Tue. Jul 16th, 2024

Emiten Prajogo Pangestu BREN Tebar Dividen Final Rp 271,35 Miliar

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) akan membagikan dividen final sebesar US$16,75 juta atau sekitar Rp271,35 miliar (kurs Rp per US$16.200,00).

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Barito Renewables Energy Tbk pada Rabu 29 Mei 2024 menyetujui rencana pembagian dividen kepada pemegang saham.

Secara keseluruhan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar $49,62 juta atau setara dengan 46,2% dari laba fiskal 2023. Sebelumnya, perseroan telah membayar dividen interim sebesar $32,87 juta pada 8 Desember 2023.

Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan sebesar US$16,75 juta, kata Sekretaris Perusahaan PT Barito Renewables Energy Tbk Merly dalam keterangan resmi, Rabu (29/5/2024).

Pada tahun 2023, emiten milik Taipan, Prazogo Pangestu, mencatatkan laba bersih sebesar US$107,4 juta. Selain dividen, 1,1 juta dolar atau setara dengan 1% laba tahun 2023 disisihkan sebagai cadangan.

Sisanya sebesar 52,8 persen atau sekitar $56,68 juta dialokasikan sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan. RUPST juga menyetujui perubahan penggunaan sumber daya hasil penawaran umum. Rinciannya, Star Energy Group Holdings Pte Ltd (SEGHPL) memberikan setoran modal sebesar Rp1,43 miliar atau setara US$90 juta untuk melunasi sebagian pinjaman Fasilitas B kepada Bangkok Bank.

Selanjutnya, penyertaan modal di Barito Wind sebesar Rp 497,39 miliar yang selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya jumlah pembayaran fasilitas BNI Tranche B sebesar $29 juta dan kebutuhan umum korporasi BWE.

Rencana perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham perseroan juga telah disampaikan kepada OJK pada 19 Desember 2023 dan 5 April 2024.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu 29 Mei 2024, harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 10 persen menjadi Rp 10.125. Harga saham BREN maksimal Rp 10.125 dan minimal Rp 10.125 per saham. Jumlah frekuensi perdagangan 442 kali Volume perdagangan 32.691 saham Nilai transaksi Rp 33,1 miliar.

 

 

Diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (EIB) melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Barito Renewables Energy Tbk pada Rabu 29 Mei 2024.

Mengutip rilis data BEI, suspensi saham BREN dibuka di pasar normal dan pasar spot mulai perdagangan sesi I, Rabu (29/5/2024). Hal ini mengacu pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00050/BEI.WAS/05-2024 tanggal 22 Mei 2024 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan berdasarkan penilaian pasar saham. .

Sebelumnya BEI telah melakukan suspensi saham BREN pada 27 Mei 2024 sebagai bentuk perlindungan investor dan meningkatkan nilai akumulasi saham BREN secara signifikan.

“BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk di pasar reguler dan pasar spot mulai sesi pertama perdagangan tanggal 27 Mei 2024 hingga pengumuman bursa berikutnya,”

Berdasarkan data RTI, harga saham BREN naik 8,43% dalam sepekan terakhir. Year to date (YTD), harga saham BREN sudah naik 50,50%.

Lebih lanjut, EIB meminta beberapa klarifikasi dari manajemen Brain. Salah satunya menyampaikan kekhawatiran terhadap menurunnya jumlah saham investor dari 20.249 saham pada 31 Maret 2024 menjadi 11.995 saham pada 30 April 2024.

 

 

Manajemen BREN mengatakan berdasarkan informasi pemegang saham yang diperoleh perseroan, penurunan jumlah investor terbanyak terjadi pada investor ritel perseroan yang berpeluang mengambil keuntungan ketika harga saham perseroan naik.

“Hal ini juga tercermin dari besarnya penyertaan modal investor institusi yang terus terakumulasi,” ujarnya.

Menurut perkiraan perseroan, situasi ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga saham akibat masuknya perseroan ke dalam S&P Global Clean Energy Index dan iShares Clean Energy pada 19 April 2024.

Berdasarkan informasi dari pemegang saham perseroan per 30 April 2024, tidak termasuk pemegang saham mayoritas dan pengendali, antara lain

Investor ritel asing berjumlah 114 orang

Investor ritel nasional sebanyak 11.768 orang

Terdapat 42 investor institusi asing

69 investor institusi nasional

Lebih lanjut, BEI juga mencari penjelasan atas anjloknya volume perdagangan seiring anjloknya harga. Manajemen BREN menduga hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Sektor usaha di bidang energi baru dan terbarukan merupakan sektor yang banyak mendapat perhatian dunia dan banyak peminatnya. 

2. Saat ini belum banyak saham sektor usaha energi terbarukan yang tercatat di BEI sehingga dapat memberikan alternatif bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor energi terbarukan.

3. Keinginan investor untuk memiliki saham suatu perusahaan dalam jangka panjang, termasuk kewajiban lembaga atau industri tertentu untuk memiliki portofolio investasi di bidang energi terbarukan.

Kenaikan harga dan volume perdagangan selama 2 bulan terakhir diyakini disebabkan oleh masuknya saham perusahaan dalam S&P Global Clean Energy Index dan iShares Clean Energy pada 19 April 2024. Mengingat entri ETF sebesar ~USD 75 juta / ~150 juta saham. Kepemilikan ETF meningkat menjadi sekitar 187 juta saham pada 20 Mei 2024. 

 

 

Bursa Efek Indonesia (EIB) mengumumkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah memasuki kriteria observasi obligasi khusus mulai Rabu, 29 Mei 2024.

Mengutip rilis data BEI, Selasa (28/5/2024), saham PT Barito Renewables Energy Tbk masuk dalam kriteria efek dalam pengawasan khusus pada poin 10, yakni penghentian sementara perdagangan efek lebih dari satu hari perdagangan karena aktivitas komersial.

Sebelumnya, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi EIB Cristian Manulang mengatakan, saham BREN yang disuspensi kemungkinan akan berada dalam pengawasan khusus selama sebulan.

Benar (akses ke badan pemantau khusus), kata Christian.

Cristian mengatakan, apabila proses pemantauan penangguhan tindakan tertentu dibuka hingga pemberitahuan lebih lanjut, maka tindakan tersebut akan dimasukkan dalam dewan pemantauan khusus selama satu bulan.

“Sebelumnya dilakukan langkah-langkah untuk mendinginkan suspensi hingga pemberitahuan lebih lanjut dan memantau aktivitas pasar abnormal (UMA) sebelum suspensi,” ujarnya.

Kristian mengatakan, dalam rangka perlindungan investor, bursa telah melakukan tindakan pengawasan antara lain, suspensi dua sesi dan suspensi hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Ketiga jenis tindakan pengawasan tersebut bukanlah sanksi terhadap tindakan tertentu, melainkan tindakan untuk mendukung perlindungan investor,” kata Christian.

Ia mengatakan, jika terdapat tindakan pengawasan tersebut, sebaiknya investor mempertimbangkan keputusan investasinya dengan memperoleh informasi yang diperlukan mengenai saham tertentu yang dikenakan tindakan pengawasan bursa sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham tersebut.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *