Tue. Jul 23rd, 2024

Ketegangan AS-Tiongkok Meningkat Akibat Masalah Kabel Bawah Laut, Beijing Dituduh Lakukan Spionase

matthewgenovesesongstudies.com, Beijing – Masalah spionase rahasia muncul di bawah laut. Masing-masing negara saling menuduh negara lain memanipulasi kabel bawah laut untuk mengumpulkan intelijen dan taktik geopolitik.

Setiap hari Senin (1/7/2024) Tiongkok dilaporkan terlibat dalam aktivitas spionase yang meluas terhadap AS dan Barat.

Pada Mei 2024, pemerintahan Biden memperingatkan raksasa teknologi Silicon Valley, termasuk Meta dan Google, tentang perusahaan yang melakukan investasi besar pada kabel bawah laut. risiko yang dirasakan terkait dengan kapal Tiongkok yang didedikasikan untuk perbaikan kabel;

Para pejabat AS khawatir Tiongkok akan mencegat atau menguping kabel komunikasi bawah laut. menangani 95 persen lalu lintas online global Untuk ekstraksi berbagai jenis data, mulai dari data pribadi hingga kekayaan intelektual dan intelijen militer yang sensitif

Di bawah lautan luas terdapat jaringan infrastruktur kompleks yang penting bagi perekonomian modern.

Kabel bawah laut dulunya merupakan hal baru. Hal ini telah memunculkan jaringan kompleks yang kini penting bagi era digital kita. Ini terutama memfasilitasi perdagangan dan komunikasi global.

Pada awal tahun 2024, Telegeographic memetakan wilayah bawah laut. Ini mengungkapkan total 574 kabel bawah laut di seluruh dunia masih beroperasi atau dalam tahap perencanaan.

Panjang total kabel ini adalah sekitar 1,4 juta kilometer, yang menunjukkan adanya permintaan global akan konektivitas berkelanjutan.

Namun, tingkat interoperabilitas ini juga memaparkan infrastruktur terhadap risiko seperti spionase dan kerusakan yang tidak disengaja akibat tindakan manusia. penghancuran yang disengaja dan konflik geopolitik

Sistem komunikasi serat optik, sebuah keajaiban teknologi modern, merupakan pusat dari transformasi bawah air ini.

Sistem ini merevolusi cara kita mengirim dan menerima informasi. Dengan menggunakan teknologi serat optik, kabel modern ini memberikan kecepatan. keandalan dan efektivitas biaya yang tak tertandingi melebihi kemampuan jaringan satelit konvensional

Namun, infrastruktur bawah laut ini berfungsi lebih dari sekedar jalan raya informasi. Ini adalah sumber daya strategis yang mendukung masalah ekonomi dan keamanan nasional.

Terletak di dunia yang penuh dengan kabel bawah air dan operasi rahasia yang gelap. Kehadiran mata-mata angkatan laut yang tidak menyenangkan menambah kerumitan lainnya.

Informasi yang terbatas menunjukkan bahwa beberapa negara melatih paus untuk tujuan spionase. Hal ini merupakan pengingat akan berkembangnya infrastruktur bawah laut dan munculnya bahaya yang mengintai di bawah gelombang laut. Hal ini memerlukan pendekatan kreatif untuk memitigasi dampak tersebut.

Kabel bawah laut memiliki kepentingan strategis yang lebih dari sekedar kepentingan komersial. Hal ini erat kaitannya dengan perubahan geopolitik dan permasalahan keamanan nasional.

Pengelolaan dan pemasangan kabel bawah laut ini menjadi titik nyala ketegangan geopolitik. Hal ini memerlukan peningkatan kewaspadaan dan kerja sama untuk melindungi infrastruktur penting ini.

Pada tahun 2018, Australia menangguhkan raksasa teknologi Tiongkok, Huawei. Mulai dari pemasangan kabel yang menghubungkan negara tersebut dengan Kepulauan Solomon. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran mengenai pemberian akses kepada pemerintah Tiongkok terhadap jaringan mereka.

Pada bulan Juni 2020, Komite Keamanan Nasional AS meminta Google, Facebook Inc. dan menyampaikan kekhawatiran mengenai proyek kabel sepanjang 8.000 mil yang didukung oleh sekutu Tiongkok. Tujuannya adalah untuk menghubungkan Hong Kong dan Amerika Serikat.

Komite berpendapat bahwa hal ini dapat membuka peluang spionase yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pemerintah Tiongkok dengan menyadap lalu lintas Internet.

Sektor kabel bawah laut berada di persimpangan geopolitik. Keamanan Nasional dan perubahan tuntutan ekonomi digital. Perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, Facebook dan Microsoft adalah penerima manfaat utama dari kabel ini di seluruh dunia. Mereka tertarik dengan kapasitas penyimpanan yang besar.

Dengan meningkatnya transmisi data, kebutuhan akan kabel Komunikasi pun semakin meningkat. Akibatnya, banyak perusahaan berinvestasi besar-besaran pada kabel ini untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan layanan data-sentris. Hal ini akan membantu memperluas pasar.

Misalnya, Google mengklaim memiliki 16.790 kilometer kabel bawah laut internasional, dan bersama dengan Facebook, Amazon, dan Microsoft, kabel-kabel ini mencakup total 102.362 kilometer, Facebook mencakup 92.874 kilometer, Amazon 30.556 kilometer, dan Microsoft mencakup lebih dari 6.605 kilometer. Ke depan, persaingan antar perusahaan teknologi terkemuka di industri kabel bawah laut akan semakin meningkat. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan layanan seperti komputasi awan dan streaming kecerdasan buatan yang memerlukan bandwidth tinggi dan latensi rendah

Meskipun Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) memberikan kerangka hukum untuk mengatur kegiatan di dunia maritim, termasuk perlindungan kabel bawah laut, namun hal tersebut masih belum dapat memenuhi semua kebutuhan.

Di kawasan yang suram ini, tempat arus perdagangan dan komunikasi global bertemu dengan latar belakang pengawasan dan perebutan kekuasaan. Perlombaan untuk menguasai kerajaan bawah laut terus berlanjut.

Melindungi kabel bawah laut bukan hanya soal stabilitas ekonomi. Namun hal ini juga terkait dengan perlindungan keamanan nasional. Kebutuhan akan kerja sama internasional tidak dapat dilebih-lebihkan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *