons kritik para petani terkait penerapan Jadwal Pengawasan Khusus Bagian II (lelang berkala penuh) yang akan dimulai pada Senin, 25 Maret 2024.

Berdasarkan halaman petisi change.org yang diposting awal pekan ini, vendor mengkritik peraturan komprehensif dewan lelang. Investor beranggapan saham yang diikutsertakan dalam proses lelang penuh tidak akan ditawar.

“Regulasi ini menjadikan pasar keuangan tidak stabil dan sulit diprediksi, lebih seperti permainan judi dan bukan investasi jangka panjang yang seharusnya aman dan dapat diprediksi,” ujarnya di laman change.org.

Petisi tersebut memiliki 3.688 tanda tangan pada saat penulisan.

Direktur Penjualan dan Penempatan Anggota Bursa BEI Irvan Suzandi mengatakan, lembaga pemantauan khusus (full periodik call lelang) merupakan pengembangan lain dari hybrid mobile trading yang dikembangkan BEI untuk melindungi investor.

Saham-saham yang masuk dalam daftar pemantauan khusus adalah saham-saham dengan metode prioritas atau likuid sebagaimana tercantum dalam peraturan nomor I-X tentang pencantuman efek bersifat ekuitas dalam daftar pemantauan khusus.

“Dengan metode perdagangan ini diharapkan pembentukan harga menjadi tepat karena memperhitungkan seluruh pesanan yang ada di buku pesanan, sehingga memberikan perlindungan kepada investor dari potensi pesanan agresif yang masuk ke pasar,” ujarnya, seperti diberitakan . Rabu. 27./3/2024).

 

Namun dia mengatakan, harga minimum yang berlaku untuk saham-saham di papan pantau khusus adalah Rp1. “Otomatis harian penolakan yang kami minta untuk saham-saham di papan ini lebih kecil dibandingkan yang lain, yakni 10 persen,” ujarnya.

“Melalui mekanisme ini, kami berharap saham-saham tersebut dapat dijual lebih banyak sesuai nilai wajarnya yang informasinya dapat dilihat melalui Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV),” imbuhnya.

Irvan meyakini IEP dan IEV bisa menjadi referensi bagi investor. Dia mencontohkan, jika sebelum dimulainya pembukaan dan penutupan tidak ada shadow order book tetapi ada IEP dan IEV, maka trader akan mempunyai acuan harga yang bisa dibuat dan kuantitas yang tersedia. Hal yang sama berlaku untuk dewan yang mengawasi kualitas, katanya.

Irwan mengatakan investor dapat merujuk pada kolom IEP dan IEV yang juga tersedia di IDX Mobile untuk melakukan pemesanan di papan pemantau saham penting.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *