Fri. Jul 19th, 2024

Solusi atau Fiksi, Apakah Katarak Bisa Sembuh dengan Obat Tetes?

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Katarak yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan mengganggu penglihatan, selama ini dianggap hanya bisa diobati melalui operasi.

Namun, “Apakah katarak bisa diobati dengan obat tetes?” mencari berdasarkan kata kunci. Google mendominasi mesin pencari dengan menunjukkan berapa banyak orang yang mempercayainya

Sementara itu, CEO Rumah Sakit Mata JC@Kedoya, dr Setio Budi Rianto SPM (K) mencatat, masih belum ada obat yang efektif untuk katarak. Ia mengatakan, pengobatan katarak hanya bisa dilakukan dengan pembedahan atau pembedahan.

Dia adalah seorang profesional kesehatan. “Dulu banyak orang yang takut dengan operasi katarak karena prosedurnya manual, bukaannya lebar, ada jahitan dan suntikan obat bius,” ujarnya kepada Com. Namun, dengan kemajuan teknologi, masyarakat tidak perlu lagi takut dengan operasi katarak karena prosedurnya kini bersifat minimal invasif.

“Lukanya kecil, hanya 2,2 hingga 3 mm, hanya digunakan obat tetes mata untuk anestesi, dan pemulihannya cepat. Dengan berkembangnya teknologi, penglihatan bisa ditingkatkan,” jelas Setio.

Selain itu, Setiyo menambahkan, “Kita bisa mengoreksi penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat. Kita juga bisa mengoreksi distorsi silinder. Jadi, hasil yang kita harapkan dari aktivitas sehari-hari pasien pasca operasi katarak adalah meningkatkan kualitasnya.”

Setiyo mengatakan, usia tua menjadi salah satu penyebab utama terjadinya katarak, karena lensa mata menjadi keruh seiring bertambahnya usia.

Selain faktor usia, lensa mata juga bisa menjadi keruh akibat pengaruh sinar ultraviolet matahari.

Faktor komorbiditas dan penyakit lain seperti diabetes serta penggunaan obat steroid juga dapat mempercepat berkembangnya katarak.

Setiyo juga menjelaskan, katarak merupakan masalah besar di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penderita katarak terbanyak kedua di dunia.

Katarak dapat menyebabkan kebutaan, sehingga penting bagi dokter mata kita untuk berupaya mengurangi kebutaan melalui berbagai kegiatan untuk membantu pemerintah dan masyarakat, ujarnya.

Katarak dapat dicegah dan diobati dengan pembedahan. Teknologi operasi katarak akhir-akhir ini sudah sangat maju, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk menjalani operasi ini.

Operasi katarak kini bersifat minimal invasif, prosesnya cepat, fasilitas kesehatannya bagus, dan peralatan yang digunakan di Indonesia juga sangat bagus.

Katarak tidak menakutkan karena bisa dicegah dan diobati. Ia menambahkan, dengan mengurangi kebutaan akibat katarak, masyarakat bisa hidup lebih lama.

Jika katarak tidak diobati atau diangkat melalui pembedahan, katarak akan menebal, sehingga menyebabkan penglihatan kabur dan akhirnya kebutaan. Angka kebutaan katarak masih tinggi karena beberapa alasan. Faktor Sosial Ekonomi: Banyaknya masyarakat yang tidak mampu membiayai operasi katarak. Faktor Pendidikan: Kurangnya informasi mengenai pentingnya operasi katarak dan dampaknya terhadap penglihatan. Kurangnya informasi: Banyak orang yang tidak menyadari bahwa jika operasi katarak tidak segera dilakukan dapat mengakibatkan kebutaan permanen.

Meski teknologi modern operasi katarak mahal, Setio mengatakan BPJS dapat membantu mereka yang membutuhkan operasi katarak untuk menurunkan angka kebutaan.

Ya Setelah operasi katarak, harapannya pasien dapat melihat dengan jelas dan meningkatkan aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, Seto menegaskan, pemeriksaan awal sebelum operasi sangat penting. Kebanyakan pasien dapat kembali beraktivitas normal setelah operasi katarak, asalkan hasilnya baik, dengan fungsi neurologis normal dan hasil laboratorium normal.

Namun faktor komorbiditas seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi fungsi saraf dan kualitas retina, sehingga meskipun operasi katarak berhasil dan lensa yang digunakan bagus, penglihatan mungkin tidak optimal.

Oleh karena itu, pemeriksaan awal yang baik sangat penting untuk memastikan keberhasilan hasil operasi katarak dan penglihatan yang baik.

“Yang penting tes awalnya, kalau awalnya bagus, Insya Allah bagus juga kalau dilihat.

Katarak, gangguan penglihatan yang mengaburkan lensa mata, masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan mata di Indonesia. Data menunjukkan 80% dari 1,6 juta kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.

Sayangnya, banyak pasien katarak yang tidak mengetahui kondisinya sehingga tidak mau menjalani operasi, yang merupakan satu-satunya solusi efektif untuk memulihkan penglihatannya. Hal ini disebabkan kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai katarak

Bersama Peredami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia), Rumah Sakit dan Klinik Mata JEC terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap katarak melalui berbagai kegiatan, termasuk perayaan Bulan Katarak 2024.

Pada bulan Oktober 2024, JEC akan memberikan operasi katarak gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari Inisiatif Katarak Bakti.

Ketua Jurusan Perdami, Prof. Dr. Budu PhD SpM(K) M.Med.Ed, mengatakan katarak bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi katarak harus terus digalakkan agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini dan pengobatan yang tepat.

Sementara itu, Setio menekankan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin untuk mendeteksi dini katarak.

Dengan pengobatan yang tepat, pasien katarak dapat mengurangi risiko kebutaan dan menurunkan kualitas hidup

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *