Tue. Jul 23rd, 2024

Jokowi Minta Pembangunan Jalan dan Jembatan Terdampak Banjir Sumbar Segera Diselesaikan

matthewgenovesesongstudies.com, Batavia – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai penanganan pengungsi bencana serta evakuasi korban banjir lahar dingin di Gubernur Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat sudah berjalan baik. Meski demikian, ia meminta agar pembangunan jalan dan jembatan yang terdampak banjir segera diselesaikan.

Saya melihat penanganan bencana di Agam dan Tanah Datar sudah baik, mulai dari evakuasi korban, kemudian pengungsi. Saya tanyakan kepada pengungsi yang ada di sini, kata Jokowi usai meninjau lahar dingin di Nagari Bukik. Kabupaten Batabuah Agam, Sumatera Barat, pada Selasa (21/5/2024).

“Kemudian seluruh pembangunan jembatan jalan dan keadaan darurat sudah selesai dan masih ada 1-2 yang masih dalam proses yang kita ikuti agar semuanya bisa kembali normal secepatnya,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 625 rumah rusak dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Selain itu, kata Jokowi, pemerintah akan segera menyiapkan relokasi 100 Kartu Keluarga (KK) yang rumahnya rusak berat dan masuk zona merah.

“Yang rumahnya rusak parah dan berbahaya di jalan, tidak bisa kita tinggalkan, warga akan membangun lagi di tempat itu. Bahaya sekali sehingga harus direlokasi. Yang setuju pindah, yang lain masih di dalam. prosesnya,” ujarnya.

Menurut dia, Pemda Sumbar sudah menyiapkan lahan untuk relokasi penduduk. Setelah itu, Jokowi akan segera meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera memulai pembangunan rumah hunian.

“Sebelumnya Pak Bupati, Pak Gubernur menyiapkan lahannya agar segera siap tempatnya. Saat pemerintah pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum memerintahkan segera dimulai, karena barang sudah siap untuk pembangunan ini,” ujarnya. Jokowi

Sebanyak 67 orang dinyatakan meninggal dunia dalam bencana lahar banjir dingin dan tanah longsor yang terjadi di Sumbar pada Sabtu (11/5/2024) malam. Selain korban meninggal dunia, 20 orang lainnya masih hilang dan masih dalam proses penyelidikan.

Informasi tersebut terekam hingga Kamis (16/5/2024). Dari 67 korban meninggal dunia, 3 korban di RSUD Sijunjung belum teridentifikasi.

“Ada 989 KK terdampak dan 40 orang luka-luka,” kata Kepala BNPB Suharyanto, Jumat (17/5/2024).

Ia mengatakan, penyelidikan akan dilakukan selama lima hari setelah kejadian banjir dingin tersebut, dan pihaknya sudah mulai melakukan wawancara kepada keluarga korban yang masih hilang.

“Keluarga 20 korban hilang itu sudah diberi izin atau belum. Kalau begitu kita bisa tarik dan hentikan penyidikan, tapi kalau mau observasi harus dilakukan pencarian,” ujarnya.

 

Suharyanto mengatakan, pemerintah menyediakan anggaran untuk penyidikan yang dibatasi enam hari, setelah itu diliput oleh BNPB, dan meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah lebih efisien dalam mengatur distribusi bantuan pangan dan kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan proses respon masa transisi yang akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

“Sembakonya banyak, mohon diperhatikan kebutuhan lainnya seperti penggunaan ibu, anak, dan alat kebersihan. Jika ada kekurangan segera lapor ke BNPB,” imbuhnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *