Fri. Jul 19th, 2024

Jaguar Land Rover Kembangkan Mobil Listrik Pakai Platform Milik Chery

matthewgenovesesongstudies.com, Shanghai – Pada April tahun lalu, beredar rumor bahwa perusahaan Inggris Jaguar Land Rover akan membangun mobil listrik di platform produksi perusahaan China Chery. Hal tersebut ternyata benar ketika CEO Chery Yin Tongyao akhirnya mengonfirmasinya dalam sebuah wawancara.

Jaguar Land Rover sebelumnya memiliki usaha patungan selama 12 tahun dengan Chery untuk menjual dan memproduksi produknya untuk pasar Cina.

Perusahaan asal Inggris yang kini diakuisisi oleh Tata Motors India itu akhirnya bermitra dengan Chery untuk berpartisipasi dalam industri New Energy Vehicle (NEV).

Mengingat pasar Cina, pasar mobil terbesar di dunia, saat ini lebih menyukai NEV, Jaguar Land Rover berencana meluncurkannya.

Platform arsitektur modular M3X dan E0X akan mendukung model PHEV dan BEV elektrifikasi Jaguar Land Rover, lapor CarNewsChina, saat peluncuran pers model Luxeed premiumnya.

M3X adalah platform yang didedikasikan untuk kendaraan pembakaran internal (ICE) dan hibrida plug-in (PHEV). Platform ini dibekali mesin bensin dan dua motor listrik dengan gearbox 3DHT165.

Saat pertama kali muncul, mobil ini merupakan gearbox pertama yang mendapat dua motor listrik dalam satu bodi.

DHT hybrid ini memiliki sembilan mode pengoperasian, satu set 11 gigi, jangkauan lebih dari 1000 km, dan efisiensi termal 44,5 persen. Platform M3X ini sebelumnya menopang Exeed RX PHEV, Chery Fulwin T9 dan lainnya.

Meskipun yang kedua adalah arsitektur modular, E0X adalah platform yang cocok untuk kendaraan listrik baterai (BEV) dan kendaraan perluasan jangkauan listrik (EREV) yang dikembangkan oleh Chery dan Huawei.

Sasis ini dapat menggunakan sistem tegangan tinggi 800V, konsumsi energi 12 kWh/100 km, suspensi udara dan mampu berteknologi maju otonom. Versi ini mendukung empat mesin: Exlantix ES, Exlantix ET, Luxeed S7 dan Luxeed R7.

Jaguar Land Rover, yang dimiliki oleh Tata Motors dari India, memiliki usaha patungan dengan Chery dari China yang masing-masing memiliki 50 persen sahamnya.

April lalu, Jaguar Land Rover mengumumkan akan berganti nama menjadi JLR dan dipecah menjadi empat merek berbeda, yakni Range Rover, Discovery, Defender, dan Jaguar. Meski begitu, semua orang fokus pada mobil listrik. 

Perusahaan juga menyatakan akan berinvestasi sebesar 15 miliar poundsterling atau Rp 257,3 triliun selama lima tahun ke depan.

Sebagian besar dana akan digunakan untuk mengembangkan pembangkit tersebut hingga tahun 2030, mengubahnya menjadi produk listrik murni.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *