Tue. Jul 23rd, 2024

Terlalu Banyak Bermain Gadget, Begini Dampak Buruk Screen Time pada Anak

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Banyak orang tua yang menggunakan gawainya untuk membuat anaknya senang atau terganggu saat mengerjakan pekerjaan rumah. Namun, menggunakan terlalu banyak perangkat atau waktu pemakaian perangkat dapat berdampak negatif pada anak Anda.

“Anak-anak di bawah usia dua tahun tidak mendapatkan banyak waktu menonton televisi atau menonton televisi,” kata dokter anak Noah Schwartz, MD.

Anak kecil membutuhkan interaksi yang nyata karena pada tahap kehidupan ini anak harus belajar dan berbicara dengan orang-orang disekitarnya.

Schwartz menambahkan, “Mereka mencari hubungan emosional dan mencoba memahami makna sosial.”

Anak-anak tidak akan mendapatkannya jika mereka hanya memiliki TV atau video game. Jika anak membutuhkan perangkat karena alasan tertentu, Schwartz mengatakan perangkat tersebut harus digunakan di bawah pengawasan orang tua.

“Terlibatlah sebanyak mungkin saat Anda menonton bersama mereka. Jelaskan kepada mereka apa yang Anda tonton. Hal ini dapat mengarah pada hubungan yang lebih baik dengan anak,” ujarnya.

Schwartz mengatakan obrolan video dan komunikasi layar merupakan pengalaman yang lebih menarik dan positif dibandingkan membiarkan anak Anda menonton TV, bermain video game, atau menggunakan aplikasi di perangkat Anda.

Laporan dari Cleveland Clinic pada Jumat 5 April 2024. Berikut dampak negatif terlalu banyak screen time pada anak yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya.

 

Besar kemungkinan anak-anak yang kebanyakan terpaku pada layar akan menjadi tidak aktif. “Mereka tidak banyak bergerak, sehingga menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik dan olahraga,” kata Schwartz.

Jika anak tidak aktif dan tidak keluar rumah untuk bersosialisasi dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, hal ini dapat mempengaruhi kesehatannya.

Selain mengganggu aktivitas fisik, tidur menjadi faktor lain yang mempengaruhi lamanya waktu yang dihabiskan di depan layar. Ada banyak penelitian yang membahas tentang dampak negatif screen time terhadap kualitas tidur.

“Tidur sangat penting untuk pertumbuhan anak, namun layar adalah sumber energi yang konstan, terutama jika digunakan di samping tempat tidur sehingga mengganggu tidur anak,” kata Schwartz.

 

Anak kecil belum mampu berkomunikasi dengan baik dan memberi tahu Anda sebagai orang tua apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai. Bermain ponsel tidak membantu anak mengembangkan kemampuan tersebut.

“Waktu menonton anak-anak tidak mengajari mereka cara berkomunikasi,” kata Schwartz. Mereka hanya menonton sesuatu karena hal itu mempengaruhi pikiran anak dan cara mereka belajar beradaptasi.

Dikutip dari situs UNICEF, penelitian menunjukkan bahwa screen time dapat mengganggu kemampuan anak dalam membaca wajah dan mempelajari keterampilan sosial.

Kedua faktor ini penting untuk mengembangkan empati. Komunikasi tatap muka adalah satu-satunya cara anak belajar memahami dan menafsirkan isyarat non-verbal.

Dalam beberapa kasus, screen time juga dapat memengaruhi suasana hati anak. Penelitian, misalnya, mengaitkan tingginya waktu menatap layar dengan perubahan suasana hati pada anak-anak.

“Terlalu banyak waktu menatap layar dapat berdampak negatif pada anak-anak,” kata Schwartz. Penelitian telah menunjukkan bahwa hal itu dapat mengurangi fungsi kognitif, kewaspadaan dan mempengaruhi tingkat energi.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa screen time dapat memengaruhi kemampuan belajar anak.

Menurut UNICEF, screen time dapat mengurangi kemampuan membaca pikiran orang dan mengelola depresi. Hal ini juga menurunkan aktivitas otak mereka, seperti bermain dan berkomunikasi dengan anak lain.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *