Tue. Jul 16th, 2024

UNVR Beli Mesin Produksi Kecap, Segini Nilainya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berencana membeli mesin yang digunakan untuk memproduksi kecap Bango dari Unilever Enterprises Indonesia (UEI). Aset mekanis berlokasi di Subang.

Sehubungan dengan rencana transaksi tersebut, Unilever Indonesia dan UEI akan menandatangani perjanjian jual beli senilai Rp41,5 miliar. Secara khusus, apa yang dikerjakan, yaitu mesin untuk produksi jenis saus dan bumbu masak tertentu serta peralatan yang berhubungan dengan mesin tersebut, dialihkan kepada perusahaan setelah tanggal selesainya.

Saat ini perusahaan menyewa mesin dari UEI yang digunakan untuk memproduksi kecap Bango. Sebagai salah satu merek yang dijual perusahaan, kecap Bango menunjukkan pertumbuhan penjualan yang baik.

Berdasarkan analisis dan perkiraan perseroan, permintaan jual Bangosaus di pasar akan sangat tinggi di masa mendatang. Sehingga perseroan memandang perlu untuk melakukan banyak prestasi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan penjualan kecap Bango di masa depan.

Mengutip informasi bursa, Rabu (3/7/2024), manajemen perseroan menyatakan pembelian mesin UEI akan membantu kinerja keuangan perseroan. Dari transaksi pembelian mesin tersebut, Unilever Indonesia akan memperoleh penghematan biaya tahunan yang diperoleh dari selisih biaya sewa mesin dibandingkan dengan biaya penyusutan yang lebih rendah.

Dengan adanya penghematan biaya produksi tersebut, diharapkan perusahaan dapat memanfaatkannya untuk mendukung inovasi yang lebih produktif guna mendorong pertumbuhan pasar Kecap Bango di masa depan.

Dari segi operasional, kepemilikan dan penguasaan penuh terhadap mesin produksi ini diharapkan operasional dan proses produksi perusahaan dapat berjalan cepat, efisien dan efektif. Sebelum pembelian mesin tersebut, pengoperasian dan pemeliharaan mesin produksi kecap Bango sangat bergantung pada UEI selaku pihak yang menyewakan mesin tersebut.

Sehingga jika terjadi kendala operasional atau kerusakan mesin pada saat proses produksi maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena tim produksi perusahaan harus menghubungi UEI untuk menangani permasalahan tersebut. 

 

 

Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan membagikan dividen final sebesar Rp 2,93 triliun pada tahun buku 2023. Dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Tahunan (RUPST) pada 20 Juni 2024.

Pembagian saham Unilever Indonesia setara dengan Rp77 per saham. Perseroan akan membagikan saham tersebut dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2023, termasuk laba bersih terkait induk perusahaan sebesar Rp 4,8 triliun. Selanjutnya, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,19 triliun dan total ekuitas sebesar Rp3,38 triliun.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis Sabtu (22/6/2024), PT Unilever Indonesia Tbk membagikan total dividen tahun 2023 sebesar Rp 5,34 triliun. Sebelumnya, perseroan menerbitkan dividen interim sebesar Rp63 per saham dan Rp2,40 triliun pada 8 Desember 2023.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan timnya selalu fokus memperkuat dan mendorong pertumbuhan yang mendukung operasional perusahaan. 

“Upaya berkelanjutan kami untuk menemukan permasalahan di luar negeri mulai membuahkan hasil pada tahun ini dan kami berterima kasih atas dukungan yang tiada henti dari pelanggan, klien, mitra, dan pemangku kepentingan pada tahun 2023,” kata Benjie, Kamis, 20 Juni 2024.

Berikut jadwal pembagian dividen Unilever Indonesia: Tanggal mulai 20 Juni 2024 Tanggal pembagian dividen pasar umum dan tanggal negosiasi pasar 28 Juni 2024 Tanggal pembagian dividen pasar umum dan tanggal negosiasi pasar 1 Juli 2024 Tanggal pembagian Tanggal pembagian Cum di pasar uang . 2 Juli 2024 Tanggal pembagian dividen tunai 3 Juli 2024 Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai 2 Juli 2024 pukul 16.00 Pembayaran dividen tanggal 18 Juli 2024 

Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada Rapat Umum Tahunan (RUPST), Kamis 20 Juni 2024 menyetujui pembagian dividen final tahun buku 2023 sebesar Rp 77 per saham. Dengan demikian, pembagian dividen Unilever Indonesia mencapai Rp 2,93 triliun. 

Bagian akhir ini berasal dari laba bersih tahun 2023 dan laba tahun-tahun sebelumnya. Penghargaan final akan diserahkan paling lambat tanggal 18 Juli 2024. 

Unilever Indonesia membagikan dividen interim tahun buku 2023 sebesar Rp63 per saham atau seluruhnya Rp2,40 triliun kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 Desember 2023 pukul 16:00 WIB. 

Dengan demikian, total dividen tahun buku 31 Desember 2023 adalah Rp140 per saham atau total Rp5,34 triliun. Jumlah dividen tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sama dengan jumlah dividen tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan timnya selalu fokus memperkuat dan mendorong pertumbuhan yang mendukung operasional perusahaan. 

“Upaya konsisten kami dalam menghadapi krisis eksternal mulai membuahkan hasil pada tahun ini, dan kami mengapresiasi dukungan tiada henti dari pelanggan, klien, mitra, dan pemangku kepentingan pada tahun 2023,” kata Benjie, Kamis (20/6/2024). 

Pada tahun 2023, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp38,6 triliun, laba kotor sebesar Rp4,8 triliun, dan margin kotor meningkat 346 bps dibandingkan tahun 2022.

 

Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mampu mencatatkan laba bersih Rp 1,4 triliun dari total penjualan Rp 10,1 triliun pada kuartal I 2024. Pertumbuhan pendapatan dalam negeri meningkat 24,7 persen dari kuartal IV 2023, namun justru meningkat. masih lemah sebesar 4,7 persen tahun-ke-tahun dibandingkan kuartal pertama tahun 2023. 

Direktur Utama Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan, tingkat penjualan bulan Maret 2023 di saluran-saluran utama perseroan telah dikembalikan ke level kuartal III tahun 2023. Sementara itu, pangsa pasar bulanan Unilever Indonesia terus tumbuh dibandingkan terendah. . posisi pada bulan Desember 2023. 

“Perusahaan juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di lebih dari 80 persen kategori tempat kami beroperasi. Hasil baik ini merupakan upaya untuk menerapkan prioritas strategis perusahaan secara efektif,” ujarnya dalam laporan pendapatan Unilever Indonesia. pada triwulan I tahun 2024 hampir terselenggara, Rabu (24/4/2024).

Berdasarkan laporan kinerja keuangan tersebut, emiten berkode UNVR ini mencatatkan peningkatan laba sebelum pajak (PT) sebesar 131 basis poin dari tahun lalu menjadi 18,4 persen, dan 844 basis poin pada kuartal IV 2024.

Sementara itu, margin kotor meningkat 61 basis poin dari tahun ke tahun menjadi 49,9 persen, naik 156 bps dari Q4 2023.

“Hal ini didorong oleh sejumlah inisiatif penghematan biaya, termasuk penetapan harga produk, otomatisasi dan efektivitas biaya, serta penyederhanaan berbagai aktivitas untuk memastikan efisiensi dalam hal pengendalian biaya,” tambah Benjie. 

 

Di sisi lain, belanja iklan Unilever Indonesia meningkat sebesar 107 poin setiap tahunnya, dari 8,0 persen pada kuartal pertama tahun 2023 menjadi 9,0 persen pada kuartal pertama tahun 2024.

“Untuk mendukung inovasi brand kami, kami terus memastikan tingkat investasi belanja iklan tepat sasaran. Pada kuartal pertama tahun ini, kami meningkatkan belanja iklan sebesar 107 poin dengan tingkat penjualan 9,0 persen,” pungkas Benjie.

Pada penutupan perdagangan Rabu 24 April 2024, harga saham UNVR melonjak 2,58 persen menjadi Rp 2.390 per saham. Harga saham UNVR dibuka menguat 20 poin ke Rp 2.350 per saham. Saham UNVR memiliki nilai maksimal Rp 2.420 dan terendah Rp 2.350 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 3.951 kali dengan volume perdagangan 146.897 lembar saham. Nilai transaksinya Rp 35,1 miliar.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *