Fri. Jul 19th, 2024

Bola Ganjil: Semua Halal di Sepak Bola, Ubah Ukuran Lapangan demi Kemenangan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Berbagai cara disiapkan dalam upaya memenangkan pertandingan sepak bola. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan mencoba melemahkan lawan.

Beberapa melakukan ini dengan mengembangkan strategi permainan. Mark Hughes adalah yang lainnya. Saat menjadi manajer timnas Wales, ia memerintahkan pejabat Stadion Millennium untuk mengubah ukuran lapangan.

Hughes meminta agar lapangan dikurangi seminimal mungkin. Sosok yang juga pernah membesut Manchester City itu pun meminta agar rumputnya tidak dipotong.

Semua langkah itu dilakukan sebelum Wales menghadapi Brasil dalam laga uji coba, 23 Mei 2000. Dengan memperkecil panjang lapangan, Hughes ingin menetralisir permainan sayap Selecao yang memiliki pemain sayap kelas dunia.

Sementara itu, rumput tinggi diperkirakan akan menghambat permainan bola pendek Brasil. “Saya ingin semuanya menguntungkan kami, bukan untuk lawan. Saya melihat peraturan dan melihat batasan minimal ukuran lapangan,” kata Hughes, menurut laporan Guardian.

Saya minta seluruh pemain bekerja keras dan mengejar setiap bola. Kalau lapangannya besar, pekerjaannya akan lebih sulit, lanjutnya.

 

Permintaan Hughes bisa dimaklumi karena kekuatan kedua tim yang timpang. Kemudian Brasil menduduki puncak daftar peringkat FIFA. Sementara Wales terdampar di peringkat 101, bersaing dengan Vietnam dan Barbados.

Dia juga merujuk pada pengalaman masa lalu. Wales berhasil mengalahkan Brasil pada kunjungan sebelumnya pada tahun 1991 di lapangan sempit dengan rumput panjang.

Sayangnya, pendekatan Hughes tidak membuahkan hasil positif. Brasil terbukti terlalu sulit bagi Wales, menang 3-0 berkat gol Giovane Elber, Rivaldo, dan Cafu.

Hughes bukanlah pelatih pertama dan tentunya bukan yang terakhir menerapkan kebijakan tersebut. Pada putaran pertama Piala Champions 1987/1988, kapten Glasgow Rangers Graeme Souness memperkecil ukuran lapangan Stadion Ibrox untuk mengurangi gaya permainan juara Uni Soviet Dynamo Kiev yang disutradarai Valery Lobanovskyi.

Taktik itu berhasil. Mereka membalikkan defisit 0-1 untuk unggul agregat 2-1.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *