Sat. Jul 13th, 2024

Gagal Kalahkan Arsenal, Pep Guardiola Sebut Manchester City Kini Underdog

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta- Ada pengakuan mengejutkan dari pelatih Manchester City Pep Guardiola usai hasil imbang melawan Arsenal, Minggu (31/3/2024), di Etihad Stadium.

Pep Guardiola menegaskan akan sangat sulit bagi City untuk mempertahankan gelar Liga Inggris karena mereka saat ini berada di urutan ketiga dalam perebutan gelar Liga Inggris.

Hasil imbang tersebut membuat City tertinggal satu poin dari tim peringkat kedua Arsenal dan tiga poin dari pemuncak klasemen Liverpool.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, gelar tampaknya akan lepas dari genggaman mereka dan Guardiola telah memutuskan bahwa City kini memegang kendali.

Meski demikian, Guardiola tetap tenang saat menjelaskan bahwa fokus timnya saat ini hanya tertuju pada laga berikutnya. Bagi mereka, yang terpenting adalah bagaimana mereka tampil di lapangan, tanpa terbebani oleh tekanan hasil yang berada di luar kendali mereka.

“Siapa pun yang berada di posisi pertama adalah favorit. Favorit kedua adalah Arsenal dan kami berada di posisi ketiga,” ujar Guardiola seperti dilansir Sky Sports.

Yang bisa kami lakukan hanyalah memikirkan [pertandingan melawan] Aston Villa. Jika Anda berada di puncak klasemen – seperti kami – maka Anda adalah favorit.”

“Tentu saja kami ingin menang. Ini juga sebuah pertandingan. Saya mengenal tim saya, saya sangat bangga. Mereka telah mencoba dan rencana kami ada. Kami akan lihat apa yang terjadi. Kami perlu menenangkan pikiran dan situasi kami sebelumnya. pertandingan Aston Villa.”

City, yang terkenal dengan permainan menyerangnya, kesulitan menghadapi pertahanan Arsenal. Meski mendominasi sebagian besar pertandingan, City hanya berhasil melakukan satu tembakan tepat sasaran.

Guardiola bercanda bahwa satu-satunya cara untuk melewati pertahanan Arsenal adalah dengan “membunuh seseorang”. Ini menunjukkan betapa sulitnya fokus pada strategi bertahan Arteta.

Namun dari tim sepak bola Arsenal, laga tanpa gol ini dipuji sebagai sebuah prestasi yang membanggakan. Apalagi mengingat kekalahan 4-1 yang mereka derita melawan City di Etihad 11 bulan lalu.

Pelatih Mikel Arteta menunjukkan rasa bangganya terhadap kedisiplinan dan komitmen timnya pada laga ini. Ini menjadi bukti bahwa Arsenal masih mempunyai kekuatan dan tekad untuk menantang gelar juara.

Konflik antara Guardiola dan Arteta tidak hanya terjadi di lapangan tetapi juga di dalam klub. Strategi, taktik, dan kemampuan membaca permainan menjadi kunci dalam pertarungan ini. Dan meski tidak ada yang mencetak gol, laga ini tetap menjadi tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola.

Pertarungan Manchester City dan Arsenal tak hanya terjadi di Premier League, melainkan berlanjut di level Eropa di kompetisi ketat Liga Champions.

Arsenal akan menghadapi ujian berat saat mereka bersiap menghadapi raksasa Jerman Bayern Munich, sementara City menghadapi tantangan juara Spanyol Real Madrid di perempat final pekan depan. Laga ini bukan sekedar ajang mencari kemenangan, tapi juga menunjukkan kualitas dan ambisi kedua tim di pentas Eropa.

Namun, sebelum menuju pentas terbesar Eropa, City akan menjamu Aston Villa sementara Arsenal menghadapi Luton Town di Liga Inggris pekan depan. Ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menjaga momentum dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menuju Liga Champions.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *