Fri. Jul 19th, 2024

Mensos Risma Tak Sepakat Konsep Panti Jompo: Itu Budaya Luar Negeri

Liputan.com, Jakarta – Menteri Sosial (MENSOS) Tri Rismaharini mengaku tak setuju dengan perawatan lansia di panti jompo. Menurutnya, hal tersebut bukan budaya Indonesia. Hal tersebut disampaikan Risma saat acara National Aging Initiative (HLUN) di Utah, Rabu, 29 Mei 2024.

Risma meyakini kehadiran panti sosial atau panti jompo justru bisa memberikan akomodasi bagi para lansia terlantar Namun di sisi lain, lanjutnya, juga dapat menimbulkan anak yang harus mengasuh orang tuanya di hari tua, bahkan lebih banyak lagi hak asuh dan meninggalkan orang tuanya di panti sosial.

Kata Risma, “Itu budaya dari luar negeri. Sebenarnya menurut saya tidak pantas. Tidak sesuai dengan budayanya ya? Kenapa? Budaya kita, agama kita, tidak mengajarkan hal itu.” , dikutip Antara, Minggu (2/2 6/2024).

Menurutnya, Indonesia yang berbasis pada budaya ketimuran tidak mengajarkan hal tersebut. Menurutnya, tidak ada alasan yang memperbolehkan seseorang meninggalkan orang tuanya

“Setiap saya membaca laporannya, saya mencoba mencari tahu apa saja masalah yang ditinggalkan orang tua. Ada masalah ekonomi, tapi ada juga yang tidak punya masalah ekonomi. Bahkan anak-anaknya sukses, tapi mereka ( (anak-anak) tak mau ketemu orangtuanya, kata Risma.

Untuk itu, Risma menegaskan, kepedulian terhadap lansia hendaknya diajarkan sejak dini, agar nilai kepedulian terhadap lansia dapat lestari hingga hari tua dan diwariskan kepada anak cucu di kemudian hari.

Guna mengurangi keterlantaran lansia di Indonesia, ia meminta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk lebih memperhatikan pendidikan karakter anak terhadap lansia.

Diketahui, peringatan HLUN tahun 2024 dilaksanakan di Kabupaten Assay Utara dan diikuti oleh 4.982 lansia yang mendapat bantuan berupa 27 Rumah Sejahtera Terpadu (RST), operasi katarak, transfusi darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Selain mengusung tema “Merawat Lansia, Masalah Hormat Terhadap Indonesia”, acara tersebut juga memenuhi hak-hak keperdataan para lansia, seperti pencatatan KTP elektronik dan Kartu Keluarga bagi lansia, serta akad nikah bagi para lansia. lanjut usia yang secara administratif belum tercatat menikah sebelumnya.

Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2024, Kementerian Sosial (Khemenos) memasang air bersih di dua desa di Achar Utara. Persyaratannya adalah air bersih di beberapa daerah

Risma mengatakan, Kamis (30/7/2204), “Jujur saja, saya menemukan banyak masalah pada kandungan air dan warga tidak mengetahuinya.”

Banyak orang yang belum mengetahui bahwa terkadang air itu jernih namun mengandung zat-zat yang tidak baik Ketika masyarakat mengeluhkan kelangkaan air, masyarakat hanya melihat kuantitas air dan bukan kandungan zat dalam air sumur masyarakat.

“Kami cek, temukan sumber airnya lalu bawa ke laboratorium,” jelas Risma.

Dari hasil uji laboratorium, Kementerian Kesehatan menemukan zat yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Air mengandung zat berbahaya yang dapat merusak otak dan mengganggu metabolisme tubuh.

Makanya kita cari tempat-tempat yang benar-benar membutuhkan air, jelas Risma.

Air disuplai di dua titik AC Utara yakni Desa Judumbuk dan Desa Sinta Makmur. Risma mengatakan, “Masyarakat mengeluhkan air bersih di tempat itu dan jumlah air yang keluar sedikit dan tidak jernih, sehingga Kemenkes bisa membantu masyarakat.”

Risma menambahkan, Kemensos tidak menutup kemungkinan akan menambah ketersediaan air bersih di banyak tempat Menyediakan sumur air bersih sesuai standar kesehatan sehingga air dapat langsung digunakan untuk memasak

Air murni tidak bisa langsung diminum, tapi bisa digunakan untuk memasak, kata Risma.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *