Mon. Jul 15th, 2024

Awas, Pemprov DKI Jakarta Punya Alat Canggih Deteksi PNS Tak Netral di Pilkada 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta DKI Pemprov DKI punya alat untuk mendeteksi aparatur sipil negara (ASN) atau aparatur sipil negara yang tidak memihak, termasuk mengunggah konten media sosial pendukung Pilkada (Pilkada) 2024.

 

“Saya berharap ASN di DKI Jakarta bersikap adil kepada bapak/ibu. Karena ketidakadilan Anda akan terlihat dari berantakannya media sosial Anda. Kami punya alat untuk mengetahui adil atau tidaknya,” kata Kepala Nasional DKI Jakarta. Badan Persatuan dan Politik Tofan Bakri dikutip Antara, Rabu (19/6/2024).

Hal itu diungkapkannya dalam acara “Mensukseskan Pilkada DKI Jakarta 2024” yang digelar Pemprov DKI Jakarta, Rabu.

Namun Storm tidak menjelaskan alat apa itu dan cara kerjanya. Dia hanya mengatakan, ASN yang sekedar merendahkan postingan di media sosial terkait pasangan calon tertentu bisa mengadu ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bavaslu) yang bisa berujung pada sanksi.

“Pintarlah dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam bias.” Jika ada yang mengeluh dan bertindak atas Bavaslu, hanya “suka” yang bisa dikenakan tuntutan pidana, ini lain. Ada bahaya yang mengerikan. kata Pelanggaran keadilan

Pelanggaran yang berkaitan dengan kewajaran dapat berupa kode etik, seperti mengunggah dukungan kepada pasangan calon tertentu, memberikan acungan jempol (“like”/”komentar”/”share”) kepada pasangan calon tertentu, memasang spanduk, bahkan sebagainya. bahwa beberapa calon mengikuti deklarasi berpasangan.

Selain itu, dapat pula terjadi pelanggaran disiplin, antara lain mendukung pasangan calon tertentu, menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik, menyelenggarakan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan, bahkan mencalonkan diri sebagai mitra promosi.

Kata Typhoon, merujuk pada pemilu 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi, serta anggota DPRD Kabupaten/Kota, ia tidak menemukannya. Pelanggaran yang dilakukan ASN di DKI Jakarta. Hal ini, lanjutnya, menunjukkan tingginya kesadaran ASN bahwa mereka harus bersikap adil.

“Dulu ASN kita terjerat kasus netralitas karena mendukung calon legislatif. Jadi di amanat 2024 kita benar-benar waspada. Kami ingatkan ASN untuk tetap netral,” ujarnya.

Anies Rasid Baswedan bakal maju pada Pilgub DKI 2024, kata mantan Gubernur DKI Jakarta dan calon presiden nomor urut 1 2024 saat berkunjung ke Kampung Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu, 19 Mei 2024.

Kedatangan Annie di Kelurahan Muara Baru untuk bersilaturahmi dengan kelompok pedagang kaki lima (PKL) setempat dan warga Jaringan Masyarakat Miskin Kota (JRMK) Jakarta.

Anise Baswedan disambut hangat warga sekitar sebagai sosok yang masih menjabat sebagai gubernur.

“Tuan Annie, Tuan Annie!” Mereka menyapa warga yang menyambut kedatangannya.

Annason sangat senang melihat sambutan yang begitu antusias. Ia menanggapi permintaan warga yang ingin berjabat tangan dan berfoto.

Dalam acara tersebut, Sugiarti, perwakilan Jaringan Masyarakat Miskin Kota, melontarkan pernyataan yang meminta Anis kembali mencalonkan diri di Pilkada Jakarta.

“Kami siap dukung penuh Pak Anis untuk menang,” kata Sugiarti disambut sorak sorai warga lainnya.

Kemudian, giliran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menyampaikan pidatonya. Di hadapan warga, Enies mengaku sempat mendapat tawaran dari beberapa partai politik untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

 

Yang jelas Partai NasDem bakal mendukung Annies. Bahkan partai pimpinan Surya Paloh terang-terangan lebih memilih Anise Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

“Saya sudah menerima undangan dari partai politik, tawaran dan permintaan untuk dicalonkan sebagai gubernur dan saya sedang mempertimbangkannya,” kata Enies.

“Kembali atau tidak?” Kembali atau tidak? Anis bertanya kepada warga kota.

“Kembali!” Teruslah bergerak maju tanpa melihat ke belakang! Maju, maju, maju,” jawab warga serempak.

Mendengar dukungan tersebut, Enies mengaku akan salat Istikharah terlebih dahulu sebelum memutuskan maju atau tidaknya di Pilkada Jakarta.

“Aku ingin Tuhan, Istikhara.” Saya mau pikir-pikir, kalau ada keinginan akan saya pertimbangkan dengan serius,” kata Enez.

“Lanjutkan pak, lanjutkan,” teriak warga.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *