Fri. Jul 19th, 2024

Cerita WNI yang Ternyata Sempat Berbicara dengan Pelaku Penikaman Massal di Sydney Australia

, Sidney. Seorang warga negara Indonesia (WNI) diduga pernah melakukan kontak dengan pelaku penikaman di Sydney, Australia pada 13 April 2024. Lupakan seluruh kehidupan Sianipara Bertanduk

Melansir ABC Indonesia, Selasa (16/04/2024), Rosette, warga negara Indonesia, bekerja di Saigon Noodle, sebuah restoran Vietnam yang terletak di kawasan pusat perbelanjaan Westfield Bundi Junction Sydney.

Roget mengatakan seorang pria “tampak bingung” masuk untuk memesan menu ayam kari merah pada pukul 10 pagi. Namun pria tersebut akhirnya meninggalkan restoran tersebut karena tidak mampu membayar dan baru kembali pada pukul 12 siang.

Katanya dia pesan menu yang sama, lalu…dia bisa bayar.

“Kemudian dia hanya makan seperti orang normal, artinya dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan.”

Namun, sekitar pukul 15.00 waktu Sydney, Rosette terkejut melihat beberapa orang berlarian dari Westfield Bundy Junction, yang hanya berjarak 100 meter dari tempat kerjanya.

Beberapa menit kemudian, Roget membaca berita tentang beberapa penikaman di pusat perbelanjaan. Kemudian dia menyadari bahwa orang yang bertugas di restoran itu yang harus disalahkan.

“Saya langsung terpana ketika melihat beritanya,” kata Roger.

“Karena waktu itu [penjahat datang ke restoran] saya sedang memotong cabai dan ada pisau di meja.

Ketika dia tiba, saya melihat rekaman CCTV dan menyadari ada pisau di meja saya dan dia sangat dekat.

Enam orang tewas akibat penikaman itu, kata Roger.

Lima wanita dan satu pria, yang merupakan petugas keamanan, terluka

Polisi mengatakan pelaku, Joel Cachi, warga Queensland, ditembak mati di lokasi kejadian.

“Ada banyak hal yang mengingatkannya pada orang ini,” kata Roger

“Saya ingat pria ini karena dia satu-satunya orang yang datang ke restoran dengan seragam saat itu,” katanya.

“Tetapi saya berpikir, ‘Oh ya, mungkin dia bermain sepak bola atau semacamnya.’

Lagipula dia sudah datang dua kali jadi dia kenal dengan wajahnya, katanya.

Meski “sedikit takut”, Rosette mengatakan dia akan terus bekerja seperti biasa.

“Banyak orang meninggal di sana…kemarin saya berpikir, ya Tuhan, dia benar-benar [bersama para penjahat], jaga dirimu baik-baik, alhamdulillah, tapi selain itu, semua orang berduka untuk semua korban, katanya.

 

Komisaris Polisi NSW Karen Webb mengatakan latar belakang pria berusia 40 tahun itu sedang diselidiki.

“Yang jelas Joel menyasar perempuan,” ujarnya.

Sudah jelas dari videonya bukan? Webb mengatakan kepada ABC, “Saya memahami bahwa… para detektif juga tertarik untuk mempelajari bagaimana penjahat berfokus pada perempuan dan menghindari laki-laki.”

Webb mengatakan para detektif kini berbicara dengan orang-orang yang mengenal Joel untuk mendapatkan wawasan.

Polisi di New South Wales dan Queensland mengatakan mereka mewaspadai penjahat karena masalah kesehatan mental.

Keluarga korban penikaman Westfield Bonnie Junction akan mendapat kesempatan mengunjungi mal sebelum dibuka kembali.

CEO Halicot Russano mengonfirmasi mal akan dibuka minggu ini, namun keluarga akan berkunjung terlebih dahulu.

“Seperti yang dapat Anda bayangkan, proses pembukaan kembali merupakan sebuah tantangan,” kata Hallicott.

“Kami sedang melihat apa yang terjadi, bagaimana hal itu terjadi dan pelajaran apa yang bisa diambil untuk seluruh rantai operasional, termasuk keamanan,” ujarnya.

 

Sydney Opera House akan menyalakan lampunya sebagai tanda penghormatan kepada para korban penikaman Westfield Bundy Junction sementara penyelidikan terus berlanjut.

Bendera dikibarkan setengah tiang di semua gedung pemerintah di New South Wales dan negara bagian serta teritori di seluruh Australia memperingati hari berkabung nasional setelah insiden 25 menit yang menyebabkan enam orang tewas dan 12 luka-luka.

Korban: tewas, enam luka-luka.

Mereka adalah seorang ibu bernama Ashley Hood, 38 tahun, Faraj Tahir, 30 tahun, Dawn Singleton, 25 tahun, Jade Yang, 47 tahun, Picaria Darcia, 55 tahun, dan Yixuan Cheng.

Ashley menjadi korban pertama yang terluka bersama bayinya yang berusia sembilan bulan.

Setelah operasi, anak tersebut berada dalam kondisi serius namun stabil di rumah sakit.

Sementara itu, Faraz Tahir, warga negara Pakistan yang bekerja sebagai satpam di Westfield Bonny Junction, diidentifikasi sebagai satu-satunya korban pria tersebut.

Farage baru-baru ini datang dari Brisbane untuk bekerja.

Korban lainnya adalah Yixuan Chen, warga negara Tiongkok yang belajar di Sydney.

Menurut profil LinkedIn-nya, Pichri Darsia, 50, adalah seorang seniman dan desainer yang belajar administrasi bisnis di Sydney TAFE dan memperoleh gelar seni pertunjukan dari Tbilisi State Academy of Arts di Georgia.

Don memiliki sejarah panjang dengan Kilkere Surf Life Saving Club di NSW Central Coast dan bekerja di White Fox Boutique.

Jade Young juga merupakan bagian dari tim penjaga pantai di Bronte Surf Life Saving Club di pinggiran timur Sydney.

 

Ayah pelaku, Andriy Kachi, meminta maaf atas perbuatan anaknya.

“Dia adalah jiwa yang tersesat dan putus asa dan saya menyesal dia melakukan ini terhadap anak-anak Anda dan negara ini,” kata Koshy sambil menangis.

Ibu pelaku mengatakan, anaknya telah dirawat karena gangguan jiwa selama hampir 18 tahun.

“Tidak ada yang bisa saya katakan, tidak ada yang bisa saya katakan yang bisa menghilangkan rasa sakit anak saya,” kata Andrew Cachi.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *