Tue. Jul 23rd, 2024

Indonesia Hibah Rp 6,5 Miliar ke Laos untuk Keketuaan ASEAN 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Pemerintah Republik Indonesia melalui Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau bantuan Indonesia telah menyalurkan bantuan sebesar 6,5 miliar dolar kepada pemerintah Laos dalam kepemimpinan ASEAN 2024, khususnya dalam proses keuangan ASEAN. .

Program dukungan tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan teknis guna mempersiapkan agenda KTT ASEAN 2024, termasuk serangkaian pertemuan gabungan, peningkatan kapasitas, dan kegiatan penyelenggaraan pertemuan dari pejabat Kementerian Keuangan Laos.

Dukungan ini tidak hanya menegaskan komitmen untuk melanjutkan hubungan antara pemerintah Indonesia dan Laos, tetapi juga pentingnya melanjutkan kemitraan tersebut, kata Wakil Menteri Keuangan Suhasil Nazara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dijelaskannya, pada masa kepemimpinan ASEAN tahun lalu, Indonesia masih memiliki banyak inisiatif yang perlu dilanjutkan sebagai kepemimpinan ASEAN pada tahun 2024, terutama inisiatif-inisiatif baru yang diusulkan Indonesia di bidang keuangan di sektor keuangan dan kesehatan (ASEAN Joint). Pertemuan Menteri Keuangan dan Kesehatan) dan pembentukan ASEAN Treasury Forum.

Selain itu, komitmen Indonesia terhadap proses pendanaan ASEAN akan diwujudkan melalui bantuan pengembangan isu-isu substantif dan pengaturan logistik. Dalam pelaksanaan fungsinya, LDKPI bekerja sama dengan Badan Kebijakan Anggaran (BKF) Kementerian Keuangan.

Selain itu, pada keketuaan ASEAN tahun 2024, Laos sebagai ketuanya bertanggung jawab merumuskan agenda prioritas keketuaan tahun 2024, dan juga bertanggung jawab untuk menjaga program-program yang diamanatkan.

Dukungan pemerintah Indonesia kepada Laos memastikan kerja sama keuangan ASEAN akan memperkuat perjanjian yang mendorong stabilitas dan integrasi keuangan di kawasan, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan pasca-Covid-19, yaitu konektivitas, keberlanjutan, dan daya tanggap ASEAN .

Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Hartarto mengatakan pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional untuk mencapai visi Indonesia emas pada tahun 2045. Salah satu strategi kebijakan yang ditempuh adalah peningkatan kerja sama internasional.

Sebagai mitra global, Indonesia berperan aktif dalam menentukan arah perekonomian dunia dengan berpartisipasi di banyak forum internasional. Saat ini, Indonesia sendiri menjadi negara pertama di Asia dan negara Asia Tenggara ketiga yang mencapai tahap diskusi terbuka untuk menjadi anggota penuh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Dengan menjalin kerja sama di berbagai forum internasional, Indonesia akan memberikan arahan terhadap kondisi dunia yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi. Erlanga Hartarto, pendiri Indo-Pacific Strategic Intelligence (IPSI) mengatakan, “Kami berharap dapat mencapai banyak hasil dalam bentuk kepercayaan internasional terhadap iklim investasi Indonesia, sesuai dengan standar internasional OECD. Peristiwa tersebut, dikutip dari teks keterangan, Jumat (3/8/2024).

Berpartisipasi sebagai negara anggota OECD nampaknya mempunyai dampak yang signifikan bagi Indonesia. Menurut studi yang dilakukan pemerintah, efek ini mampu meningkatkan PDB Indonesia sebesar 0,94%, dan negara-negara OECD meningkatkan investasi Indonesia sebesar 0,37%, didukung oleh tingginya permintaan ekspor dari anggota OECD yang menggembirakan. Arus investasi dalam negeri.

 

Selain melalui berbagai forum internasional tersebut, Indonesia berperan dalam menciptakan stabilitas kawasan, khususnya di Indo-Pasifik. Stabilitas dan keamanan kawasan memainkan peran penting dalam pasokan logistik dan barang ke negara-negara Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif dengan memperkuat pengembangan hilirisasi sumber daya alam hingga industri digital, mengembangkan industri petrokimia, serta menyiapkan input 30 juta ton olefin dan 5,6 juta ton aromatik. Di tahun Konsolidasi industri otomotif pada tahun 2035, kembangkan rantai pasokan semikonduktor dan tingkatkan ekosistem logistik untuk mengurangi biaya logistik sebesar 8% pada tahun 2045.

“Untuk pertumbuhan yang kuat dan inklusif, Indonesia harus berintegrasi dengan rantai pasok regional dan global. Oleh karena itu, keamanan dan stabilitas sangat penting agar rantai pasok kita tidak terganggu,” tutup Menko Erlanga.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *