Tue. Jul 23rd, 2024

Kultur Kerja Perusahaan TIK Harus Menyenangkan dan Kreatif

matthewgenovesesongstudies.com, Bandung – Budaya kerja di perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) harus menyenangkan dan menimbulkan energi kreatif. Pasalnya, menurut Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom Group Herdy Rosadi Harman, tren global di industri telekomunikasi menunjukkan perubahan yang signifikan.

Menurutnya, dalam pemberitaan terkini, rata-rata usia karyawan di industri telekomunikasi masih muda, seperti Facebook 28 tahun, AOL (27 tahun), Amazon (31), dan eBay (32). . Para lansia dapat ditemukan di perusahaan-perusahaan ICT perintis seperti IBM (38) dan Hewlett Packard (39).

Selain masa mudanya, motivasi mereka dalam bekerja juga semakin berkembang. Mereka bekerja karena menyukai lingkungan kerja, iklim kreatif, pengembangan pelatihan, dan peluang karir yang baik.

“Di sisi lain, persaingan di industri telekomunikasi sulit. Kebanyakan (perubahan) dari perusahaan telekomunikasi ke perusahaan digital, penyedia layanan seluler ke perusahaan digital”, ujar Pak Herdy dalam Talkshow & Pramuka Bakat Universitas Airlangga (Unair) . ) Gedung Rektorat, dalam keterangannya kepada Tekno matthewgenovesesongstudies.com, Kamis (8/12/2016).

Perubahan-perubahan ini akan memaksa model perusahaan ICT yang lama menjadi kurang relevan jika diterapkan. Cara kerja baru, berdasarkan sifat kreativitas dan tujuan praktik terbaik, merupakan cara baru untuk diterapkan.

Herdy menjelaskan, meski menerapkan budaya baru, perusahaan tetap perlu bertumpu pada beberapa konsep penting yang menjadi fokusnya. Filosofi tersebut antara lain didasarkan pada kualitas dan efisiensi proyek kerja, efisiensi dan efektivitas, pemikiran disruptif, dan praktik budaya perusahaan.

Menurutnya, lemak harus fokus pada banyaknya keuntungan yang akan diperoleh dari operasional bisnis perusahaan. “Kita ambil contoh Telkom University. Ini Candradimuka kita yang kedua. Tapi publikasinya sekarang harus ada bukti bisnisnya untuk bisnis manajemen Telkom. Dan publikasi ini jangan dibuat keren, tapi tetap keren,” kata Herdy .

Karena industri TIK gaya lama, hal-hal keren itu mahal. Namun menurut pandangan mantan Direktur HCM Telkomsel, dan budaya baru yang ada, nama tersebut bisa dihilangkan karena memiliki sisi kreatif.

“Efisiensi dan efisiensi harus diutamakan karena bagus tapi mahal dan memakan waktu, itu lumrah sekali. Harus dilakukan secara pribadi bersama tim kita, tidak bisa meluas,” kata Herdy.

CHCO Telkom Group mengatakan prinsip penting lainnya adalah mentalitas anti kemapanan karena mempunyai pengaruh yang sangat besar yang dianggap disruptif dalam industri ICT. Artinya produk tersebut tidak melekat pada model lama, misalnya hanya bisa dilakukan dengan komputer pribadi.

“Sekarang bersama kami, seluruh dokumen kerja bisa diproses dengan smartphone, kapan pun dan di mana pun. Oleh karena itu, budaya bersenang-senang dan berkreatifitas ini harus terus diingat oleh perusahaan,” kata Herdy.

Lulusan American University, Amerika Serikat ini mengatakan, akumulasi budaya dan filosofi menjadikan budaya kerja perusahaan. “Perusahaan telekomunikasi digital harus mempunyai visi yang besar dan mimpi yang besar untuk menjadi perusahaan besar. Harus berpikir besar, bergerak cepat dan menjadi penting,” kata Herdy.

Dalam ajang ini, PT Telkom mencari karyawan berkualitas dari kampus terbaik tanah air. Kemarin pagi, Unair menggelar acara serupa di Universitas Indonesia. Pendekatan ‘mendapatkan bola’ ini cocok untuk rekrutmen reguler (online), proyek kreatif (Socio Digi Leaders), dan rekrutmen profesional.

Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih mengatakan, kelompoknya memiliki 35.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai bidang keterampilan, namun lapangan pekerjaan di PT Telkom tidak banyak. “Terima kasih atas kunjungannya. Kami siap memberikan talenta-talenta terbaik, dari yang ikut, misalnya Fakultas Ekonomi saja yang mahasiswanya 7.000 orang. Ada juga teknologi informasi meski baru lima tahun,” kata Nasih.

Manajer Sistem Komunikasi Unair, Edi Supeno, mengatakan pihaknya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang melepaskan kailnya dibandingkan ikan seperti PT Telkom dalam proses ini. “Beri motivasi kepada generasi muda yang ingin bergabung di perusahaan nasional. Kalau sekarang alumni yang bergabung tidak banyak, ke depan banyak Unair yang melamar ke Telkom,” pungkas Edi.

(Msu/mengapa)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *