Sat. Jul 13th, 2024

Emiten WIM Incar Laba Melompat 618% di Tahun Ini

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Wahana Inti Makmur Tbk (WIM/NASI), produsen dan distributor beras, menargetkan mampu meningkatkan laba bersih pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh peningkatan jumlah penduduk yang meningkatkan permintaan terhadap beras.

Selain itu, kebutuhan akan beras khusus semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat. Hal ini akan membuka peluang bagi perusahaan untuk menaklukkan pasar yang lebih besar.

Wahana Inti Makmur menargetkan pertumbuhan penjualan 10% menjadi Rp 87 miliar pada tahun 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 79 miliar, laba bersih meningkat 618% menjadi Rp 2,6 miliar dari Rp 362 juta.

CEO WIM, Piero Mustafa, mengatakan perseroan akan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan menambah perhatian pada segmen pelanggan dengan keuntungan lebih tinggi, seperti restoran, untuk meningkatkan fungsi keuangan dan administrasi.

 

 

Kemudian memasuki pasar tradisional (perdagangan umum), meningkatkan efisiensi produksi dan operasional, serta meningkatkan dan memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Perusahaan juga menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan, seperti memberikan pelayanan dan upaya terbaik, menerapkan pengendalian kualitas bahan baku, meningkatkan penggunaan mesin berteknologi tinggi, mempertahankan penggunaan teknologi pengemasan terkini.

“Selain itu, perusahaan menyediakan produk beras dengan banyak pilihan, mengutamakan private label dan customized product, serta memastikan semua produk beras memiliki hak jual dan perjanjian distribusi, menekankan pada area komersial, mengedepankan pertanian plasma,” kata Piero.

Saat ini WIM menjual beras medium dan beras spesial dengan perbandingan 50:50. Merek beras WIM antara lain Dua Tani, Baroma, Hideaki, Kiyoshi, Yonggi dan Taeyangssal.

Produk perusahaan dijual melalui pasar segar, toko umum, hotel, rumah makan dan rumah makan (restoran), pengecer lokal dan online, serta perorangan.

Piero juga mengatakan, permasalahan dan tantangan yang dihadapi perusahaan pada tahun 2024 adalah kendala yang berulang setiap tahunnya, yaitu perbedaan pasokan dan harga beras, peningkatan biaya penanganan terutama biaya pengiriman, seperti jumlah yang tepat. dan harga. kualitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Piero, perusahaan akan mengkaji secara dini cara panen di berbagai produksi padi dan tanaman padi yang ada di pasaran serta mempersiapkan pasokan beras untuk menghadapi situasi negatif yang terjadi.

“Perusahaan juga akan menyesuaikan rute dan jadwal pengiriman agar lebih efisien. Perusahaan akan terus memberikan pelatihan-pelatihan yang diperlukan kepada karyawan secara rutin,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *