Mon. Jul 15th, 2024

58 Penumpang Pesawat Singapore Airlines Korban Turbulensi Parah Masih Dirawat di RS Bangkok, 20 di Antaranya Masuk ICU

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Kabar terkini mengenai kecelakaan serius pesawat Singapore Airlines rute London-Singapura disampaikan Rumah Sakit Samitvage Srinarin pada Rabu, 22 Mei 2024. 58 penumpang yang terluka saat ini masih berada di dalam pesawat, kata mereka. Ia dirawat di tiga rumah sakit berbeda di Bangkok, Thailand.

Rinciannya, 41 orang dirawat di RS Samitivej Srinakarin, 15 orang di RS Samitivej Sukhumvit, dan dua orang di RS Bangkok. Saat ini, 20 pasien dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di dua rumah sakit berbeda, sedangkan sisanya dirawat secara rawat jalan, ujarnya.

Lima penumpang di antaranya warga negara Singapura dan dua orang dirawat di ICU. Sementara 27 penumpang Singapore Airlines yang dirawat sudah diperbolehkan berangkat pada pukul 13.00 waktu setempat kemarin.

Maskapai tersebut menyebutkan lima penumpang penerbangan SQ321 kembali ke Singapura kemarin dan satu awak akan kembali hari ini, Kamis (23/4/2024), dikutip Channel News Asia. Pihak maskapai menyebutkan 74 penumpang dan 6 awak masih berada di Bangkok, termasuk keluarga dan kerabatnya yang masih mendapat perawatan.

Dilaporkan pula sembilan pasien berhasil dioperasi di RS Samitvage Srinagarin pada Selasa, 21 Mei 2024. Lima pasien selanjutnya diperkirakan akan menjalani operasi pada Rabu 22 Mei 2024.

Rumah Sakit Samitivj Srinarin berjarak 20 menit berkendara dari Bandara Suvarnabhumi. Samitivage adalah grup layanan kesehatan swasta dengan tujuh rumah sakit di Thailand. Rumah sakit pertama didirikan pada tahun 1979.

 

Sembilan warga Malaysia saat ini sedang menjalani perawatan. Di Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit, satu pasien berada di ICU dan dua pasien di bangsal rawat inap. Lima pasien berada di ICU Rumah Sakit Samitwaj Sreenkarin, dan satu pasien di bangsal rumah sakit.

Seorang pejabat kedutaan Malaysia, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada CNA bahwa satu dari enam pasien di Rumah Sakit Samitwaj Sreenkarin adalah pramugari laki-laki, sedangkan lima lainnya adalah penumpang. Mereka berusia antara 31 hingga 65 tahun dan telah menerima perawatan karena cedera kepala, leher, dan tulang belakang.

Tidak ada seorang pun yang berada dalam kondisi yang mengancam jiwa, kata kedutaan. Anggota kru tersebut menjalani dua operasi dan keluarganya terbang ke Bangkok untuk menemuinya. Pejabat itu menambahkan bahwa seorang penumpang wanita lanjut usia pingsan.

Satu penumpang tewas dalam kejadian ini. Orang Inggris itu rupanya meninggal karena serangan jantung.

Pada Senin, 20 Mei 2024, penerbangan Singapore Airlines SQ321 yang membawa 211 penumpang dan 18 awak mengalami turbulensi parah saat terbang dari London (Heathrow) menuju Singapura. Sebuah pesawat Boeing 777-300ER akhirnya jatuh di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok On. 21 Mei 2024, pukul 17.45 waktu setempat.

Pada Selasa, 21 Mei 2024, para penumpang yang telah menjalani pelatihan medis bergegas membantu pria yang akhirnya kehilangan nyawa tersebut, demikian laman Koriabo. Beberapa orang lainnya terluka setelah mereka terlempar dari tempat duduknya dan melarikan diri ke jalan.

Andrew Davis adalah salah satu penumpang dalam penerbangan ini. Berbicara tentang kejadian mengerikan di pesawat tersebut, dia mengatakan banyak orang, termasuk pramugari, yang terluka.

Menurutnya, kekerasan tersebut terjadi secara tiba-tiba ‘tanpa peringatan’ dan menimbulkan kekacauan di dalam ruangan. Ia mengatakan, kejadian ini merupakan yang terparah dalam 30 tahun penerbangannya.

“Saya berada di dalam penerbangan dan membantu semampu saya. Mereka yang tidak terluka (termasuk saya) berada di ruang tunggu di bandara Bangkok,” kata Davis.

Ia melanjutkan, “Hatiku tertuju pada pria yang kehilangan nyawanya dan istrinya yang malang. Peristiwa yang sangat menyedihkan.”

Banyak yang berteriak meminta alat defibrilator, dan penumpang pesawat yang terlatih secara medis membantu semampu mereka. Ada juga orang yang membantu memberikan CPR pada pria malang yang sekarat itu.  

“Penumpang lain sedang tidur di lorong di belakang saya. Saya tidak yakin apa yang terjadi pada mereka. Saya berharap bisa membantu lebih banyak lagi,” kata Davis.

Usai kejadian tersebut, Andrew belajar memakai sabuk pengaman saat pesawat mengudara. “Yang terluka tidak ada yang memakai sabuk pengaman. Penumpangnya (termasuk saya) tidak (setahu saya),” ujarnya. 

Singapore Airlines telah berjanji untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu mereka yang terkena dampak pada Penerbangan SQ321. “Kami bekerja sama dengan pihak berwenang di Thailand untuk memberikan bantuan medis yang diperlukan, dan akan mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan jika diperlukan,” kata maskapai itu dalam sebuah postingan di halaman Facebook-nya.

“Prioritas kami adalah memberikan segala bantuan kepada seluruh penumpang dan awak kapal,” tambah SQ. 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *