Thu. Jul 18th, 2024

Tawarkan Harga Murah, BYD Dapat Untung Rp 19,9 Juta dari 1 Unit Mobil Listrik

Berdasarkan data statistik keuangan akhir yang dikutip matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Carnuschina, Sabtu (13/4/2024), BYD rata-rata menjual laba bersih US$1.250 atau setara Rp 1 unit.

Dibandingkan Tesla yang meraup laba bersih setara US$8.250 atau Rp 131 juta, BYD fokus meraih pangsa pasar dibandingkan keuntungan perusahaan.

Strategi ini cukup umum dilakukan, terutama di kalangan bisnis kompetitif di Tiongkok, yang lebih memilih mendominasi pasar daripada mengejar keuntungan besar.

Di pasar otomotif Tiongkok, harga mobil listrik telah turun sejak tahun lalu, banyak produsen menawarkan diskon besar-besaran. Karena banyaknya produsen dan merek di dalam negeri, rata-rata tingkat utilisasi pabrik hanya 59 persen, jauh dari angka 70 hingga 80 persen yang dianggap sebagai kisaran sehat.

BYD kini muncul sebagai pemimpin pasar mobil listrik, dengan penjualan lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya. BYD menjual 2.706.075 mobil di China saja pada tahun 2023, sedangkan Tesla berada di urutan kedua dengan penjualan 603.664 unit.

Meski tingkat keuntungannya lebih rendah di tahun 2023, namun BYD justru mengalami peningkatan tingkat keuntungan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak akhir tahun 2019, cadangan kas BYD meningkat delapan kali lipat.

Sebelum tahun 2021, laba bersih per mobil BYD sebenarnya negatif. Meskipun keuntungan unit relatif rendah pada tahun lalu, namun akan melebihi US$750 per mobil pada tahun 2022.

BYD menjadi produsen mobil pertama di dunia yang memproduksi 7 juta unit kendaraan listrik. Pencapaian tersebut terjadi empat bulan setelah merek asal China tersebut merayakan produksi unit mobil listriknya yang ke-6 juta.

Penjualan mobil listrik BYD sendiri diproyeksikan pada tahun 2008. Dari total 7 juta unit yang diproduksi BYD, separuhnya merupakan mobil listrik murni dan separuhnya lagi merupakan model plug-in hybrid (PHEV).

Menurut Motor1, BYD telah menjual sekitar 3,5 juta unit mobil listrik hingga akhir Februari 2024. Di Tiongkok, kendaraan PHEV merupakan bagian dari kategori kendaraan energi baru (NEV) bersama dengan kendaraan hidrogen.

Pada tahun 2023, BYD berencana meningkatkan penjualan mobil listrik penumpang plug-in sebesar 62 persen tahun-ke-tahun menjadi lebih dari 3 juta unit (termasuk 1,57 juta unit mobil listrik).

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *