Thu. Jul 18th, 2024

Gelar Media Gathering, BP2MI Berkomitmen Tingkatkan Literasi Masyarakat

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Transformasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di bawah Benny Ramdani sebagai Kepala BP2MI menjadi sebuah warisan tersendiri. Hal ini terjadi di semua bidang pelayanan publik. Apalagi saat berupaya mengajak media atau jurnalis untuk memperkenalkan program BP2MI kepada masyarakat.

Capaian tersebut salah satunya ditandai dengan dilaksanakannya temu media yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan Humas BP2MI. Pertemuan dengan media dalam rangka BP2MI yang dilaksanakan di Bumi Gumati Bogor, Jawa Barat pada Rabu (19/6/2024) dan evaluasi kerja Biro Hukum dan Humas.

Kepada wartawan, Ketua BP2MI Benny Rahamdani menyampaikan niatnya untuk terus meningkatkan kualitas literasi dari narasumber dan berbagai praktisi untuk memperluas masa depan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Menurut saya, kuat tidaknya suatu negara tergantung pada dua hal. Pertama mata uangnya, kedua persnya. Indonesia punya sejarahnya sendiri, pers menyampaikan keinginan masyarakat dan membentuk lembaga-lembaga negara. Itu saja. Terima kasih , rekan-rekan, saya mengapresiasi keinginan, kritik dan terima kasih, kami bekerja demi kesejahteraan PMI dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Benny.

Di sisi lain, yang diambil dari kegiatan Media Gathering ini adalah tanggapan sejumlah jurnalis terhadap BP2MI. Diantaranya, jurnalis Media iNews, Anton, menyoroti topik Media Gathering, yaitu kisah pekerja migran Indonesia.

“Dari segi mengkomunikasikan peristiwa tersebut kepada masyarakat, BP2MI harus diperhatikan dari segi permasalahan dan penerapannya, artinya harus bersifat universal. Karena BP2MI melakukan banyak hal, tidak hanya sekedar membiarkan G to G,” tegas Anxon.

Selain itu, menurut Agung dari Detik.com, selama bertahun-tahun, BP2MI telah melakukan penelitian menarik tentang TPPO, penggerebekan terhadap tempat perlindungan CPMI ilegal, dan perang global melawan sindikat. untuk hasil yang lebih baik. Sindikat penempatan dan mafia harus ditindak.

“Pemberantasan calo dan sindikat sebaiknya dilakukan dari desa-desa. Hal ini menunjukkan bahwa BP2MI juga melakukan upaya preventif di hulu, namun tercakup dalam prosedur pelepasan sehingga terkesan hanya berperan di tingkat bawah. katanya. Agung.

 

Acara peningkatan kapasitas melalui Media Gathering tersebut diresmikan oleh Kepala Perwakilan BP2MI, Plt Sekretaris Jenderal BP2MI, Irjen Polisi Ketut Suardana. Men Ketut PMI berperan memastikan perang gong terhadap sindikat penempatan ilegal tidak dibungkam. Karena pekerjaan kemanusiaan adalah pekerjaan yang sangat penting.

“Kita perlu sampaikan kepada masyarakat bahwa saat ini seluruh jajaran BP2MI sedang memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Mungkin perang kita belum maksimal karena BP2MI bukan lembaga penegak hukum. Jadi perang kita adalah menyebarkan informasi. Media, Kata Ketut Suardana..

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *