Mon. Jul 15th, 2024

Taman Safari Indonesia Resmi Laporkan Pemberi Makan Sampah Plastik Kuda Nil ke Polisi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Taman Safari Indonesia resmi melaporkan adanya pengunjung ke polisi karena memberikan sampah plastik kepada kuda nil. Laporan tersebut dibuat pada 26 Juni 2024.

“Kami sudah buat LP (laporan polisi). Silakan hubungi pihak berwajib untuk lebih jelasnya pelakunya,” kata Senior Vice President Marketing Taman Safari Indonesia, Alekander Zulkarnain, kepada tim gaya hidup matthewgenovesesongstudies.com, Selasa (2/7). /2024). Laporan itu disampaikan Polres Bogor Kota.

Pelaporan ini merupakan tindak lanjut dari video viral yang beredar pada 20 Juni 2024. Akun tersebut memposting video dua pria yang mengunjungi Taman Safari Bogor (TSI) di Indonesia memberi makan kuda nil melalui jendela mobil berwarna perak berpelat B.

Video aslinya memperlihatkan dua wisatawan bersiap memberi makan wortel kepada hewan mirip rusa di pinggir jalan. Alih-alih memasukkan wortel ke dalam mulut hewan tersebut, wisatawan malah memasukkannya ke dalam lubang hidung hewan tersebut. Hewan itu tampak terkejut dan berjalan pergi.  

“Sumpah, sebenarnya orang menaruh wortel di hidung binatang, bukan mulutnya.” “Lihat reaksi hewannya,” postingannya di akun Instagram @avindadip.

Tak puas hanya menggoda satu jenis hewan, dua orang pengunjung taman safari menghampiri seekor kuda nil. Di dalam mobil, seorang pria mengulurkan tangan untuk memberinya wortel.

Namun saat kuda nil itu membuka lebar-lebar untuk memakan wortel, ada pengunjung yang melemparkan sampah plastik ke mulutnya. Kuda nil malang itu berhasil mengunyah sampah plastik yang dibuang ke mulutnya.

Pasca kejadian, manajemen Taman Safari Indonesia mengatakan tim life science dan tim animal care Taman Safari Bogor langsung memeriksa kondisi kuda nil tersebut. Hewan tersebut dipastikan dalam kondisi baik.

Akun resmi Taman Safari @tamansafari.id pada Sabtu, 6 Juni menyatakan, “Petugas Taman Safari di lokasi langsung mengeluarkan benda plastik tersebut dari mulut kuda nil secara proaktif sesuai dengan peraturan dan prosedur Taman Safari yang ada.” 22, 2024. 

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa insiden atau pekerjaan yang tidak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) tidak dapat ditoleransi. “Hewan yang ada di taman safari Indonesia termasuk yang dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Satwa Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Undang-undang ini mempunyai implikasi hukum jika pengunjung tidak mematuhinya,” kata mereka.

Taman Safari berulang kali mengajak pengunjung untuk memahami pentingnya pendidikan tentang kesejahteraan hewan dan konservasi alam. Peraturan ini juga melarang pedagang pakan menjual produknya dalam kantong plastik. Larangan tersebut bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian pada Kamis 20 Juni 2024, ketika kantong plastik berisi pakan ternak dilemparkan ke dalam mulut kuda nil.

Hasil pertemuan, puluhan pedagang yang berjualan wortel di sepanjang jalan menuju kawasan Taman Safari Bogor menyetujui pelarangan tersebut. “Setelah kami jelaskan bahwa ini tentang menjaga kesehatan hewan atau perekonomian masyarakat, (para pedagang) sangat setuju,” kata Jansen Manansang, pendiri Taman Safari Indonesia, Rabu, 26 Juni 2024. .

Menurut Jensen, pedagang bisa menggunakan tali yang terbuat dari bahan tumbuhan seperti daun pohon pisang untuk mengemas barangnya. “Jadi tidak ada lagi tali rafia, digantikan dengan tali pisang kedebong yang aman untuk dimakan hewan,” kata Jansen.

Selain itu, Taman Safari Bogor berencana menambah kamera pengintai di beberapa lokasi yang tidak dipasang CCTV. “Selain mengingatkan teman-teman kami yang merupakan pedagang pakan, kami juga menambahkan lebih banyak kamera ke semuanya,” kata Jansen.

Terkait kejadian pengunjung membuang sampah plastik ke mulut kuda nil, Janssen mengaku pihak manajemen sudah memanggil polisi. “Polisi sudah melakukan penyelidikan dan terungkap. Kami bersyukur. Saat ini masih menunggu (hasil) dari polisi,” kata Jansen.

 

 

 

Taman safari menekankan perlunya memberikan wawasan tentang kehidupan hewan di habitat aslinya melalui aktivitas seperti interaksi yang aman dengan berbagai spesies hewan dan tur interaktif, sekaligus memungkinkan pengunjung untuk terhubung secara emosional dengan berbagai hewan yang dilindungi. 

Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung dan satwa, Taman Safari Indonesia selalu memperbaharui fasilitasnya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab saat berkunjung.

“Taman Safari Indonesia berkomitmen untuk membangun budaya yang lebih peduli dan tertib di seluruh kawasan.” Area interaksi hewan telah dirancang dengan standar keamanan yang tinggi untuk memastikan interaksi antara pengunjung dan hewan dapat terjadi dengan aman. Taman Safari Indonesia terus berupaya meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab tentang pentingnya “bersikap baik dan bebas dari kekejaman terhadap hewan,” kata Alexander.

Ia menambahkan: “Mari kita bekerja sama untuk mematuhi peraturan yang berlaku, melindungi hewan, mengurangi penggunaan plastik, dan menunjukkan kepedulian dengan baik dan bijaksana saat mengunjungi taman safari di Indonesia.”

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *