Thu. Jul 18th, 2024

Mengenal Grandma Core, Tren Fashion ala Nenek-nenek yang Lagi Ramai Digandrungi Gen Z

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Tren saat ini tidak hanya datang dari gaya atau desain populer para selebritis. Perkembangan media sosial memunculkan subkultur baru yang muncul melalui berbagai transmisi gambar dan video, salah satunya adalah nenek buyut.

Pasca munculnya gaya coquette yang feminim dan cantik, Gen Z ramai di media sosial khususnya Tiktok untuk mempromosikan tren yang terinspirasi dari gaya nenek-nenek tersebut. Mengutip Urban Dictionary, Rabu (26/6/2024), Kärgromm mengacu pada rasa estetis seorang nenek yang diakui dan dijadikan pujian.

Gaya nenek pada awalnya digunakan untuk menggambarkan gaya seseorang, namun dimulai dari gaya pakaian yang dikenakan. Gaya ini sering dipadukan dengan pakaian simpel dan kasual seperti rajutan, gaun berkobar, hiasan kepala, gaun berpotongan rendah, dan sepatu klasik Mary Jane.

Faktanya, inti nenek sangat dekat dengan palet warna-warna tanah seperti hitam, putih dan hitam, seperti kehangatan dan keramahtamahan, seperti rumah nenek. Namun, beberapa orang mencoba menghubungkannya dengan kombinasi warna-warna cerah dan hal-hal yang lebih sulit, dan semacam nenek tegar yang terlahir sebagai nenek eksentrik.

Contoh lain yang patut diperhatikan adalah yang dikenakan Billie Eilish di acara fesyen 2023, yang memperlihatkan dirinya mengenakan gaun besar, kulot, sepatu, dan hiasan kepala nenek. Dia memilih pakaian serba hitam untuk memberinya hadiah sebagai seorang nenek yang sangat tangguh.

Sebagian kehangatan sang nenek terlihat dalam foto yang dibagikan Olivia Rodrigo saat berlibur ke Inggris pada November 2023. Pelantun “Surat Izin Mengemudi” itu mengenakan ikat kepala warna-warni, jubah abu-abu, dan kacamata hitam baru.

 

Tingkah laku tersebut dijawab oleh kaum laki-laki dengan menciptakan seorang kakek yang tak kalah cantiknya. Gaya kakek ditandai dengan kembalinya penggunaan gaya retro dan vintage secara bersamaan, seperti ikat pinggang tenun, celana wortel, sepatu flat, dan topi berita gaya Peaky Blinders.

Menurut Vogue, gaya berpakaian ini ibarat seseorang yang menghabiskan seumur hidup mengoleksi pakaian dan aksesoris yang mencerminkan individualitasnya. Namun, seperti semua tren mikro, kita harus mengumpulkan hal-hal ini dalam semalam.

Harry Styles adalah selebriti lain yang sering menjadi kakek. Dari karirnya sebagai penyanyi, Harry kerap terlihat tampil dengan gaya maskulin dan vintage dengan setelan jas dan kemeja oversized. Harry terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak dan sorban, persis seperti kakek.

Selain Harry, selebriti lain yang memiliki sosok kakek adalah Tyler the Creator. Penyanyi RnB ini benar-benar menganut gaya jadul dengan memadukan cropped, kemeja berpotongan lurus, dan topi newsboy dengan palet hitam yang hangat.

Ada dua jenis pola asuh yang bisa dicontohkan. Putuskan apakah Anda ingin menjadi seperti nenek yang seksi atau unik seperti Billie. Namun item pakaian yang sangat mewakili tren ini adalah jaring kepala berbahan linen. Jika ingin mencoba gaya nenek-nenek, aksesori ini wajib dimiliki. 

Menurut situs Sustainable Sunday, gaya sang nenek memang menghibur. Anda bisa memilih pakaian atau pakaian rajut yang nyaman dan kemeja aktif untuk memulai. Anda juga bisa mengenakan syal dengan kemeja flanel dan celana panjang untuk tampil lebih segar. Tujuan dari gaun ala nenek bukan untuk terlihat tua, melainkan agar terlihat jadul namun tetap keren. Alih-alih mengenakan pakaian dua potong, Anda bisa mengenakan gaun atau gaun musim panas.

Untuk sepatu, usahakan memilih sepatu yang sudah lama. Sepatu, boots dan sepatu bisa dipilih dari Docmart. Anda bisa menambahkan aksesoris lain seperti tas kulit, kacamata jadul, kaos kaki panjang, dan kalung liontin sederhana. Ingat gaya jadul ini terinspirasi dari nenek-nenek barat, jadi gaya baju nenek-nenek Indonesia pun berbeda.

 

Merek fesyen COLORBOX telah meluncurkan kampanye baru bertajuk “Never Just One Thing” dalam upayanya menarik pasar Gen Z. Tren dunia. Mereka menunjukkan bahwa Gen Z mempunyai banyak gaya yang berbeda-beda masing-masing.

“Ini adalah kampanye yang tidak hanya untuk satu atau dua bulan saja, tapi mudah-mudahan akan terus berlanjut,” kata Frances Cherry, Manajer Kreatif kampanye COLORBOX “Never Just One Thing”.

Meski tidak meluncurkan produk baru, COLORBOX menawarkan acara untuk menarik generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menemukan gayanya melalui pameran produk dan aktivitas menarik seperti ruangan bertema, permainan, dan galeri.

“Jika kita melihat banyaknya koleksi produk baru yang berubah setiap bulannya, COLORBOX telah menjadi sebuah alat dan pada akhirnya dimungkinkan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh pelanggan,” ujar Novi Thomas, Brand Manager COLORBOX.

COLORBOX, kata Cherry, memberikan kebebasan kepada Gen Z untuk memadupadankan gaya mereka yang berbeda, seperti granny, housewife, coquette, emo, sports girl, dan koleksi yang kini tersedia di COLORBOX. Acara Product Showcase akan diselenggarakan pada tanggal 26-30 Juni 2024 di Fashion Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan dan terbuka untuk umum.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *