Tue. Jul 16th, 2024

Gelombang Panas Membunuh 56 Orang di India pada Maret-Mei 2024

matthewgenovesesongstudies.com, New Delhi – India menghadapi hampir 25.000 kasus dugaan malaria, dengan 56 orang kehilangan nyawa setelah gelombang panas melanda negara itu dari Maret hingga Mei. Hal ini menurut laporan media lokal yang mengutip sumber pemerintah.

Sedikitnya 33 orang, termasuk petugas pemilu, tewas akibat serangan panas yang diyakini terjadi di negara bagian Uttar Pradesh, Bihar dan Odisha pada Jumat (31/5/2024).

Situs berita Print melaporkan bahwa data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (NCDC) menunjukkan bahwa bulan Mei adalah bulan terburuk yang pernah tercatat, dengan 46 orang meninggal karena sengatan panas dan 19.189 orang diduga menderita penyakit demam sengatan panas. Demikian dilansir CNA, Selasa (4/6).

Lebih dari 5.000 kasus stroke telah didiagnosis di negara bagian Madhya Pradesh saja.

Kantor dinas cuaca memperkirakan suhu tidak akan terlalu parah hingga Rabu (5/6). Datangnya musim hujan lebih awal di negara bagian Kerala pada minggu lalu diharapkan dapat membantu lebih lanjut.

Juga pada bulan Mei, suhu di ibu kota India dan negara bagian tetangganya, Rajasthan, mencapai 50 derajat Celcius.

Di sisi lain, India bagian timur diguncang dampak Topan Remal. Hujan lebat di negara bagian Assam telah menewaskan 14 orang sejak Selasa (28/5).

Di Sri Lanka, Pusat Manajemen Bencana (DMC) negara tersebut pada Minggu (2/6) menyatakan sedikitnya 15 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor setelah hujan lebat.

Berbagai faktor menyebabkan panas ekstrem di Asia Selatan, yang menurut para ilmuwan disebabkan oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *