Sat. Jul 13th, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) buka suara terkait pemberitaan kebocoran data di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang dilakukan orang yang diduga bekerja di Lintasarta.

“Kami mengonfirmasi bahwa orang-orang yang diduga terkait dengan Pusat Data Nasional (PDN) tidak memiliki hubungan dan/atau kontrak kerja dengan Lintasarta sejak Agustus 2021,” kata Senior Vice President Corporate Communication Director Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang kepada matthewgenovesesongstudies.com. . Tim, Kamis (4/7/2024).

Diketahui bahwa Lintasarta adalah anak perusahaan Indosat Ooredoo Hutchison, yang menyediakan layanan komunikasi data, Internet, dan TI untuk bisnis.

“Oleh karena itu, hingga Agustus 2021, tidak mungkin seluruh tindakan terkait dikaitkan dengan Lintasarta,” tambah Steve Saerang.

“Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) Group dan seluruh anak perusahaannya, termasuk Lintasarta, selalu menjaga integritas yang tinggi dan menjaga kepercayaan pelanggan dalam menjalankan bisnisnya,” kata Steve.

Indosat berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik untuk menjaga kualitas layanan dan pengalaman bagi seluruh pelanggan.

Kabar keterlibatan karyawan Lintasarta ramai diperbincangkan di media sosial X milik Elon Musk.

Salah satu akun media sosial di Twitter mengklaim bahwa pelaku pembobolan data PDNS 2 Surabaya adalah Lintasarta yang berinisial DPA.

Akun tersebut menjelaskan bahwa DPA diduga menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) rahasia PDN untuk mengakses file untuk mengakses internet dan dapat melakukan pencarian menggunakan Google pada 11 Oktober 2022.

Server PDNS 2 diduga disusupi oleh kelompok peretas Brain Cipher karena melihat file tersebut dan berhasil membobol sistem PDNS dan mengunci file tersebut di server.

Kelompok ransomware Brain Cipher telah memenuhi janjinya untuk memberikan kunci dekripsi ke Pusat Data Nasional (PDN). Informasi tersebut disampaikan pengamat keamanan siber Akuncom Alfons Tanujaya.

“Brain Cipher menepati janjinya untuk memberikan dekripsi ke PDN. Jujur saya skeptis karena akan dilakukan setelah hari Rabu. Sekarang sudah merilis dekripsinya,” kata Alfons, Rabu malam (3/7/2024).

Meski begitu, kata Alfons, perlu dipastikan apakah dekripsi arsip tersebut benar-benar bisa mendekripsi seluruh arsip yang ada di PDN.

“Jadi saya sedang menunggu tim PDN untuk memastikan apakah file yang diberikan Brain Cipher bisa mendekripsi datanya. Jika benar, berarti semua data di VMware (server) sudah terenkripsi dan kini bisa dikembalikan oleh PDN. , “tambahnya jalan.

Alfons juga meminta PDN melindungi data masyarakat Indonesia dengan baik agar peretasan (serangan ransomware) tidak terulang kembali.

Tolong PDN, jaga baik-baik data ini dan jangan sampai terjadi lagi. Tolong lindungi data masyarakat Indonesia. Kami semua berkepentingan dan kami percaya bapak/ibu akan menjaga data ini dengan baik, imbaunya.

Kelompok hacker Brain Cipher yang menggunakan ransomware untuk membuat crash Server 2 Pusat Data Sementara Nasional (PDNS) selama beberapa hari, akhirnya angkat bicara.

Kelompok hacker Brain Cipher berencana menyediakan kunci dekripsi data PDNS 2 secara gratis melalui postingan forum yang dibagikan @stealthmole_int di media sosial (medsos) X.

“Kami memberikan kunci gratis pada hari Rabu ini. Kami berharap serangan ini membuat Anda memahami pentingnya pendanaan industri dan mempekerjakan profesional yang berkualitas,” tulis kelompok peretas tersebut.

Tak hanya itu, pelaku juga menyatakan serangan siber ransomware ini tidak memiliki muatan politik.

“Tidak ada muatan politik dalam operasi ini, ini hanya tes penetrasi yang diakhiri dengan pembayaran.”

Hacker Brain Cipher pun meminta maaf karena perbuatannya berdampak besar bagi banyak orang.

Lebih dari itu, mereka bersyukur, sadar, dan mandiri dalam mengambil keputusan tersebut.

Kelompok peretas tersebut menyatakan juga menerima sumbangan sukarela yang dapat dikirim melalui dompet digital Monero.

Terakhir, kelompok peretas berjanji untuk terus menyediakan kunci yang diperlukan ransomware untuk menyusupi PDN secara gratis.

“Kami meninggalkan dompet Monero untuk disumbangkan dan menerima sesuatu pada hari Rabu (Kami mengatakannya lagi: kami akan menawarkan kuncinya secara gratis),” kata penjahat dunia maya tersebut.​

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Badan Jaringan dan Sandi Negara (BSSN) mengakui Pusat Data Nasional (PDN) diserang peretas atau kelompok peretas ransomware Brain Cipher pada 24 Juni 2024.

Pihak yang tidak bertanggung jawab ini mengunci data pemerintah dan data publik.

General Manager Aptika Semuel Pangerapan mengungkap momen kelompok ransomware Brain Cipher menyerang Pusat Data Nasional.

“Pada Kamis dini hari, 20 Juni 2024, server Pusat Data Nasional diserang. Data yang ada di PDN dienkripsi oleh peretas,” ujarnya.

“Pada Kamis pagi kami mengetahui bahwa data di PDN telah disusupi oleh serangan hacker,” kata Semuel dalam siaran pers pemutakhiran Pusat Data Nasional Sementera yang digelar di Dinas Komunikasi dan Informatika Jakarta, Senin (24/24/24). ), ditambahkan pada pertemuan tersebut. 6/2024).​

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *