Mon. Jul 15th, 2024

Bitcoin Loyo Usai Amerika Serikat Pindahkan Kripto Rp 3,9 Triliun

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Pemerintah AS mentransfer 3.940 BTC senilai $243 juta atau Rp3,9 triliun (dengan kurs Rp16.433 per dolar AS). Tindakan penegakan hukum AS bertepatan dengan penjualan BTC serupa oleh pemerintah Jerman minggu lalu. 

Dalam laporan Bitcoin.com pada Kamis (27/6/2024), analis online terkemuka termasuk Zachxbt dan Arkham Intelligence melacak pergerakan tersebut. Arkham melaporkan bahwa dana tersebut disita dari pengedar narkoba Banmeet Singh dan disita setelah persidangan pada Januari 2024. 

Menurut Departemen Kehakiman AS, Singh telah terlibat dalam operasi perdagangan narkoba di platform seperti Silk Road, Alpha Bay, dan Hansa. 

Pada 26 Januari 2024, ia mengaku bersalah melakukan persekongkolan untuk sengaja mengedarkan zat-zat terlarang dan persekongkolan untuk melakukan pencucian uang.

Setelah peristiwa tersebut, Bitcoin turun 0,5% terhadap dolar AS. Apalagi harganya turun hingga di bawah 61.000 dollar AS atau Rp 1 miliar. Menurut update terbaru, pemerintah AS memegang 213,546 BTC, yang kini bernilai lebih dari $13 miliar, atau Rp 213,6 triliun, setelah rilis baru-baru ini sebesar 3,940 BTC.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas AS telah menyelidiki dan menyita aset kripto yang terkait dengan aktivitas ilegal seperti pencucian uang, perdagangan narkoba, dan penjualan senjata. 

Penafian: Semua keputusan investasi ada di tangan pembaca. Teliti dan analisis sebelum membeli dan menjual mata uang kripto. matthewgenovesesongstudies.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul akibat keputusan investasi.

 

 

Pada Kamis pagi (27/06/2024) terjadi pergerakan harga yang seragam untuk Bitcoin dan cryptocurrency terkemuka lainnya. Sebagian besar cryptocurrency papan atas masih berada di zona merah.

Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), kembali anjlok menurut Coinmarketcap. Bitcoin turun 1,54 persen dalam 24 jam dan 6,27 persen dalam seminggu.

Bitcoin saat ini dihargai $60.801 atau Rp999 juta (Rp16.432 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) masih lemah. ETH turun 0,81 persen pada hari sebelumnya dan turun 5,26 persen pada minggu ini. Jadi ETH saat ini berada di harga Rp 55,3 juta per koin. 

Mata uang berikutnya, koin Binance (BNB), juga melemah. Selama 24 jam terakhir, BNB turun 0,82 persen dan turun 4,27 persen selama seminggu. Hal ini membuat nilai BNB berada di angka Rp 9,40 juta per koin. 

Cardano (ADA) kemudian kembali berada di zona merah. ADA turun 1,81 persen dalam 24 jam terakhir, namun masih naik 0,45 persen untuk minggu ini. Jadi ADA-nya di Rp 6.322 per koin.

Sementara itu, Solana (SOL) masih berlarut-larut. SOL turun 0,05 persen pada hari itu, namun masih naik sedikit menjadi 1,02 persen untuk minggu ini. Nilai SOL saat ini adalah Rp 2,24 juta per koin. 

 

XRP kembali berada di zona merah. XRP turun 1.24 persen dalam 24 jam dan 4.68 persen dalam seminggu. Jadi harga XRP sekarang menjadi Rp 7.719 per koin. 

Koin meme Dogecoin (DOGE) kembali melemah. Saham DOGE turun 2,66 persen pada hari sebelumnya namun masih naik 0,44 persen dalam sepekan. Jadi DOGE diperdagangkan dengan harga Rp 2014 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan Dolar AS (USDC) naik 0,01 persen hari ini. Artinya harga keduanya masih $1,00.

Binance USD (BUSD), sementara itu, menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai $1,00.

Sementara total kapitalisasi pasar uang kripto hari ini mencapai US$ 2,25 triliun atau Rp 36,976 triliun, turun 1,09 persen dibandingkan hari terakhir.

Penafian: Semua keputusan investasi ada di tangan pembaca. Teliti dan analisis sebelum membeli dan menjual mata uang kripto. matthewgenovesesongstudies.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul akibat keputusan investasi.                                                   

Sebelumnya, Bank of Japan Nomura dan anak perusahaan aset digitalnya Laser Digital menemukan bahwa lebih dari separuh manajer investasi negara tersebut berencana untuk berinvestasi dalam aset digital, termasuk mata uang kripto, selama tiga tahun ke depan. 

Bank Dunia mensurvei 547 manajer investasi Jepang, termasuk investor, institusi, kantor, keluarga, dan perusahaan layanan publik, antara tanggal 15 dan 26 April 2024.

Menurut Coindesk, jajak pendapat Nomura pada Rabu (26/06/2024) menemukan bahwa 54% responden menyatakan niat mereka untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dalam 3 tahun ke depan dan 25% perusahaan mengatakan mereka memiliki minat positif terhadap aset digital.

Menurut penelitian Nomura, 62% responden melihat mata uang digital sebagai peluang untuk melakukan diversifikasi dengan uang tunai, saham, obligasi, dan komoditas, dan banyak investor di Jepang memandang aset digital sebagai aset investasi.

Menurut investor, alokasi aset digital yang disukai adalah antara 2% dan 5% dari aset yang dikelola (AUM), dan hampir 80% mengatakan mereka akan berinvestasi dalam waktu satu tahun.

Pengembangan produk baru dapat meningkatkan investasi pada aset digital.

Sementara itu, bagi mereka yang sudah berkecimpung dalam mata uang kripto atau mereka yang mendiskusikan investasi dalam aset digital, pendorong utama investasi masa depan adalah pengembangan produk baru, termasuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Investasi perwalian serta penawaran dan pinjaman saham.

Selain itu, Nomura juga melaporkan bahwa sekitar separuh responden dalam surveinya mengatakan mereka ingin berinvestasi langsung di proyek Web3 atau melalui dana modal ventura.

Namun, hambatan akses menghalangi beberapa manajer untuk berinvestasi dalam aset digital. Hambatan ini mencakup risiko persaingan, volatilitas yang tinggi, dan persyaratan peraturan.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *