Fri. Jul 19th, 2024

Repsol Hengkang, 4 Raksasa Migas Rebutan Ngebor Blok Andaman III

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Perusahaan minyak dan gas Repsol menarik diri dari blok minyak dan gas Andaman III Spanyol di lepas pantai Aceh. Repsol menarik diri dari blok migas ini, karena kegiatan eksplorasi yang dilakukan menunjukkan tidak membuahkan hasil (dry hole).

Namun, produksi Repsol Andaman III akan digantikan oleh perusahaan migas global lainnya. Nanang Abdul Manaf, Penasihat Kepala Satuan Tugas Khusus Kegiatan Ekstraksi Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan, dirinya telah dihubungi oleh beberapa kontraktor kerja sama (KKKS).

“Ada juga yang tertarik setelah Repsol bilang tidak akan dilanjutkan. Mereka mulai berbaris. 3-4 perusahaan yang bicara ke saya,” kata Nanang di sela-sela kegiatan IPA Convex 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis (16/05/2024).

Namun, dia belum mau membeberkan perusahaan migas mana yang ingin mengambil alih Andaman III. Namun wilayah kerja yang terletak di pesisir utara Aceh yang bersinggungan dengan negara tetangga dipastikan memiliki potensi gas yang sangat baik.

“Perkiraan yang kami lihat dalam hasil survei menunjukkan bahwa Andaman sangat-sangat menarik karena cakupan gas Costco Korean yang tinggi di Myanmar,” jelas Nanang.

Nanang pun mengklarifikasi informasi kegagalan Repsol menemukan hasil di blok Andaman III. Menurutnya, penemuan di sana tidak sesuai ekspektasi raksasa migas Spanyol itu.

“Sebenarnya ini bukan lubang kering, tidak sesuai dengan target yang diharapkan Repsol. Repsol berharap seperti yang ada di Harbour, tapi ditemukan di reservoir lain. Tapi mungkin tidak terlalu besar sehingga tidak ekonomis bagi mereka untuk melakukannya,” ujarnya.

Untuk mencari KKKS baru di Blok III Andaman, SKK Migas dan pemerintah membuka kemungkinan untuk melakukan lelang ulang. Tampaknya. Itu akan menjadi kebijakan pemerintah, pungkas Nanang.

 

Sebelumnya, Satuan Tugas Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung penerapan teknologi terkini untuk mendukung pengembangan industri hulu migas. Ini termasuk kegiatan penelitian.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan industri migas yang sedang berkembang harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era Industri 4.0.

“SKK Migas telah memposisikan teknologi sebagai salah satu dari lima pilar transformasi hulu migas, seperti Integrated Operations Center (IOC) yang dibuka pada 31 Desember 2019,” kata Dwik di Jakarta, Selasa (28/01/). . 2020).

Salah satu penerapan teknologi inovasi 4.0 yang dilakukan Repsol South East Jambi B.V., Kontraktor Kontrak Kerja Sama, adalah penggunaan pesawat yang dirancang khusus untuk survei udara.

Pesawat tersebut akan membaca permukaan bumi dengan tujuan untuk menemukan cadangan migas baru di wilayah kerja atau Blok Jambi Tenggara yang sebagian besar terletak di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Diinformasikan Perwakilan SKK Migas Sumsel Adiyanto Agus Handoyo, kegiatan yang dilakukan Repsol bersama General DuGeophisic (CGG) Aviation Indonesia, kegiatan penelitian Airborne Gravity Gradiometry (AGG) di wilayah udara Sarolangun. Kabupaten itu antara 10 dan 20 hari.

Melalui metode ini dapat diperoleh dengan cepat data-data yang akan dievaluasi untuk kegiatan eksplorasi migas, salah satunya adalah lokasi kegiatan seismik yang nantinya dapat menjadi lokasi sumur eksplorasi migas.

“Dalam melakukan survei udara dengan pesawat Repsol, KKKS memastikan seluruh aspek keselamatan dan lingkungan serta mematuhi persyaratan izin yang berlaku di industri migas, serta standar perusahaan, dengan memperhatikan aturan keselamatan yang berlaku. dan internasional,” jelasnya

Beberapa kelebihan survei menggunakan pesawat udara antara lain tingkat keamanan yang tinggi, minimal gangguan dan tidak menimbulkan risiko kerusakan lingkungan karena dilakukan di udara dan dilakukan dalam waktu singkat.

Sebelumnya, Repsol bisa memperoleh cadangan gas di blok Sakakemang dengan melakukan pengeboran sumur Kaliberau Dalam 2X. Dari sumur tersebut Repsol berhasil menemukan cadangan gas sebesar 2 triliun kaki kubik (TCF) di blok Sakakemang yang merupakan salah satu penemuan raksasa dunia pada tahun 2019. Keberhasilan ini mendorong Repsol untuk lebih agresif dalam bidang migas. Departemen Program Eksplorasi dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan SKK Migas mendukung pemanfaatan teknologi dalam kegiatan migas.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya eksplorasi dan memungkinkan pemantauan aktivitas minyak dan gas bumi secara komprehensif dan terintegrasi.

“Hasil survei akan terus kami pantau dengan bantuan pesawat Repsol dan tentunya berharap dapat mencapai hasil yang diharapkan. Keberhasilan Repsol dalam melakukan survei dalam rangka eksplorasi pesawat merupakan pembelajaran berharga bagi KKKS lainnya. bisa mengkaji lebih lanjut, migas untuk bisa lebih mengoptimalkan potensinya untuk digarap di bidang lain,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *