Sat. Jul 13th, 2024

Pengguna iOS 18 Kini Bisa Mirroring Tampilan iPhone ke MacOS Sequoia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Apple mengungkap beberapa fitur menarik di Worldwide Developers Conference (WWDC) 2024.

Setelah pengumuman, fitur tersebut akan tersedia untuk beberapa pengguna yang terdaftar di Program Pengembang Apple dan telah mengunduh iOS 18 dan MacOS Sequoia versi beta.

Diposting Engadget, Kamis (27/6/2024), beta publik pertama dari kedua sistem operasi tersebut akan hadir pada Juli 2024, namun belum jelas apakah ini akan tersedia untuk versi OS beta pertama.

Namun, iklan ini tidak akan tersedia di Eropa. Pasalnya, Apple sedang berdiskusi dengan Uni Eropa mengenai masalah Digital Markets Act (DMA) terkait privasi pengguna dan keamanan data.

Jika akun Apple pengguna sudah terdaftar di Program Pengembang Apple, mereka dapat mengunduhnya langsung di aplikasi Pengaturan. Sekadar catatan, menginstal sistem operasi versi beta menyebabkan beberapa masalah pada iPhone.

Setelah Anda mengunduh OS, Anda akan dapat mengontrol iPhone Anda di komputer atau laptop dengan MacOS. Fitur ini juga akan menampilkan notifikasi langsung dari iPhone di Mac Anda.

Tampilan iPhone di Mac akan berjalan pada kecepatan bingkai 60FPS. Setelah itu, tampilan iPhone di MacOS akan berfungsi dalam mode potret.

Kemudian, jika pengguna menjalankan aplikasi dengan orientasi lanskap, seperti game, maka tampilan iPhone akan menyesuaikan dengan aplikasi yang dibuka.

Konon fitur-fitur tersebut akan memanfaatkan baterai iPhone layaknya ponsel. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu khawatir baterai iPhone cepat terkuras jika fitur ini diaktifkan. 

Jika pengguna menyalakan iPhone, jendela mirroring di Mac akan langsung tertutup.

Apple nantinya akan memberikan beberapa fitur tambahan untuk mencerminkan iPhone ke Mac, seperti kemampuan untuk menyeret dan mengirim file, serta banyak aktivitas lain antara ponsel dan Mac.

Menurut catatan rilis beta pengembang iOS 18 dan macOS Sequoia, ada beberapa masalah umum dengan fitur pencerminan iPhone.

Misalnya, beberapa pengguna tidak dapat meluncurkan aplikasi di layar kunci atau menggunakan papan klip universal saat iPhone tidak terkunci. Namun, masalah ini merupakan bug dan Apple akan segera memperbaikinya.

Meskipun memperkenalkan banyak fitur di macOS baru, Apple merahasiakannya bahwa sistem macOS yang menjalankan RAM 8 GB tidak cukup untuk penggunaan komputer.

Sebelumnya, pada Worldwide Developers Conference (WWDC) 2024, Apple mengumumkan beberapa inovasi, seperti Apple Intelligence hingga OS barunya, salah satunya macOS Sequoia.

Namun, Apple telah memperkenalkan fitur baru di Xcode 16 yang mengatasi salah satu kekhawatiran pengguna, yaitu penyelesaian kode prediktif.

Sekadar informasi, Xcode merupakan salah satu software untuk membuat aplikasi Apple dan banyak digunakan oleh para developer.

Pada WWDC 2024, Apple memperkenalkan fitur baru untuk Xcode 16 yaitu Predictive Code.

Diterbitkan laporan Gizchina, Selasa (25/6/2024), fitur tersebut menggunakan model pembelajaran mesin untuk memprediksi dan mengeksekusi pemotongan kode, sehingga memungkinkan pengembang untuk memproduksi.

Yang mengganggu sebagian pengguna adalah kode lengkapnya memerlukan setidaknya 16 GB RAM terpadu.

Dengan kata lain, Xcode 16 dapat bekerja pada komputer Mac dengan kapasitas kurang dari 16 GB, namun tidak dapat digunakan.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kebutuhan AI dan machine learning dalam aplikasi menjadi semakin kompleks, sehingga membutuhkan lebih banyak memori dan NPU yang kuat agar fitur AI dapat bekerja dengan baik.

Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa komputer Mac dengan RAM 8 GB tidak cukup untuk menerima fitur-fitur baru yang memerlukan pekerjaan lebih intensif.

Aturan ini memengaruhi banyak komputer Apple saat ini, termasuk Mac Mini, iMac, MacBook Air, dan MacBook Pro, yang juga menggunakan RAM terpadu sebesar 8 GB.

Sebaliknya, Apple baru-baru ini meminta pembicaraan mendalam dengan perusahaan induk Facebook, Meta.

Informasi ini keluar dari laporan Wall Street Journal. Menurut laporan tersebut, Apple ingin mengintegrasikan model AI generatif Meta ke dalam Apple Intelligence.

Kabar terbarunya, Apple memutuskan untuk tidak merangkul kolaborasi AI dengan Meta dalam jangka pendek.

Berdasarkan laporan Bloomberg, pada Selasa (25/6/2024), rencana kolaborasi antara Apple dan Meta dibatalkan karena masalah privasi.

Sebelumnya, kedua perusahaan sempat melakukan pertemuan singkat pada Maret lalu. Namun komunikasi mereka terhenti total.

Perusahaan Cupertino mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengintegrasikan Meta’s Large Language Model (LLM) ke dalam Apple Intelligence.

Kebetulan, pembicaraan kedua perusahaan terjadi bersamaan dengan pendekatan Apple terhadap OpenAI dan Google.

Namun, Apple memutuskan untuk tidak berbicara dengan Meta, dengan mengatakan “mereka tidak menganggap perilaku perusahaan cukup ketat.”

Terakhir, Apple mengumumkan telah berkolaborasi dengan OpenAI di acara WWDC 2024 dan mengintegrasikan ChatGPT ke iOS 18, iPadOS 18, macOS Sequoia.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *