Tue. Jul 23rd, 2024

Pasar Kripto Masih Tertekan, Bagaimana Potensi Awal Februari 2024?

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Bitcoin sudah memasuki bulan kedua tahun 2024 dan masih diperdagangkan di zona merah. Namun, terdapat penurunan volume ini yang menunjukkan penurunan volatilitas yang signifikan. Bitcoin sedang mengalami masa konsolidasi penting pada kisaran harga $40.000 atau Rp627,7 juta (dengan asumsi nilai tukar Rp15.694 per dolar AS) hingga $45.000 atau Rp706 juta, kata pedagang kripto Fiqih Fucherer. .  Pasar mata uang kripto dan Bitcoin mendapat banyak sentimen negatif akhir-akhir ini. Fikier mengatakan dalam analisis mingguannya, Senin (5/2/2024): Pelaku pasar bahwa perkiraan terbaru mengenai soft landing Federal Reserve pada Maret 2024 kemungkinan besar akan turun.  Dalam pidato terakhirnya pada hari Senin, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa komite berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Risiko geopolitik merupakan ancaman terbesar terhadap perekonomian global.  Menurut Fiqh, hal ini akan menyebabkan Federal Reserve menurunkan suku bunga pada Maret mendatang. Menurut Powell, tindakan yang terlalu cepat akan menyebabkan inflasi melebihi target 2 persen. Selain itu, penyelidikan penambangan kripto di Amerika Serikat dan Senator Warren berkontribusi terhadap kerugian pada akhir pekan. Namun, kerangka peraturan pasar kripto AS mungkin bergantung pada pemilihan presiden AS.  “Situasi makro ekonomi dan politik di Amerika Serikat masih belum menguntungkan bagi pasar aset berisiko seperti kripto,” kata Fyqieh.

Fiqih mengatakan potensi reli pasar kripto pada pekan ini bisa jadi disebabkan oleh stimulus ekonomi China. Sebelumnya, bank sentral Tiongkok mengumumkan kebijakan pelonggaran dalam upaya mendorong pertumbuhan. 

Bank akan memotong 50 basis poin mulai 5 Februari, menyediakan modal jangka panjang sebesar 1 triliun yuan.

Dampak penurunan suku bunga Tiongkok terhadap pasar kripto dapat membantu meningkatkan likuiditas dan kemauan investor. Ada kemungkinan aliran dana dalam jumlah besar akan masuk ke pasar kripto dan meningkatkan permintaan. 

   

Meningkatkan likuiditas sering kali berarti berinvestasi pada aset yang lebih banyak dan berisiko, karena investor mencari keuntungan lebih tinggi yang mengarah pada peningkatan nilai Bitcoin. Perasaan minggu ini

Faqih mengungkapkan, data perekonomian AS pekan ini relatif sepi sehingga memungkinkan investor mencerna detail laporan perekonomian yang dirilis. 

“Selanjutnya, beberapa anggota The Fed dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya, sehingga pelaku pasar akan membaca komentar mereka untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter The Fed,” tutupnya.

Penafian: Semua keputusan investasi ada di tangan pembaca. Baca dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. matthewgenovesesongstudies.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi

Seperti diberitakan sebelumnya, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) telah memperingatkan investor untuk mewaspadai perangkat lunak atau algoritma yang diciptakan oleh kecerdasan buatan (AI) yang menghasilkan tingkat keuntungan 100%. 

Pada Sabtu (3/2/2024), CFTC mengidentifikasi skema perdagangan aset kripto, strategi sinyal perdagangan, atau algoritme perdagangan otomatis sebagai beberapa perangkat lunak pembuat kecerdasan buatan yang digunakan penipu untuk menargetkan investor, Bitcoin.com melaporkan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Pendidikan dan Penjangkauan Konsumen (OCEO) CFTC, komisi tersebut juga menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya jumlah kasus di mana penjahat menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mencuri dari pengguna yang tidak menaruh curiga.

Menurut pernyataan tersebut, masalah ini diperparah dengan penyebaran informasi palsu yang dilakukan oleh penipu di platform media sosial dan oleh pihak yang disebut influencer. 

Berbeda dengan media tradisional atau perusahaan periklanan, influencer dan platform media sosial tidak tunduk pada undang-undang pemasaran atau periklanan reguler. Namun pernyataan tersebut mencantumkan beberapa langkah yang harus selalu diambil investor sebelum menyalurkan dananya.

CFTC menjelaskan, salah satu langkahnya adalah dengan melakukan investigasi latar belakang terhadap perusahaan atau pedagang yang menjanjikan investasi berbasis AI atau robot perdagangan. 

Investor juga dapat meneliti riwayat perdagangan perusahaan yang menjual algoritma yang dihasilkan AI. Selain itu, investor juga harus mempertimbangkan untuk mencari opini kedua dan memahami risikonya.

Selain memperingatkan investor tentang skema atau promosi investasi yang menawarkan pengembalian di atas rata-rata atau terjamin, saran OCEO membantu investor mengidentifikasi dan menghindari potensi penipuan. 

Peringatan tersebut juga mengingatkan investor bahwa tidak ada alat atau teknologi, termasuk kecerdasan buatan, yang dapat memprediksi masa depan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *