Tue. Jul 16th, 2024

Peringatan Google: Hacker Elit Rusia Incar Data Politisi Jerman

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Peretas elit yang terkait dengan badan intelijen Rusia telah menyerang beberapa partai politik Jerman untuk membobol jaringan mereka dan mencuri data.

Informasi tersebut dirilis oleh Badan Keamanan Siber Jerman dan peneliti keamanan yang bekerja untuk perusahaan induk Google, Alphabet.

Dalam laporan yang dirilis pekan lalu, unit siber Alphabet, Mandiant, mengatakan kelompok peretas yang dikenal sebagai APT29 terlibat.

Badan-badan intelijen Barat menuduh kelompok tersebut bertindak atas nama agen mata-mata asing Rusia, SVR, dalam upaya mengelabui “agen politik (politisi) penting Jerman” agar mengungkapkan diri mereka.

Peretas mengirim email dengan menyamar sebagai undangan ke pesta 1 Maret yang diselenggarakan oleh Persatuan Demokratik Kristen (CDU) sayap kanan-tengah Jerman.

Peringatan tersebut, diterbitkan oleh badan siber Jerman BSI dan ditinjau oleh Reuters, mengacu pada insiden yang sama, yang menyatakan bahwa mata-mata siber yang disponsori negara telah menyerang partai politik Jerman untuk mendapatkan akses guna menciptakan penambangan data jangka panjang.

Dalam keterangannya yang dikutip Reuters, Selasa (26/3/2024), CDU mengaku sudah lama menjadi sasaran serangan digital oleh aktor dalam dan luar negeri.

“Dalam hal ini juga, kami mendapat informasi penyerangan dengan sangat cepat. Tanggal 1 Maret tidak diadakan pesta resmi CDU, acara ini fiktif,” tegas CDU.

Pemberitahuan itu tidak merinci siapa yang harus disalahkan. Mandiant juga tidak memberikan rincian siapa yang secara spesifik diincar oleh para peretas.

 

Dalam peringatannya, BSI mengatakan bahwa kekuatan asing tertarik untuk memata-matai politisi dalam konteks pemilihan Parlemen Eropa mendatang.

Mandiant mengatakan tujuan ini konsisten dengan fokus Moskow pada konflik jangka panjang dengan Kiev.

Dan Black dari Mandiant mengatakan dalam sebuah pernyataan, “langkah terbaru ini bukan hanya serangan terhadap Jerman atau politisinya. Ini adalah bagian dari upaya Rusia yang lebih luas untuk mencari cara untuk melemahkan dukungan Eropa terhadap Ukraina.”

Jerman merupakan salah satu negara Barat yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina dalam perangnya dengan Rusia.

Pada bulan Desember 2023, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa hubungan antara Berlin dan Moskow sebagian besar masih “membeku”.

Diketahui juga bahwa peretas Rusia dan Korea Utara diduga menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan serangan siber.

Hal ini diungkapkan oleh Microsoft dan OpenAI, di mana kedua perusahaan merinci bagaimana peretas yang terkait dengan pemerintah asing menggunakan GAI.

Mengutip Engadget pada Jumat (16/2/2024), peretas yang disponsori negara tersebut menggunakan GAI untuk men-debug kode, mencari informasi di platform sumber terbuka, mengumpulkan email phishing, dan menerjemahkan teks.

OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT, mengatakan pihaknya memblokir akses grup tersebut ke sistem GAI setelah mengetahui bahwa grup tersebut menggunakan alatnya.

Salah satu kelompok peretas tersebut adalah Forest Blizzard (Fancy Bear atau APT 12). Dikatakan bahwa mereka menggunakan platform OpenAI.

Para penjahat dunia maya ini menggunakan alat OpenAI “terutama untuk menyelidiki protokol komunikasi satelit dan teknologi radar.”

“Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan alat OpenAI untuk mendukung skrip serangan siber,” kata perusahaan itu.

Sebagai tindakan pencegahan, Microsoft mengatakan pihaknya melacak 300 kelompok peretas, 160 di antaranya mendukung negara tertentu.

Dengan menggunakan informasi ini, OpenAI saat ini berupaya mengidentifikasi serangan siber dan memblokir akun mereka.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *