Tue. Jul 16th, 2024

Waspada, Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota Bandung hingga 17 April 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Bandung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat melaporkan hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang kemungkinan terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.

Menurut BMKG, kemungkinan akan terjadi hujan lebat dan sangat lebat yang bersifat lokal dan jangka pendek.

Selain itu, BMKG juga memperkirakan kemungkinan curah hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah lainnya. Masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi cuaca.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat/sangat lebat mungkin terjadi di beberapa wilayah (Jawa Barat), disertai petir/petir, dan angin kencang, yang mungkin terjadi secara lokal dan berumur pendek,” demikian bunyi laporan yang ditulis Stasiun BMKG Jabar. mengatakan. , dikeluarkan pada 10 April 2024.

Prakiraan cuaca ini berlaku untuk periode 11 hingga 17 April 2024. Namun, curah hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat lebat mungkin terjadi di beberapa wilayah:

Jumat, 12 April 2024 : Kabupaten Indramayu, Kabupaten Siangjur, Kabupaten Majalenka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Bagor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bandung dan Kota, Bandung Barat dan Simahi.

Sabtu 13 April 2024 : Kecamatan Chamis, Kota Banjar, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kecamatan Chanjur, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta. Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut.

Minggu 14 April 2024 : Kabupaten dan Kota Bagor, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Harut, Kabupaten Chianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Chimahi, Kabupaten Majalenko, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Tasikmalai, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.

Senin 15 April 2024 : Kabupaten Bagor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Chanjur, Kabupaten Bandung Barat.

Selasa 16 April 2024 : Kabupaten dan Kota Bagor, Kabupaten dan Kota Bandung, Kecamatan Chamis, Kota Banjar, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta.

Rabu, 17 April 2024 : NOL

 Tonton video yang dipilih:

Menurut BMKG, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya awan dan/atau hujan di sebagian wilayah Jawa Barat, di antaranya suhu permukaan laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia.

Selain itu, wilayah Jawa Barat diperkirakan akan mengalami gelombang Kelvin atmosfer aktif dan gelombang Rossby khatulistiwa pada pertengahan pekan.

Sementara itu, Siklon Tropis OLGA masih teramati di Samudera Hindia barat daya Cebu, NTT, dengan kecepatan angin maksimum 40 knot (74 km/jam) dan tekanan minimum 998 hPa.

Siklon Tropis OLGA diperkirakan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 5 knot (9 km/jam) dari wilayah Indonesia, sehingga berdampak tidak langsung terhadap wilayah Jawa Barat, membentuk zona pembengkokan angin (shear line), menurunkan kecepatan angin (konvergensi) dan luas “rejeki nomplok” (limpasan); labilitas atmosfer secara umum sangat bervariasi, terutama pada kategori ketidakstabilan sedang dan kuat,” demikian bunyi laporan BMKG.

3 rekomendasi

Berdasarkan prakiraan kondisi cuaca tersebut, BMKG telah mengeluarkan beberapa imbauan kepada masyarakat dan instansi terkait:

1. Mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi (dampak iklim ekstrim) seperti hujan lebat dan sangat deras setempat, angin puting beliung dan hujan es yang dapat menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan dampak merugikan lainnya.

2. Waspada terhadap terjadinya kondisi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hari, terutama pada hari-hari dengan suhu panas terik antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB yang biasanya bercirikan gelap. awan berwarna yang menjulang seperti kembang kol dan terkadang dengan dasar di bagian atas (awan cumuliform).

3. Khusus pada daerah dengan medan terjal/pegunungan atau daerah rawan longsor, tetap waspada terutama pada saat terjadi hujan ringan hingga sedang selama beberapa hari berturut-turut yang dapat meningkatkan ketidakstabilan tanah dan menyebabkan tanah longsor.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *