Fri. Jul 19th, 2024

OJK Ungkap Kabar Terbaru Kasus Dana Nasabah BTN yang Hilang

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pelaku industri jasa keuangan, Friderika Vidyasari Devi (OJK), Kepala Badan Pengawas Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengaku pihaknya masih menangani permasalahan tersebut. Hilangnya PT Bank Tabungan Negara menyusul dana nasabah akibat penipuan yang dilakukan eks pegawai BTN (Persero) Tbk.

“Jadi kami masih dalam proses klarifikasi dan peninjauan mengenai hal ini. Kalau sudah ada kesimpulan pasti akan kami komunikasikan,” kata Frederika, Senin (27 Mei 2024) di daerah pemilihan DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam proses penyelesaiannya, BTN wajib mempertanggungjawabkan apabila terbukti melakukan kesalahan dan OJK memberikan sanksi. Namun konsumen harus berhati-hati sebelum berinvestasi.

“Dalam POJK Nomor 22 Tahun 2023 dan UU P2SK, kami (OJK) mengajarkan bahwa konsumen tidak hanya memiliki hak tetapi juga tanggung jawab. Apa tugas mereka? Ya, mereka juga perlu memastikan, misalnya saat mereka menabung, itu agen palsu, jelasnya.

Sebelumnya disebutkan ada beberapa nasabah yang uangnya hilang setelah berinvestasi di BTN. Faktanya, BTN belum pernah menawarkan produk investasi dengan janji bunga setinggi 10 persen per bulan seperti yang ditawarkan kepada korban investasi yang melakukan aksi demonstrasi penipuan di kantor pusat BTN beberapa waktu lalu.

Kuat dugaan mereka menjadi korban investasi BTN terhadap eks pegawai BTN berinisial ASW dan SCP. Saat ini, pengadilan telah menjatuhkan hukuman masing-masing 6 dan 3 tahun penjara kepada ASW dan SCP.

Untuk mendalami permasalahan ini lebih lanjut, OJK menghubungi 17 konsumen terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengomentari hilangnya dana nasabah di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Saat ini OJK telah memanggil 17 konsumen terkait untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“OJK sedang mendalami kasus tersebut dan telah memanggil 17 nasabah yang terlibat untuk dimintai keterangan terkait hilangnya dana nasabah,” kata Direktur Utama Otoritas Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Frederika Vidyasari Devi di Jakarta. Kamis (16 Mei 2024).

Frederica mengatakan BTN akan bertanggung jawab jika ada kesalahan di pihak bank. Selain itu, OJK juga dapat menerapkan pembatasan terhadap bank terafiliasi.

“Bank harus bertanggung jawab dan OJK dapat memberikan sanksi jika terbukti ada kesalahan pada bank,” tegasnya.

Tapi, kalau ada kesalahan, pelanggan lalai. Oleh karena itu, bank tidak akan mengembalikan uang yang hilang tersebut. Tips dari OJK

Selain itu, Frederica juga membagikan sederet tips agar terhindar dari investasi bodong yang dapat merugikan konsumen. Pertama, jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan yang fantastis.

“Semakin tinggi imbalan yang dijanjikan, maka semakin tinggi potensi penipuan,” ujarnya 

Kedua, untuk menjamin simpanan Anda di LPS, pastikan bunganya tidak melebihi tingkat bunga LPS yang dijamin. Ketiga, verifikasi keabsahan penawaran investasi dengan menghubungi atau mengunjungi perusahaan jasa keuangan untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut benar-benar menawarkan produk investasi yang ditawarkan. 

“Menanyakan keabsahan lembaga jasa keuangan berizin OJK di kontak OJK 157,” jelasnya.

Keempat, menyimpan catatan kepemilikan dan bukti transaksi untuk memastikan tidak disalahgunakan. Deposito bank harus dicatat dalam buku bank. 

“Jangan mudah percaya pada orang yang menawarkan investasi atau transfer deposito,” tegasnya.

 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebelumnya menyatakan perseroan tidak kehilangan dana nasabah. Hal ini menanggapi tudingan pengunjuk rasa yang diperintah oleh oknum yang menyamar sebagai nasabah pada aksi unjuk rasa di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Kehadiran massa yang bertindak anarkis dengan membakar ban, menyerbu kantor pusat BTN, mengancam dan mengganggu aktivitas nasabah dan karyawan diduga hilang setelah melakukan investasi uang ke beberapa nasabah. Di BTN.

Faktanya, BTN belum pernah menawarkan produk investasi yang menjanjikan bunga setinggi 10 persen per bulan, seperti yang ditawarkan kepada korban investasi yang melakukan aksi demonstrasi penipuan di kantor pusat BTN kemarin.

Kuat dugaan mereka menjadi korban investasi BTN terhadap eks pegawai BTN berinisial ASW dan SCP. Saat ini, pengadilan telah menjatuhkan hukuman masing-masing 6 dan 3 tahun penjara kepada ASW dan SCP.

 

Koresponden: Suleman

Sumber: Merdeka.com

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menanggapi tudingan pengunjuk rasa di kantor pusat BTN di Jakarta yang menyebut dana nasabah hilang.

Membakar ban di hadapan massa, mereka menyerbu kantor pusat BTN dan berupaya mengancam serta mengganggu aktivitas nasabah dan karyawan.

Demonstrasi tersebut diduga disebabkan oleh kesalahan informasi bahwa ada beberapa nasabah yang uangnya hilang setelah berinvestasi di BTN.

Faktanya, BTN belum pernah menawarkan produk investasi yang menjanjikan bunga setinggi 10 persen per bulan, seperti yang ditawarkan kepada korban investasi yang melakukan aksi demonstrasi penipuan di kantor pusat BTN kemarin.

Korban eks pegawai BTN

Kuat dugaan mereka menjadi korban investasi BTN terhadap eks pegawai BTN berinisial ASW dan SCP.

Saat ini, pengadilan telah menjatuhkan hukuman masing-masing 6 dan 3 tahun penjara kepada ASW dan SCP.

“Kami tegaskan, tidak ada satu sen pun dana nasabah yang hilang atau hilang di BTN,” tegas Sekretaris Perusahaan BTN Ramon Armando dalam keterangan tertulis, Kamis (2/05/2024).

 

Raman meminta upaya hukum jika investor yang berpura-pura menjadi nasabah BTN dan menjadi korban penipuan ASW serta eks pegawai BTN dirugikan dalam kasus tersebut.

“BTN mengimbau masyarakat tidak terkecoh dengan penawaran suku bunga tinggi yang tidak sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap penawaran suku bunga tinggi. “Masyarakat menjadi gelap dan tidak rasional karena tingginya suku bunga,” pintanya.

BTN diketahui menemukan bukti kejahatan perbankan yang dilakukan ASW dan SCP bersama Kepolisian Daerah Metro Jaya (POLDA). Bahkan, BTN sendiri telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada 6 Februari 2023.

Adapun berdasarkan sifat kejahatan yang dilakukan, diketahui ada beberapa pemilik dana yang bekerja sama dengan ASW untuk menginvestasikan uangnya dengan janji menerima bunga sebesar 10 persen setiap bulannya. Tingkat suku bunga ini belum pernah terjadi sebelumnya di perbankan. Bahkan pembukaan rekening pun tidak mengikuti aturan perbankan.

“BTN menjamin keamanan seluruh transaksi nasabah dengan menerapkan prudent banking dan tata kelola perusahaan yang sehat sesuai ketentuan hukum,” tutupnya.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *