Mon. Jul 15th, 2024

Australia dan Indonesia Kolaborasi Rilis Panduan Dukungan Pengasuhan Anak bagi Pemberi Kerja

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pada tanggal 6 Maret 2024, Panduan Pengasuhan Anak yang Didukung Pengusaha yang pertama di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan peran sektor swasta dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan, diluncurkan di Jakarta.

Dengan bantuan Pemerintah Australia, panduan ini dikembangkan oleh Koalisi Bisnis Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan (IBCWE), Investing in Women (IW) dan Kemitraan Indonesia Australia untuk Ekonomi (Prospera).

Steve Scott, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Jakarta, mengatakan Australia senang membantu dan mendukung pengembangan Panduan Tunjangan Anak untuk Pengusaha.

“Pedoman baru ini akan mendukung partisipasi perempuan di dunia kerja dengan memberikan bantuan untuk menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan pengasuhan, sehingga akan meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan,” kata Steve Scott, dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia di Indonesia bertajuk “Child Care Support Panduan bagi Pengusaha Primer di Indonesia”, Sabtu (9/3/24).

Dalam acara tersebut, diskusi terfokus pada strategi untuk meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja melalui program pengasuhan anak yang disponsori perusahaan, serta mengoordinasikan berbagai kemitraan untuk melindungi kepentingan orang tua yang bekerja.

Manfaat dari dukungan pengasuhan anak bagi pemberi kerja mencakup peningkatan keterlibatan dan kinerja karyawan, peningkatan rekrutmen dan retensi karyawan yang berkinerja terbaik, dan membangun budaya yang kuat di lingkungan kerja.

Program IBCWE, PROSPERA dan IW yang didukung oleh Pemerintah Australia bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan pengasuhan anak bagi pemberi kerja penting karena melibatkan keseimbangan tugas rumah dan pekerjaan bagi orang tua.

Menurut Panduan Pengasuhan Anak yang Didukung Pengusaha, Kamis (7/3/24), membagi fokus, waktu dan tenaga antara tugas pekerjaan dan pengasuhan anak dapat berdampak negatif bagi orang tua yang bekerja dan mereka yang mempekerjakan orang lain.

Ketika karyawan menghadapi perjuangan karena tidak dapat meluangkan waktu untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai karyawan dan orang tua, maka perusahaan terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar karena rendahnya produktivitas karyawan, ketidakhadiran dan pergantian karyawan, sehingga hal ini akan mempengaruhi aktivitas perusahaan.

Permasalahan dalam mencari tempat penitipan anak tidak hanya terjadi pada orang tua yang bekerja, namun juga pada perusahaan atau organisasi tempat mereka bekerja. Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan ini, pemberi kerja dapat merencanakan untuk memberikan solusi penitipan anak yang disponsori oleh pemberi kerja.

Program-program ini dapat didanai sepenuhnya, disubsidi atau difasilitasi oleh pemberi kerja untuk meringankan beban pengasuhan anak dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung.

Pemerintah Australia menjamin kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan hasil pendidikan anak-anak. Selain itu, pendidikan dan pengasuhan anak disediakan oleh penyedia dan layanan yang disetujui. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi untuk biaya pemeliharaan.

Melalui Departemen Pendidikan dan Pelayanan Australia, Pemerintah Australia mengelola Dana Perawatan Anak (CCS). Penyedia penitipan anak harus mendapat persetujuan dari departemen untuk menerima CCS, lapor Education.gov.au, Kamis (7/3/24).

Departemen ini juga bertanggung jawab atas undang-undang yang mendukung CCS. Undang-undang ini disebut Undang-Undang Bantuan Keluarga (FAL). Semua penyedia layanan yang menerima CCS harus mengikuti prosedur yang diuraikan dalam FAL. Departemen ini juga memantau kepatuhan penyedia layanan terhadap FAL.

Pemerintah Australia juga secara rutin mengaudit penyedia penitipan anak untuk melihat apakah mereka memenuhi kewajiban mereka berdasarkan Undang-Undang FAL dan mengambil tindakan kepatuhan jika tidak.

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dikabarkan telah memiliki standarisasi program pengasuhan anak di Indonesia.

Hal ini bertujuan untuk memastikan anak mendapatkan pengasuhan, keamanan, kenyamanan dan pemenuhan hak-haknya secara memadai melalui layanan pengasuhan anak yang berkualitas.

Kominfo melalui Badan Umum memberikan Kebijakan Sekjen sebagai payung hukum Penitipan Anak Gratis, memberikan pelatihan mandiri mengenai forum parenting positif dan hak-hak anak melalui e-learning dan melakukan penilaian terhadap bentuk saldo Penitipan Anak Gratis secara lengkap.

Rohika Kurnia Sari, Assistant Vice President mengatakan: “Layanan Child Free Childcare adalah pengasuhan sementara bagi anak usia 0-6 tahun dari orang tua yang bekerja dengan tujuan untuk memastikan anak tetap mendapatkan perawatan sesuai hak dasarnya dengan memperhatikan perkembangannya,” Rohika Kurnia Sari, Asisten Deputi Penerapan Hak Anak Kementerian PPA, seperti dilansir paudpedia.kemdikbud.go, Kamis (7/3/2024).

Menurut Rohika, pengasuhan anak sangat penting karena selain mengasuh anak di bawah usia lima tahun yang sulit lepas dari peran sebagai ibu atau istri, pekerjaan ini juga dapat menunjang produktivitas perempuan bekerja, menurut Rohika.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *