Thu. Jul 18th, 2024

Cuaca Indonesia Hari Ini Jumat 10 Mei 2024: Langit Pagi Diprediksi Cenderung Cerah Berawan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Jelang akhir pekan, Jumat (5 Oktober 2024), langit pagi di Indonesia diperkirakan cerah sebagian, berawan, sebagian berawan, dan berkabut disertai hujan dengan intensitas sedang. Ini adalah ramalan cuaca hari ini untuk Indonesia.

Badan Meteorologi (BMKG) melaporkan cuaca Indonesia pagi ini diperkirakan hanya akan menunjukkan hujan ringan di Bengkulu dan Jambi.

Siang ini langit Indonesia diperkirakan cerah, berawan, berawan sebagian, disertai hujan ringan hingga sedang dan badai petir.

Hujan ringan diperkirakan terjadi di Gorontalo, Bandung, Pangkalpinang, Tanjung Pinang, Mataram, Kota Jayapura, Manokwari, Mamuju, Makassar, dan Palembang siang ini.

Hujan sedang diperkirakan terjadi di Medan sore ini dan peringatan badai petir telah dikeluarkan untuk Jambi, Banjarmasin, dan Pekanbaru.

Malam ini, BMKG memperkirakan wilayah Indonesia cerah, berawan, berawan sebagian, hujan ringan hingga sedang, dan petir.

Hujan ringan diperkirakan terjadi di Serang, Palangkaraya, dan Manokwari malam ini, sementara peringatan badai petir terjadi di Bengkulu, Jambi, dan Pekanbaru.

Berikut informasi prakiraan cuaca keseluruhan Indonesia yang dikutip matthewgenovesesongstudies.com dari situs resmi BMKG www.bmkg.go.id. Kota Pagi Sore Sore Banda Aceh Cerah Berawan Jelas Berawan Berawan Jelas Berawan Sloudunnyou S Cerah dan Berawan Jelas Berawan Hujan Ringan Bengkulu Hujan Ringan Berawan Badai Petir Yogyakarta Jelas Berawan Jelas Berawan Jakarta Pusat Jelas Berawan Berawan Ambient Jelas Gorontalo Cerah Hujan Cerah Guntur Bandan Berawan Matahari Hujan Ringan Hujan Semarang Cerah Cerah Tiuni P Hujan Banjarmasin Hujan Hujan Jernih Hujan Pankaraya Hujan Jernih Jernih Jernih Pangkal Pinang Hujan Berawan Hujan Tanjung Pinang Hujan Mudah Hujan Bandar Lampu ng Cerah Berawan Cerah Berawan Ambon Berawan Ai Berawan Jernih Berawan Berawan Matahari Berawan Mataram Cerah Berawan Hujan Ringan Berawan Kupang Cerah dan Berawan Matahari Berawan Matahari Berawan Jayapura Jayapura Berawan Berawan Pekanbaru. Berawan Cerah Berawan Padang Berawan Berawan Berawan Palembang Cerah Berawan Hujan Sebagian Berawan Medan Cerah Berawan Hujan Sebagian Hujan Sebagian Hujan Sebagian Berawan Sebagian

Sebelumnya, Kepala Departemen Meteorologi, Iklim, dan Geofisika Dwikorita Karnawati menegaskan, cuaca panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini bukan akibat gelombang panas.

Dijelaskannya, berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu yang dilakukan BMKG, fenomena cuaca panas tersebut tidak dapat digolongkan sebagai gelombang panas.

“Benar. Gelombang panas saat ini sedang melanda berbagai negara Asia, termasuk Thailand, dengan suhu tertinggi mencapai 52°C. Suhu di Kamboja mencapai 43°C minggu ini, tertinggi dalam 170 tahun.” kata Dwikorita kepada wartawan, Senin, 6 Mei 2024.

Namun yang terjadi di Indonesia khususnya bukanlah gelombang panas, melainkan suhu panas secara umum, lanjutnya.

Dwikorita menjelaskan, kondisi laut di sekitar Indonesia dengan suhu lautan yang hangat dan daerah pegunungan menyebabkan pergerakan udara meningkat.

“Jadi kenaikan suhu ekstrem bisa dimitigasi dengan hujan lebat secara berkala yang mendinginkan permukaan. Hal inilah yang mencegah terjadinya gelombang panas di kepulauan Indonesia,” jelasnya.

Dwikorita mengatakan, peristiwa suhu tinggi yang terjadi akibat pemanasan permukaan akibat berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya curah hujan.

“Ini adalah situasi menyesakkan yang sama yang dialami masyarakat Indonesia akhir-akhir ini,” ujarnya.

Hal ini juga biasa terjadi pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau karena efek gabungan dari pemanasan permukaan dan kelembapan yang masih relatif tinggi pada masa peralihan ini, ujarnya.

“Masa transisi ini biasanya ditandai dengan pagi hari yang cerah, siang hari yang panas disertai pertumbuhan awan yang cepat disertai suhu yang meningkat, dan hujan pada sore atau sore hari,” jelasnya.

Sementara itu, cuaca panas serupa juga bisa dirasakan pada malam hari meski langit tertutup awan dengan suhu dan kelembapan relatif tinggi.

Ditambah lagi, saat hujan mulai turun, udara berangsur-angsur menjadi lebih dingin, kata Dwikorita.

Sementara itu, Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan suhu tertinggi di Indonesia pada pekan lalu tercatat 37,8°C di Palu pada 23 April.

“Suhu tertinggi melebihi 36,5°C juga tercatat di beberapa lokasi lain, yakni di Medan, Sumatera Utara, pada 21 April mencapai 37,0°C, dan di Saumlaki, Maluku, mencapai maksimum 37,8°C.” Pada tanggal 23 April suhu di Sulawesi Tengah mencapai 36,8°C di Palu,” ujarnya.

Ardhasena mengatakan, hasil pemantauan jaringan observasi BMKG menunjukkan hingga awal Mei 2024, baru 8% wilayah Indonesia (56 zona musiman atau ZOM) yang memasuki musim kemarau.

Daerah yang sudah memasuki musim kemarau antara lain sebagian Aceh, sebagian Sumatera bagian utara, Riau bagian utara, sekitar Pangandaran, Jawa Barat, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Maluku bagian utara.

Bulan depan, sebagian wilayah Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, Maluku, serta Papua bagian timur dan selatan akan memasuki musim kemarau.

Namun sekitar 76% wilayah Indonesia (ZOM 530) masih musim hujan, jelas Ardhasena.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *