Mon. Jul 15th, 2024

Indo American Seafoods Incar Modal Rp 72,5 Miliar Melalui IPO

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Indo American Sea Foods Tbk (ISEA) akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam penawaran umum perdana (IPO).

Berdasarkan perjanjian tersebut, Indian American Seafoods akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 290 juta saham dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 20,86 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca IPO.

Diskonnya dipatok Rp 220-250 per saham. Jadi perseroan berpotensi mengantongi $72,5 miliar dari IPO.

Pada saat yang sama, Indian American Seafoods akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 145 juta waran Seri I dengan saham yang diusulkan, atau sebanyak-banyaknya 13,18% dari jumlah saham yang beredar dan disetor penuh dalam pernyataan pendaftaran IPO ini.

Waran Seri 1 diterbitkan sebagai insentif kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal penerbitan.

Setiap 2 saham yang diterbitkan Perseroan berhak atas 1 Waran Seri I dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya atas 1 Saham Perseroan reguler baru dalam portepel dengan nilai nominal Rp50. 224 harga pelaksanaan per saham.

Waran Seri I dapat dilaksanakan 6 bulan atau lebih setelah diterbitkan dan dapat dilaksanakan mulai tanggal 6 Januari 2025 sampai dengan tanggal 7 Juli 2025. Penerimaan bruto tertinggi dari pelaksanaan penjaminan Seri S I sebesar Rp32,48 miliar.

 

 

Perseroan berencana membeli 90 persen bahan baku hasil IPO. Bahan baku langsung termasuk pembelian sampo.

Sementara itu, penunjang bahan baku meliputi namun tidak terbatas pada master carton, poly box, tray, bubuk dan bahan tambahan pangan dari pemasok berupa penjual perseorangan atau penjual berbadan hukum.

Sebanyak 5 persen dana IPO akan digunakan untuk biaya penjualan dan pemasaran. Kemudian 4,85 persen digunakan untuk biaya pemeliharaan dan biaya utilitas. Sisanya akan digunakan untuk pengeluaran kantor terutama untuk pembelian dan pemasangan peralatan elektronik serta penunjang lainnya yang diperlukan untuk menunjang operasional kantor organisasi. 

 

 

Seluruh dana yang diterima dari Waran Seri I akan digunakan untuk modal kerja. Pasca IPO, manajemen perseroan berencana membagikan dividen tunai maksimal 30 persen pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024 dan membagikannya pada 2025.

Saham Perseroan tunduk pada arus kas dan rencana investasi Perseroan, peraturan perundang-undangan Indonesia dan persyaratan lainnya.

Berikut jadwal IPO Prospektus Perusahaan PT Indo American Sea Foods Tbk dari laman e-PO yang akan dimulai pada Jumat (14/6/2024): Periode Penawaran Perdana: 14 – 24 Juni 2024

Tanggal efektif: 27 Juni 2024

Masa Penawaran Umum: 1 Juli s/d 3 Juli 2024

Tanggal Penjatahan: 3 Juli 2024

Tanggal pendistribusian e-KTP : 4 Juli 2024

Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 5 Juli 2024

Tanggal awal perdagangan Waran Seri I: 5 Juli 2024

Saya jamin hari pertama latihan rutin: 6 Januari 2025

Surat Berakhirnya Usaha Seri I

– Pasar standar dan negosiasi: 2 Juli 2026

– Pasar uang: 4 Juli 2026

Saya menjamin akhir rangkaian latihan: 7 Juli

Tanggal Berakhirnya Waran Seri 1 : 7 Juli 2025

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada beberapa perusahaan yang sedang dalam jalur penawaran umum perdana (IPO).

Per 31 Mei 2024, terdapat 24 perusahaan yang tercatat di bursa. Dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp 3,88 triliun. Direktur Harga Perusahaan BEI 1 Gede Nyoman mengatakan, saat ini ada 37 perusahaan yang siap tercatat di bursa.

Dari segi aset, perusahaan menengah masih dominan. Sedangkan dari sisi sektor, sebagian besar berasal dari sektor konsumen non-siklus.

“Sejauh ini ada 37 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Newman kepada wartawan, Senin (3/6/2024).

Merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 8 perusahaan dengan aset besar lebih dari 250 miliar dolar. Kemudian 24 perusahaan menengah antara 50 miliar birr dan 250 miliar birr. Lima perusahaan sisanya memiliki aset kurang dari $50 miliar.

Sedangkan rincian sektornya adalah sebagai berikut.

• 2 perusahaan dari sektor bahan baku

• 5 perusahaan dari sektor siklus konsumen

• 9 perusahaan dari sektor konsumen non-siklus

• 2 perusahaan dari sektor energi

• 1 perusahaan dari sektor keuangan

• 3 perusahaan dari bidang kesehatan

• 6 perusahaan dari sektor industri

• 1 perusahaan dari sektor infrastruktur

• 3 perusahaan dari sektor real estate dan real estate

• 4 perusahaan di bidang teknologi

• 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

 

 

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *