Tue. Jul 23rd, 2024

IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Pasar Saham Indonesia Masih Menarik?

By admin Jul10,2024 #ekonomi #IHSG #Pasar saham #PDB #Saham

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Indeks Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi baru. IHSG naik 0,16% menjadi 7433,31 pada Kamis 14 Maret 2024.

Kepala Riset Institusional PT Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy mengatakan pasar saham dalam negeri masih menarik bagi investor asing. Meskipun terdapat tanda-tanda gejolak perekonomian, namun hal tersebut belum terwujud sehingga investor masih tetap mempertahankan investasinya di Indonesia.

“Kami melihat 7.400 hits di IHSG minggu lalu pada hari Jumat. Kemudian dilanjutkan lagi pada 74040. Kami telah melihat bahwa ini bukan saatnya bagi investor untuk melepaskan ekuitasnya, dan mereka masih membiarkan cloud ini menguat. “Ketika masyarakat mulai panik, mereka mulai mengencangkan sabuk pengamannya,” ujarnya, Kamis (14/3/2024) di SimInvest, situs update pasar obligasi.

“Jadi kami melihat masih ada jarak antara harga tertinggi kita saat ini dengan volatilitas yang terjadi setelahnya,” tambah Isfan.

Isfan misalnya, mengatakan investor menunggu data PDB domestik kuartal I 2024. Sebab meski neraca perdagangan diperkirakan menyusut signifikan pada Januari, namun investor masih bertahan. Menurut Isfan, investor melihat hal tersebut sebagai mood sementara di pasar saham.

“Dalam pandangan kami, data triwulanan sangat penting dalam menunjukkan arah perekonomian. Data ekonomi, termasuk DFP (PDB) kuartal pertama, biasanya dirilis pada bulan April. Kita lihat apakah ini menjadi titik balik dan apakah investor akan tetap membayar modal Indonesia,” kata Isfan.

 

Isfhan menjelaskan, sebelum adanya wabah Covid-19, investor asing lebih memilih pasar saham dibandingkan pasar obligasi dalam negeri. Hal ini tercermin dari jumlah kumulatif penanaman modal asing sepanjang tahun 2021 hingga Februari 2024 yang mencatat rekor perolehan bersih asing mencapai Rp 120 triliun.

Pada saat yang sama, terjadi penjualan bersih obligasi pemerintah sebesar Rp 97 triliun pada periode yang sama. Isfan menambahkan: “Jadi kita akan melihat peningkatan nyata dalam minat investor asing pada tahun 2023. Namun pada tahun 2024, kita dapat melihat penurunan pembelian asing.”

Synarmas Securitas memperkirakan IHSG bisa mencapai level 8.150 pada 2024. Isfan menjelaskan, diperlukan dua kerangka waktu untuk mencapai level tersebut.

“Kami targetkan 7.800 hingga 8.150,” ujarnya. Namun kita mungkin memerlukan dua kerangka waktu untuk mencapai hal ini. “Jadi kami tidak melihat hal itu terjadi dalam waktu dekat.”

Periode yang disebutkan adalah bulan Februari sampai Juli dan Juli sampai Desember. Februari-Juli, IHSG diperkirakan 7.400 dengan skenario pemilu tunggal. Sedangkan target Juli hingga Desember mungkin 7.800 hingga 8.150.

 

Sebelumnya, setelah jeda panjang, Indeks Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam pada perdagangan Rabu (13/3/2024). IHSG bahkan memecahkan rekor baru.

IHSG naik 0,53 persen menjadi 7.421,20 menurut data RTI. Indeks LQ45 naik 0,31% menjadi 1.003,47. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona hijau.

Setelah jeda panjang, IHSG mencapai level tertinggi 7441,61 dan terendah 7392,01. Sebanyak 208 saham menguat dan menopang IHSG. Namun, 334 saham tergelincir sehingga membuat IHSG tidak menguat. 233 saham tetap pada posisinya.

Total frekuensi perdagangan sebanyak 1,318,911 kali, dan nilai perdagangan 17.7 miliar. Nilai perdagangan harian saham tersebut sebesar Rp 20,5 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupee berada di kisaran 15.547.

Sebagian besar sektor ekuitas (IDX-IC) melonjak. Sektor saham inti mencatatkan penguatan terbesar, naik 2,61%. Selain itu, sektor non-siklikal meningkat sebesar 0,11%, sektor siklikal sebesar 0,32%, dan sektor kesehatan sebesar 0,74%. Setelahnya, saham finansial menguat 0,58% dan saham infrastruktur menguat 0,96%.

 

Sementara sektor energi turun 2,4%, sektor teknologi turun 1,64%, dan sektor industri turun 0,80%. Selain itu, sektor real estate melemah 0,23%, sedangkan sektor transportasi melemah 0,43%.

Saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) diperdagangkan Rp 7 triliun di pasar perdagangan. Saham MFIN menguat 7,39% ke Rp 327 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak delapan kali dan volume perdagangan mencapai 21.360.385 lembar saham.

Sedangkan harga saham MFIN naik 2,24% menjadi Rp 3190 di pasar reguler. Saham MFIN mulai menetap di Rp 3.120 per saham. Harga saham MFIN tertinggi Rp 3220 dan terendah Rp 3220. Total frekuensi perdagangan sebanyak 729 kali dan volume perdagangan mencapai 21.504.918 lembar saham. Nilai bisnisnya Rp 7,1 triliun.

Herditya Wicaksana, Analis PT MNC Sekuritas, mengatakan pergerakan IHSG secara teknikal masih bullish, sebagian besar didorong oleh penguatan pasar saham global.

Saat dihubungi matthewgenovesesongstudies.com, ia mengatakan, “Pergerakan harga komoditas belakangan ini turut menghidupkan kembali aktivitas emiten di IHSG. Dari dalam negeri, kami memperkirakan pembayaran dividen bank pada bulan Maret juga akan menjadi sentimen positif bagi IHSG.”

Herditya mengatakan IHSG berpeluang menguat dengan support di 7.370 dan resistance di 7.450.

“Kami perkirakan pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh harga komoditas, dimana investor masih mencermati data perekonomian AS setelah data inflasi kemarin meningkat,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *