Tue. Jul 23rd, 2024

Jangan Sembarangan Derek Mobil Listrik yang Mogok, Motor Penggerak Bisa Rusak

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Kehadiran mobil listrik kini menjadi pilihan banyak konsumen di Indonesia. Hampir semua pabrikan Tanah Air sudah memiliki baterai untuk roda empat, salah satunya DFSK dan Gelora E serta Seres dan E1.

Kendaraan listrik memiliki gaya mengemudi yang berbeda dari model konvensional, dalam penggunaan, perawatan, dan perawatan darurat. Salah satu hal yang mungkin terjadi adalah ketika mobil listrik mogok.

Hal pertama yang harus diperhatikan pengguna mobil listrik saat mengalami mogok di tengah perjalanan adalah tetap tenang. Pastikan semua penumpang selamat dan kendaraan berada di tempat yang aman.

Kemudian jika ingin mencabutnya pastikan dilakukan dengan baik dan benar agar tidak merusak apapun yang akan menambah biaya perbaikannya.

Perhatikan juga kendaraan penarik yang digunakan menggunakan model flatbed agar kendaraan yang rusak dapat terangkut seluruhnya pada kendaraan penarik tersebut.

Kegunaan model mobil ceper adalah untuk mengurangi kerusakan pada mobil jika terpaksa ditarik atau didorong terlalu jauh.

Dijelaskan Wakil Kepala Divisi Customer Service PT Sokonindo Automobile, Herry Bertus Windyarto, mobil listrik menggunakan sistem kendali kemudi dan unit ini tidak akan berfungsi jika mobil dimatikan.

Oleh karena itu, gunakanlah derek flatbed jika ada mobil yang mogok, dan segera bawa mobil tersebut ke bengkel untuk memanfaatkan mesin dan peralatan dasar kita yang telah terlatih dengan baik, kata Herry, dalam keterangannya, Rabu (10). /10). 1/2024).

DFSK juga menghadirkan model Seres E1 yang menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor untuk roda belakangnya, dengan bantuan transmisi otomatis.

Jika mobil harga Rp 189 juta (on the road DKI Jakarta) mogok dan perlu diderek, hal pertama yang harus dilakukan adalah beralih ke Netral.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *