Tue. Jul 23rd, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Twilio baru saja merilis Laporan Status Personalisasi kelima Bagaimana Anda melihat kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen?

Tren utama: personalisasi dan AI

Dalam survei terhadap 521 pemimpin bisnis, laporan tersebut menyoroti tren-tren utama seiring dengan semakin banyaknya konsumen yang mengharapkan pengalaman prediktif, emosional, dan pribadi.

Kecerdasan buatan (AI) adalah kunci transformasi ini, dengan 71 persen pemimpin bisnis berada di Asia Pasifik (APAC) dan persentase yang signifikan berada di wilayah lain.

Mereka mengatakan akan berinvestasi dalam model pembelajaran mesin untuk menganalisis perilaku pelanggan dan membuat prediksi yang lebih akurat.

Pentingnya menggunakan AI secara etis

Berdasarkan keterangan resmi pada Selasa (7/2/2024), salah satu temuan utamanya adalah 89 persen responden meyakini penggunaan AI secara etis dapat menjadi keunggulan kompetitif.

Hal ini menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya fokus pada inovasi teknologi tetapi juga pada etika dan privasi data.

Lebih dari separuh pemimpin bisnis yang disurvei mengatasi kekhawatiran konsumen mengenai privasi data dengan menerapkan kontrol privasi yang ketat.

Transparansi dalam penggunaan kecerdasan buatan juga merupakan faktor penting. Hampir separuh konsumen mengatakan mereka akan lebih mempercayai merek jika mereka mengungkapkan secara publik penggunaan data pelanggan dan interaksi yang didukung AI.

“Dalam dunia pemasaran, personalisasi itu penting. Pelanggan saat ini tidak hanya mengharapkan merek untuk memahaminya. Namun mereka juga ingin merek memprediksi kebutuhan teknologi AI untuk mewujudkannya.

 

Generasi Z (usia 18-27 tahun) merupakan kelompok konsumen yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap strategi pemasaran suatu merek. Sebagai penduduk asli digital, mereka memiliki ekspektasi tinggi terhadap akurasi, transparansi, dan interaksi pribadi.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, 85 persen perusahaan berencana menyesuaikan strategi pemasarannya.

Di Asia Pasifik, 45 persen pemimpin bisnis mengatakan mereka akan menggunakan konten video pendek, seperti TikTok atau Reels di Instagram, untuk menarik perhatian Gen Z.

Ubah prediksi dan kecerdasan emosional

Sebanyak 86 persen pemimpin bisnis bersiap untuk beralih dari personalisasi reaktif ke personalisasi prediktif.

Dengan bantuan AI dan pembelajaran mesin, merek dapat memprediksi preferensi konsumen dan menyampaikan pesan yang tepat pada waktu yang tepat.

Kecerdasan emosional juga merupakan fokus utama. 82 persen pemimpin bisnis menekankan pentingnya respons emosional dalam interaksi yang didukung AI.

AI diperkirakan akan mengubah strategi personalisasi dan pemasaran selama lima tahun ke depan. Sebagian besar pemimpin bisnis setuju bahwa chatbot AI akan menjadi pengubah permainan dalam personalisasi.

Saat ini, 59 persen perusahaan berharap untuk menggunakan AI setiap hari pada tahun 2025. Platform data pelanggan (CDP) dan gudang data menjadi alat utama untuk personalisasi, dengan 72 persen perusahaan menggunakan CDP dan 48 persen menggunakan informasi

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *