Mon. Jul 15th, 2024

PTPP Penuhi Kewajiban Obligasi dan Sukuk Mudharabah

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT PP (Persero) Tbk (PTPP) pada 2 Juli 2024 membayar Obligasi Tetap III Tahap I Tahun 2021 Seri A senilai Rp850 miliar dan Sukuk Mudaroba I Tahap I Tahun 2021 senilai Rp400 miliar.

Obligasi dan sukuk mudarabah tersebut merupakan hasil penawaran umum permanen yang akan diselesaikan perseroan pada tahun 2021 dengan jangka waktu 3 tahun dan kupon atau dividen 8,5% per tahun.

Presiden PT PP Tbk Nawal Arshid mengatakan pemenuhan tanggung jawab integritas tersebut merupakan wujud komitmen PTPP sebagai perusahaan publik yang selalu mengedepankan dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan serta dapat memenuhi kewajiban perusahaan. “Alhamdulillah pada tanggal 1 Juli 2024 telah kami setorkan ke rekening KSEI sebagai pembayaran Obligasi dan Sukuk Mudharabah pada tanggal 2 Juli 2024 yang merupakan langkah menjaga stabilitas keuangan perseroan. PTPP menunjukkan komitmen sekaligus upaya pemulihan. tingkat kepercayaan investor terhadap pembangunan BUMN,” kata Naval dalam keterangan resmi, Rabu (3/7/2024). Efek positif

Sebagai perusahaan publik yang selalu mengedepankan dan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan, PTPP akan selalu berkomitmen dalam memenuhi tanggung jawab perusahaan.

Setelah pembayaran tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan PTPP ke depan, terutama memperkuat posisi keuangan perseroan.

Kontrak baru senilai Rp 8,9 triliun telah berhasil didaftarkan oleh PT PP (Persero) Tbk sebagai BUMN konstruksi dan investasi (PTPP) terkemuka di Indonesia.

Ya, nilai kontrak hingga Mei 2024 meningkat 31,35% dibandingkan periode yang sama tahun (tahun) lalu menjadi Rp 6,7 triliun.

Secara nilai kontrak, proyek dengan sumber pembiayaan pemerintah mendominasi sebesar 53,02%, BUMN sebesar 32,49%, dan sumber pembiayaan swasta sebesar 14,49%.

Nilai tertinggi diperoleh pada sektor jalan dan jembatan sebesar 55,06%, konstruksi sebesar 39,30%, pelabuhan sebesar 3,84%, industri sebesar 1,09%, migas sebesar 0,53%, dan pembangkit listrik sebesar 0,18%.

Pencapaian nilai kontrak PTPP Mei 2024 proyek peningkatan jalan modal Indonesia KIPP; Western Residential Area senilai Rp732 miliar, proyek pembangunan kompleks perumahan Freeport Port Site Rp326 miliar, serta perolehan kontrak baru senilai Rp1,36 triliun dari anak usaha.

PTPP akan terus menyelesaikan dan mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk proyek di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN).

Banyak proyek di wilayah IKN yang berhasil diselesaikan PTPP dengan progres 100%, seperti Proyek Persiapan KIPP Tahap 1, Proyek Persiapan KIPP Tahap 2, Proyek Dermaga Logistik IKN dan Proyek Jalan Raya Nasional Pantai Barat Tahap 1.

Progres pembangunan Rumah Negara dan Upacara di wilayah republik mencapai 69,4 persen atau lebih tinggi 1,3 persen dari rencana tugas pembangunan. Selain itu, pembangunan Pemerintahan Republik juga menunjukkan kemajuan positif dan lebih besar 89,9% atau 0,7% dari rencana.

“Dengan tercapainya kesepakatan baru pada bulan Mei, kami semakin optimistis dapat mencapai tujuan tersebut pada tahun 2024. PTPP akan terus mendukung pemerintah dalam penyelesaian proyek-proyek strategis nasional, khususnya yang akan dilaksanakan pada tahun ini. kata Bakhtiar. Effendi sebagai Senior Vice President Corporate Secretary PTPP.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *