Tue. Jul 23rd, 2024

Indonesia Nomor 1 di ASEAN yang Pentingkan Pendidikan Agama untuk Anak

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Di tengah serangan modern dan keagamaan, Indonesia menjadi negara di kawasan ASEAN yang mengutamakan pendidikan agama bagi anak.

Hal ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh HILL ASEAN dan hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan agama sebagai kunci menjadi manusia yang baik dan berbudi luhur.

Kajian ini disampaikan oleh Eka Haritsyah selaku Direktur Perencanaan HILL ASEAN pada HILL ASEAN FORUM 2024 yang diselenggarakan di Soehanna Hall, SCBD, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2024.

“83,9 persen orang tua di Indonesia merasa pendidikan agama sangat penting bagi keluarga. Ini persentase tertinggi di ASEAN,” kata Ika. 

Dalam pemaparan kajiannya, dipaparkan beberapa makalah penelitian dimana orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang religius, bertakwa atau taat beragama dalam perspektif Islam.

Meski demikian, bukan berarti orang tua di Indonesia masih konservatif atau kolot. Bahkan, Indonesia juga menduduki peringkat pertama di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam hal orang tua menanamkan nilai-nilai baru dalam kehidupan anak, sebesar 60 persen.

Hal ini menyebabkan sebagian besar orang tua di Indonesia menganut sistem pengasuhan progresif, dimana mereka menciptakan gaya pengasuhan sendiri, namun tetap berpegang pada tradisi agama dan keyakinan.

Sementara itu, Ketua Hakuhodo International Indonesia, Irfan Ramli, mengatakan: “Studi ini menemukan bahwa keluarga Indonesia disebut ‘self-surban’, karena menekankan keseimbangan antara isu-isu modern dan kepercayaan tradisional serta dikorbankan demi agama atau kepercayaan, generasi. dan keluarga.”

Orang tua di Indonesia juga mulai memberikan kebebasan pada anak untuk menentukan pilihan dalam hidupnya. Hal ini mungkin menjadi bukti bahwa sikap konservatif di kalangan orang tua Indonesia juga mulai menurun.

Reza Piperianto, ketua HILL ASEAN Strategy Group mengatakan, “Keluarga di Indonesia sedang bergerak menuju aliansi keluarga bersama, karena orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memilih jalan mereka sendiri di luar kehidupan dan karier tradisional.”

Orang tua juga mulai mempertimbangkan pendapat anak ketika mengambil keputusan keluarga, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Hal ini bermula dari keinginan orang tua untuk mengutamakan kebahagiaan anaknya.

Perkembangan anak dalam keluarga Indonesia telah mencapai titik dimana orang tua memandang anak sebagai mitra atau individu yang memiliki peran penting dalam keluarga. Anak tidak lagi dihargai sebagai “kegiatan” di mana orang tua mengambil semua keputusan. 

Hal ini juga mengubah cara pembagian pekerjaan dalam keluarga, “60,1 persen orang tua di Indonesia percaya bahwa setiap anggota keluarga dapat melakukan pekerjaan yang paling sesuai, tanpa memandang usia atau jenis kelamin,” kata Riza.

Hal ini menunjukkan bahwa seluruh anggota keluarga mempunyai kedudukan dan status yang sama. Namun, tetap hormati orang yang lebih tua.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *