Thu. Jul 18th, 2024

Deretan Saham Top Gainers-Losers pada 26 Februari-1 Maret 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Data perdagangan saham BEI pada 26 Februari hingga 1 Maret 2024 ditutup dengan hasil positif. Berdasarkan data pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan ini pada level 7.311.907. IHSG menguat 0,23 persen dari pekan lalu di kisaran 7.295.095.

Kapitalisasi pasar naik 0,44 persen pada pekan ini dari Rp 11,572 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian secara sepekan, frekuensi transaksi harian meningkat 1,13 persen menjadi 1,304 kali dari 1,269 juta kali transaksi pada minggu sebelumnya.

Selama sepekan, rata-rata volume transaksi harian meningkat 33,08 persen menjadi 20,5 miliar lembar saham dari 15,41 miliar lembar saham pada penutupan pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI meningkat 10,23 persen menjadi Rp11,19 triliun dari pekan lalu Rp10,15 triliun.

Sebagian besar sektor saham (IDX-IC) menguat pada pekan ini. Sektor saham teknologi memimpin koreksi dengan melemah 4,69 persen. Sementara itu, sektor dana kesehatan mengalami penurunan sebesar 2,35 persen, sektor dana transportasi sebesar 0,88 persen, dan sektor dana diskresi konsumen sebesar 0,91 persen.

Selain itu, sektor dana energi meningkat sebesar 0,32 persen, sektor dana bahan baku meningkat sebesar 0,74 persen, sektor dana industri meningkat sebesar 1,12 persen, dan sektor dana nonkonsumen meningkat sebesar 0,85 persen. Kemudian sektor dana keuangan meningkat sebesar 0,21 persen dan sektor dana infrastruktur sebesar 2,32 persen.

Antara 26 Februari hingga 1 Maret 2024, saham-saham berikut meraih kenaikan tertinggi:

1. KICI, naik 89,19% dari posisi minggu lalu dari posisi 111 ke posisi 210

2. SMLE, naik 53,22 persen pada minggu lalu dari 171 posisi menjadi 262 posisi

3. ARKO, naik 32,97% ke posisi 1.230 pada minggu lalu dari posisi 925.

4. HUMI, naik 27,14 persen dari posisi minggu lalu dari posisi 70 ke 89

5. ARII, naik 22,43 persen dari 214 posisi menjadi 262 posisi pada minggu lalu

6. MMIX meningkat 19,35 persen dari posisi 62 pada minggu sebelumnya menjadi posisi 74.

7. MAYA, minggu lalu naik 18,92% dari posisi 185 ke posisi 220

8. MPOW naik 18,87 persen ke posisi 63 dari posisi 53 pada pekan lalu.

9. ITMA, naik 17,97 persen dari posisi minggu lalu dari 640 menjadi 755

10. PTPS naik 17,71 persen dari posisi minggu lalu 384 ke posisi 452

 

 

Kerugian terbesar dari 26 Februari hingga 1 Maret 2024:

1. ALII yang pada pekan lalu turun 33,77 persen dari posisi 770 ke posisi 510,

2. VKTR, turun 23,47% dari posisi 196 pada minggu sebelumnya dan mencapai posisi 150.

3. HYGN, turun 20,30 persen dari 197 posisi pada minggu sebelumnya menjadi 157 posisi.

4. OASA, turun 19,59 persen dari posisi 148 pada minggu sebelumnya menjadi 119 posisi.

5. SURI, turun 18,94 persen ke posisi 458 dari posisi 565 pada pekan lalu

6. MPIX turun 18,30 persen ke posisi 125 dari posisi 153 pada minggu sebelumnya.

7. DOOH, turun 17,71 persen menjadi 79 posisi dari 96 posisi pada minggu sebelumnya

8. RGAS turun 17,24 persen ke posisi 96 dari posisi 116 pada minggu sebelumnya.

9. NOBU, turun 15,76 persen ke posisi 695 dari minggu lalu 825 posisi.

10. BULL, turun 14,75 persen dari posisi 122 ke posisi 104 pada minggu sebelumnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menutup data perdagangan secara bertahap antara 26 Februari hingga 1 Maret 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis sebesar 0,23 persen menjadi 7.311. IHSG berada pada posisi 7.295.095 pada pekan lalu.

Kemudian, sepanjang sepekan, frekuensi transaksi harian turun 2,01 persen menjadi 1,269 juta transaksi dari minggu sebelumnya 1,295 juta transaksi. Selama sepekan, rata-rata volume transaksi harian berubah 13,08 persen menjadi 15,41 miliar lembar saham dari pekan lalu sebanyak 17,72 miliar lembar saham.

Mengutip data bursa, rata-rata nilai transaksi harian BEI pada Sabtu (3/2/2024) sebesar Rp 10,15 triliun, turun 26,56 persen dibandingkan pekan lalu sebesar Rp 13,82 triliun. Kapitalisasi pasar pada pekan ini turun 0,27 persen menjadi Rp11,572 triliun dari pekan sebelumnya Rp11,603 triliun.

Selain itu, pergerakan investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 388,4 miliar pada Jumat 1 Maret 2024. Selama sepekan, investor asing menjual saham senilai Rp 3,02 triliun. Pada tahun 2024, investor asing mencatatkan nilai akuisisi bersih sebesar Rp 18,05 triliun.

 

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Vichaksana mengatakan, IHSG pekan ini menguat 0,23 persen di tengah sentimen beragam. Sentimen tersebut mencakup berbagai rilis data ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi berbagai negara, indeks PCE, dan data manufaktur Amerika Serikat.

Di sisi lain, ada juga data produksi China dan inflasi Jepang. Data inflasi Februari berasal dari Indonesia yang naik 2,75% year-on-year, ujarnya saat dihubungi matthewgenovesesongstudies.com, Sabtu. 2/3/2024).

Pekan depan, Herditya mengatakan IHSG akan berkonsolidasi dengan tren melemah. IHSG tertahan di level support 7.252 dan level resistance 7.370. “Minggu depan kami memperkirakan sentimen beragam, termasuk data ketenagakerjaan AS, neraca perdagangan Tiongkok, dan inflasi,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *