Mon. Jul 15th, 2024

Pengamat: Starlink Bisa Libas Operator Seluler di Indonesia Jika Dibiarkan Tanpa Regulasi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Meski layanan internet satelit Starlink baru mulai beroperasi di Indonesia, namun sudah menarik perhatian masyarakat dan pelaku usaha terkait.

Jaringan internet besutan Elon Musk ini bahkan dinilai menjadi ancaman besar bagi para pelaku industri telekomunikasi di Indonesia.

Pengamat telekomunikasi forum Indotelko Doni Ismanto Darwin mengatakan Starlink belum menjadi pesaing besar bagi pemain besar di industri telekomunikasi Indonesia.

Namun perlu diingat, jika Starlink dibiarkan begitu saja tanpa adanya regulasi pemerintah, maka bisa menjadi pemain utama mengalahkan operator seluler dan fiber di Indonesia saat ini, ujarnya mengingatkan.

Doni juga menyoroti perkembangan besar Starlink di luar negeri. Elon Musk menguji layanan internet Starlink langsung di smartphone tanpa memerlukan parabola.

“Starlink berpotensi menjadi pemain besar di Indonesia jika teknologi layanan satelit Direct-to-Cell resmi diperkenalkan, sehingga smartphone dapat terhubung ke jaringan Starlink tanpa memerlukan parabola khusus,” kata e.

Doni juga melihat ISP kecil berpotensi menjadi korban Starlink.

 

Untuk mencegah hal tersebut, ia menyarankan agar Starlink bekerja sama dengan penyedia Internet di daerah terpencil agar lebih banyak pengguna yang dapat mengakses layanan Starlink, serta menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

“Sebaiknya Starlink bekerja sama dengan penyedia kecil sehingga lebih banyak konsumen yang tidak memiliki akses internet yang dapat menjangkau layanan Starlink,” kata Doni.

Selain itu, Doni juga mengisyaratkan pemerintah mendesak Starlink untuk memenuhi janjinya membangun infrastruktur jaringan internet Indonesia.

“Jika Starlink benar-benar serius membantu jaringan internet Indonesia, maka perlu dibangun gateway di Indonesia.

Tak hanya itu, janji Starlink untuk membangun infrastruktur di Indonesia harus segera diwujudkan agar masyarakat menganggap Starlink buruk di Indonesia, ujarnya.

 

Ia yakin layanan internet milik Elon Musk bisa menjadi pilihan masyarakat.

Kehadiran Starlink bisa menjadi pilihan baru bagi pengguna yang ingin memiliki layanan Internet sesuai kebutuhannya, karena Starlink Internet menggunakan satelit LEO (Low Earth Orbit) dan memiliki keunggulan dibandingkan layanan lain yang menggunakan GEO (Geostationary Earth Orbit). satelit,” kata Doni.

Menurut Doni, layanan Starlink akan cocok untuk wilayah dengan jangkauan internet terbatas serta wilayah 3T (tertinggal, perbatasan, dan pinggiran).

“Penggunaan Starlink akan tepat jika perangkat ini digunakan di wilayah yang belum terjangkau layanan internet seluler dan fiber optik,” ujarnya.

Meski demikian, dia tidak memungkiri berdirinya Starlink akan berdampak pada para pemain layanan Internet satelit yang sebelumnya hadir di Indonesia.

“Tentunya dampak terbentuknya Starlink akan dirasakan oleh operator satelit Pasifik Satelit Nusantara (PSN) karena keduanya memiliki pangsa pasar yang sama atau lebih kecil,” ujarnya.

 

Ia juga turut merayakan peluncuran Starlink di Puskesmas Sumerta Kelod, Kota Denpasar, Bali. Menurut dia, Starlink tidak akan mengambil pangsa pasar dari layanan Internet satelit Satria-1 yang menyediakan layanan fasilitas pemerintah di wilayah 3T.

Kehadiran Starlink tidak bisa mengganggu Satria-1 yang merupakan layanan internet fasilitas pemerintahan di daerah yang belum memiliki akses internet, ujarnya.

Misalnya, Kementerian Kesehatan memiliki sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia, dan 80 persen dari puskesmas tersebut memiliki layanan internet satelit Satria-1, ujarnya.

Namun layanan Starlink juga diperlukan untuk memberikan layanan Internet kepada instansi pemerintah yang belum terkoneksi dengan layanan Internet Satria-1.

“Starlink dapat bermanfaat bagi puskesmas atau instansi pemerintah lainnya yang belum menggunakan Internet,” tutupnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *