Tue. Jul 16th, 2024

Jokowi Bicara soal Target Ambisius Turunkan Angka Stunting 14 Persen: Perlu Kerja Keras

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui target stunting sebesar 14 persen pada akhir tahun 2024 memang ambisius. Pada tahun 2014, angka stunting di Indonesia berada pada angka 37 persen.

“Iya namanya target, target ambisiusnya 37 sampai 14 persen, ambisius banget. Ya kita harus kerja keras banget untuk mencapai target itu,” kata Jokowi usai meninjau kegiatan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting Serentak. ditinjau. . di Cipete, Jakarta Selatan, Selasa 11 Juni 2024.

Data terakhir angka stunting di Indonesia sebesar 21,5 persen pada tahun 2023. Dengan angka tersebut timbul pertanyaan, apakah target 14 persen bisa tercapai?

Mari kita lihat di akhir tahun berapa, kata Jokowi.

Jokowi: Menurunkan stunting bukan hanya soal pangan

Diakui Jokowi, menurunkan angka stunting bukanlah hal yang mudah. Masih banyak aspek lain yang mempengaruhinya, termasuk lingkungan dan air.

“Perolehannya bukan hanya masalah pangan, suplemen makanan, dan gizi. Soal sanitasi lingkungan desa atau RT juga sangat berpengaruh. Kemudian air juga sangat berpengaruh,” kata Jokowi.

Belum lagi, ada beberapa kondisi yang turut mempengaruhi upaya penurunan stunting. Salah satunya adalah pandemi COVID-19 yang membuat pergerakan menjadi terbatas, termasuk penanganan stunting.

“2,5 tahun lalu, situasi COVID-19 mempengaruhi konsentrasi penanganan stunting.”

 

Untuk mencapai target 14 persen, banyak sektor perlu bekerja sama.

Jadi gotong royongnya betul. Gotong royong, gotong royong, gotong royong, biar kelihatan hasilnya, kata Jokowi.

Terkait penurunan yang ‘hanya’ 0,1 persen, Jokowi tetap memberikan apresiasi atas kerja keras posyandu dan pihak lainnya. 

“Kemarin turun 0,1 persen, tapi bagaimanapun juga, kerja keras dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dan posyandu patut diapresiasi.

Stunting merupakan masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama akibat tidak mencukupinya persediaan makanan. Perolehan bisa terjadi saat janin masih dalam kandungan dan baru terjadi saat anak berusia dua tahun.

Penguatan merupakan keadaan gizi buruk yang berhubungan dengan gizi buruk pada masa lalu sehingga merupakan masalah gizi kronis, kata dokter spesialis anak RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang, Novita Agustina.

Fortifikasi diukur sebagai status gizi dengan mempertimbangkan tinggi badan atau tinggi badan, umur dan jenis kelamin anak. Kebiasaan tidak mengukur tinggi badan atau panjang badan anak kecil di masyarakat membuat stunting sulit diwujudkan.

Gizi buruk merupakan konsekuensi dari status gizi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *