Fri. Jul 12th, 2024

Operasional Pelabuhan Makassar Tetap Normal Usai Kebakaran KM Umsini

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Zona 4 menyatakan, pengoperasian pelabuhan Makassar masih normal meski terjadi peristiwa kebakaran yang melibatkan Kapal Motor (KM) Umsini yang tiba di pelabuhan Makassar pukul 01.30 Wita di Baubau , meskipun.

Operasional di pelabuhan Makassar masih normal. Kami membantu mengatasi kebakaran yang terjadi di KM Umsini, kata Direktur Regional Pelindo Abdul Azis di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penyelesaian peristiwa kebakaran yang terjadi di KM Umsini dilakukan pada Minggu 9 Juni 2024 pukul 05.45 WITA di sekitar pelabuhan Makassar.

Pelindo juga menyiapkan ruang tunggu di Terminal Ang Mammiri yang mampu menampung hingga 3.000 penumpang.

Alhamdulillah seluruh penumpang kapal mendarat dengan selamat, kini seluruh calon penumpang sudah berada di dermaga, ujarnya.

Kapasitas terminal pelabuhan Makassar tersedia dengan total kapasitas 3.000 orang. Sekarang ada sekitar 1.500 orang. Abdul Azis mengatakan, prinsipnya Pelindo akan terus berupaya memberikan rasa nyaman, ketertiban, dan keamanan kepada penumpang yang akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan Jakarta.

Pelindo, pengelola terminal Pelabuhan Makassar, memastikan kebersihan dan akses terhadap kebutuhan penumpang seperti tempat ibu menyusui, musala, toilet bersih, dan AC atau AC untuk kenyamanan penumpang.

“Kami berharap hal ini bisa diselesaikan sehingga meski tertunda pemberangkatannya, mereka tetap bisa sampai tujuan dengan selamat,” kata Abdul Azis.

General Manager Pelindo 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin mengatakan, kebakaran yang terjadi di KM Umsini pada Minggu pagi tidak mengganggu keluar masuknya kapal di pelabuhan Makassar.

Saat ini kabar dari Pelni ada sekitar 400 penumpang yang menuju Surabaya, dan sekitar 1.000 lainnya menunggu karena akan melanjutkan ke Jakarta dan Kijang, kata Iwan.

Sebelumnya, Kapal Umsini milik PT Pelni terbakar saat merapat di pelabuhan Makassar pada Minggu (9/6/2024) pukul 05.00 WITA. Kejadian ini menyebabkan penumpang panik berlari menaiki tangga. 

Penumpang meninggalkan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalan Larantuka-Maumere, Bau-bau, Makassar, dan Surabaya, kata seorang penumpang di KM Umsini, Edi. Edi mengaku melihat kepulan asap hitam saat kebakaran terjadi. 

“Kapal dari Kupang akan menuju Surabaya, kejadiannya sekitar jam 5 pagi dan sudah merapat,” ujarnya saat ditemui di pelabuhan Makassar, Minggu, 9 Juni 2024.

Kenjeran yang berdomisili di Surabaya mengaku sangat bersyukur atas kebakaran yang terjadi di kapal saat sandar di pelabuhan Makassar. Ia mengaku masih tertidur saat kejadian berlangsung. 

“Saya masih tidur saat terjadi kebakaran, tiba-tiba ada ledakan seperti kipas angin,” ujarnya. 

Edi mengaku terbangun setelah petugas keamanan membangunkannya saat kapal terbakar. Menurut Edi, sejumlah penumpang panik saat terjadi kebakaran. 

Tiba-tiba semua lampu padam dan suasana gelap. Tidak ada kepanikan. Saya diberitahu pihak keamanan ada kebakaran, ujarnya. 

Edi mengaku kondisinya saat ini aman dan sehat. Ia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai keberangkatannya dari Surabaya. 

Alhamdulillah saya sehat. Alhamdulillah saya baik-baik saja, ujarnya. 

Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pantauan matthewgenovesesongstudies.com, petugas pemadam kebakaran termasuk kendaraan dan petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api. 

 

Sebelumnya, Umsini Motor (KM) milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terbakar saat merapat di pelabuhan Makassar pada Minggu, 9 Juni 2024.

PT Pelni juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi di KM Umsini saat merapat di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pukul 05.00 Wita. “Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” Kepala Sekretariat Perusahaan Pelni Evan Eryanto dikutip Antara, Minggu (9/6/2024).

Pelni mengatakan, terjadi peristiwa kebakaran bersama KM Umsini saat merapat di pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, pada Minggu, 9 Juni 2024. Api kini berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Ivan mengatakan, sumber api awal ditemukan sekitar pukul 04.20. WITA yang diyakini menjadi percikan api di kompartemen mesin. “Api berhasil dipadamkan pada pukul 09.03 Wita,” kata Evan.

Evan mengatakan, anak buah kapal (ABK) KM Umsini berusaha memadamkannya dengan cepat menggunakan alat pemadam CO2 kapal.

“Segera penumpang keluar dari pelabuhan. Sekarang terus kami hubungi semua pihak,” kata Evan.

 

Saat kejadian, menurut Evan, kapal tersebut sedang dalam perjalanan dengan tujuan Makassar, Surabaya, Kijang, dan Jakarta sebanyak 1.677 orang. Penumpang akan lebih banyak diangkut dengan kapal Pelni lain yang akan melewati Makassar, tambah Evan.

Evan menambahkan, “Penumpang transit Surabaya dan Kijang akan diangkut dengan KM Double pada Selasa 11 Juni 2024, sedangkan penumpang transit ke Jakarta akan diangkut dengan KM Dorolonda suatu hari nanti dan semuanya berangkat dari Makassar”.

Dampak dan penyebab kebakaran kapal akan segera diselidiki setelah proses pendinginan selesai, kata Evan. Evan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yang memiliki 8 unit mobil pemadam kebakaran yang menunggu di pelabuhan saat kejadian terjadi.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada penumpang atas kejadian ini. Kami juga menghimbau kepada seluruh calon pelanggan untuk menyesuaikan perjalanannya,” kata Evan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *