Sat. Jul 13th, 2024

Belanja Terus Menerus tapi Tetap Nggak Puas? Kenali 7 Gejala Kecanduan Belanja

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Kecanduan belanja merupakan perilaku yang didorong oleh keinginan untuk membeli lebih banyak, meski harganya tidak terjangkau, dan berdampak negatif pada kehidupan seseorang.

Berbelanja berlebihan bukan berarti membeli barang yang tidak diperlukan. Bagi sebagian orang, belanja kompulsif menjadi cara untuk menghilangkan stres, kecemasan, dan ketegangan.

Aktivitas berbelanja memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang memberikan perasaan senang dan bahagia, sehingga mendorong mereka untuk terus berbelanja.

Situs kesehatan melaporkan, hal itu disebut gangguan pembelian kompulsif (CBD), yaitu kecanduan perilaku yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan seseorang.

CBD merupakan kecanduan perilaku di mana individu menjadi kecanduan aktivitas belanja berlebihan, padahal hal itu berdampak negatif pada kehidupannya. Seperti kecanduan lainnya, CBD memiliki siklus yang meliputi: Ekspektasi: Mengidam atau ingin membeli sesuatu. Pikiran tentang berbelanja terus bermunculan di kepala Anda. Persiapan: Tahap ini melibatkan perencanaan pembelian. Anda dapat meneliti produk, menemukan diskon terbaik, dan memutuskan strategi pembelian Anda. Belanja: Momen paling membahagiakan adalah saat Anda berbelanja. Tindakan ini memicu pelepasan dopamin, hormon yang memberikan perasaan senang dan puas. Pengeluaran: Tahap ini ditandai dengan emosi yang campur aduk. Anda mungkin senang dengan pembelian baru Anda, tetapi di sisi lain, Anda mungkin merasa bersalah karena menghabiskan uang tersebut.

Meskipun CBD tidak tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan mental, kontroversi mengenai klasifikasinya terus berlanjut.

Beberapa ahli percaya bahwa CBD adalah salah satu bentuk gangguan kontrol impuls, sementara yang lain mempertanyakan apakah membeli CBD dapat digolongkan sebagai kecanduan.

 

Para ahli kesehatan mental menggunakan berbagai alat untuk menentukan apakah kebiasaan berbelanja merupakan kecanduan. Salah satunya adalah Bergen Shopaholic Scale, yaitu kuesioner berisi 28 pertanyaan yang menilai tujuh gejala utama kecanduan belanja.

Berikut tujuh tanda yang harus diwaspadai: 1. Suasana hati Anda berubah buruk jika tidak membeli: Anda mudah tersinggung dan marah jika tidak dapat membeli apa yang Anda inginkan. Ketegangan akan meningkat jika sudah lama sejak pembelian terakhir. Jika ada kendala dalam melakukan pembelian, Anda akan menarik diri dari orang lain. 2. Meningkatkan mood Anda saat berbelanja: Anda berbelanja untuk menghindari emosi negatif seperti kecemasan, depresi dan kesepian. Menghabiskan uang membawa kebahagiaan sementara dan membantu melupakan masalah. 3. Belanja mengganggu kehidupan: Kebiasaan berbelanja Anda menghambat efisiensi belajar atau kerja Anda. Anda mengabaikan tanggung jawab dan hobi Anda untuk berbelanja. Kecanduan belanja dapat menimbulkan pertengkaran dan masalah hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda. Anda terlilit hutang dan merasa bersalah atas kebiasaan belanja Anda. Pengeluaran Anda berdampak negatif pada kesehatan mental dan status keuangan Anda. 5. Obsesi belanja terus-menerus: Anda menghabiskan banyak waktu memikirkan apa yang akan dibeli. Belanja menjadi bagian terpenting dalam hidup Anda. Pikiran Anda dipenuhi dengan ide belanja. 6. Tidak dapat membelanjakan lebih sedikit: Anda merasa sulit untuk berhenti mengeluarkan uang terlalu banyak. Anda mungkin mencoba membatasi pengeluaran Anda tetapi kambuh lagi. Anda menolak untuk mengubah kebiasaan Anda, bahkan ketika orang lain mengkhawatirkannya. 7. Kebiasaan berbelanja semakin buruk: Anda perlu membeli lebih banyak barang untuk mendapatkan kepuasan yang sama. Anda menghabiskan lebih banyak uang dari yang direncanakan.

Jika Anda memiliki empat atau lebih dari tanda-tanda ini, Anda mungkin mengalami kecanduan belanja.

Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan belanja seringkali disebabkan oleh stres internal, yaitu perasaan tidak aman yang berasal dari individu. Stres ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ciri kepribadian, stres, bahkan gangguan jiwa.

Berikut beberapa contoh pemicu stres internal yang dapat menyebabkan kecanduan belanja:

1. Keandalan rendah:

Bagi mereka, berbelanja dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan harga diri untuk sementara waktu.

2. Ciri-ciri kepribadian khusus:

Individu ekstrovert dan tidak disiplin cenderung berbelanja lebih kompulsif dibandingkan orang yang bertanggung jawab dan terorganisir.

3. Dampak media sosial:

Sebuah studi pada tahun 2022 menemukan bahwa media sosial dapat meningkatkan kecenderungan materialistis, mendorong orang untuk terus berbelanja.

4. Gangguan kesehatan mental yang mendasari:

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan, gangguan makan, gangguan kepribadian, atau gangguan penggunaan narkoba (GUD) berisiko lebih tinggi mengalami kecanduan belanja. 

Kebiasaan belanja impulsif dan kebiasaan membeli barang yang tidak diperlukan dapat menghambat kesehatan finansial Anda.

Berikut beberapa trik efektif untuk mengendalikan keinginan berbelanja Anda.

1. Pengelolaan tabungan yang bijaksana:

Manfaatkan rekening tabungan yang membatasi akses mudah terhadap uang.

2. Tantang diri Anda dengan “Tidak Ada Pembelian”:

Hindari membeli dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu atau dua minggu. Gantikan waktu berbelanja dengan aktivitas aktif seperti menghabiskan waktu bersama orang tersayang, berolahraga, atau mencoba hobi baru.

3. Buat dan patuhi anggaran:

Buat anggaran yang realistis dan patuhi dengan disiplin. Habiskan uang untuk hiburan tetapi jangan berlebihan.

4. Gunakan uang tunai atau kartu debit:

Hindari melakukan pembelian dengan kartu kredit. Hapus informasi kartu kredit dari perangkat digital Anda untuk mengurangi godaan.

5. Tunggu 24 jam sebelum membeli:

Tunda pembelian impulsif selama 24 jam. Cantumkan barang yang ingin Anda beli. Jika Anda masih menginginkannya setelah 24 jam, belilah. Biasanya keinginan untuk membeli hilang dan Anda bisa menghemat uang.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *